Biden Kritik Keras Trump, Sebut Pecundang Korup yang Narsis
Joe Biden, yang saat ini menjabat sebagai Mantan Presiden Amerika Serikat, melontarkan kritik tajam terhadap Presiden Donald Trump dalam sebuah acara penggalangan dana Partai Demokrat di Maryland. Da
Joe Biden, yang saat ini menjabat sebagai Mantan Presiden Amerika Serikat, melontarkan kritik tajam terhadap Presiden Donald Trump dalam sebuah acara penggalangan dana Partai Demokrat di Maryland. Dalam pidatonya yang berlangsung pada Sabtu malam (27/6), Biden secara eksplisit menyebut Trump sebagai seorang "pecundang" yang korup, narsis, dan tidak memiliki kompetensi dalam memimpin negara.
Serangan Verbal Dua Tahun Pasca Debat Bersejarah
Pernyataan pedas ini disampaikan sekitar dua tahun setelah kedua tokoh politik itu terlibat dalam perdebatan sengit pada debat calon presiden untuk pemilu 2024. Debat tersebut menjadi titik balik dramatis dalam karier politik Biden, yang berujung pada pengunduran dirinya dari pencalonan presiden. Kini, dari posisi sebagai negarawan senior, Biden kembali menyuarakan kekecewaannya terhadap sosok yang menggantikannya di Gedung Putih.
Menurut laporan media kami yang dihimpun dari berbagai sumber pada Senin (29/6/2026), Biden tidak menahan diri dalam menggambarkan karakter Trump. Ia melukiskan presiden petahana itu sebagai seorang pemimpin yang angkuh, terobsesi pada diri sendiri, dan cacat secara moral. Frasa "pecundang korup" yang ia gunakan menandakan eskalasi retorika yang jarang terjadi antar-presiden Amerika, menunjukkan betapa dalamnya perpecahan politik di negara tersebut.
Dalam acara penggalangan dana itu, Biden tampaknya berusaha membakar semangat basis pendukung Partai Demokrat dengan mengingatkan mereka akan segala kontroversi dan kebijakan kontroversial yang telah mewarnai masa kepemimpinan Trump. Meskipun detail spesifik pidatonya bervariasi dalam pemberitaan, esensi kemarahan Biden terletak pada keyakinannya bahwa Trump secara fundamental tidak layak menduduki jabatan tertinggi di Amerika Serikat. Ini menandai babak baru kritik terbuka Biden, yang selama ini relatif menjaga jarak dari komentar langsung yang bersifat personal, menandakan strategi baru untuk memobilisasi oposisi menjelang siklus politik berikutnya.
Comments (0)