Senja di Pasar Minggu terasa lebih senyap bagi Rina. Perempuan paruh baya

Harapan Rina sontak membuncah. Di tengah himpitan ekonomi yang kian mencekik, tawaran bantuan dana dari orang nomor dua di negeri ini seolah menjadi oase d

Jul 10, 2026 - 21:58
0 0
Senja di Pasar Minggu terasa lebih senyap bagi Rina. Perempuan paruh baya

Harapan Rina sontak membuncah. Di tengah himpitan ekonomi yang kian mencekik, tawaran bantuan dana dari orang nomor dua di negeri ini seolah menjadi oase di padang pasir.

Momen Harapan yang Terbangun dari Sebuah Video

Dalam video berdurasi 3 menit 24 detik yang beredar luas di platform Meta itu, seorang pria yang sangat mirip Wapres Gibran tampak berbicara dengan gestur khasnya. Suaranya terdengar meyakinkan, menjanjikan pencairan dana bantuan hingga puluhan juta rupiah dengan syarat yang teramat sederhana: cukup klik tautan dan isi data diri.

"Saya kira ini beneran, soalnya gesture-nya persis, suaranya juga mirip," ujar Rina dengan nada lirih saat ditemui di lapaknya, Kamis (17/4).

Rina bukan satu-satunya. Di berbagai sudut kota, video serupa menyebar bak api menyambar jerami kering. Para pengguna media sosial dari kalangan menengah ke bawah menjadi sasaran empuk narasi palsu yang dikemas dengan teknologi manipulasi canggih.

Ketika Kecerdasan Buatan Menjelma Menjadi Senjata Penipuan

Tim Jabar Saber Hoaks dan Mafindo bergerak cepat. Hasil pemeriksaan mereka cukup mengejutkan: video tersebut merupakan konten manipulatif berbasis deepfake. Teknologi kecerdasan buatan digunakan secara canggih untuk meniru wajah, gestur, dan pola bicara Wapres Gibran.

Roy Suryo, pakar forensik digital yang turut melakukan verifikasi, membeberkan temuannya. "Ada ketidaksempurnaan pada transisi gerakan bibir dan suara. Ini adalah deepfake kelas menengah—cukup meyakinkan untuk masyarakat awam, tapi jelas terbaca oleh alat forensik," terangnya.

Lebih mengkhawatirkan lagi, video tersebut disebarkan bersamaan dengan tautan phishing yang siap mencuri data pribadi korban. Mulai dari nama lengkap, nomor telepon, informasi rekening, hingga foto Kartu Tanda Penduduk.

"Saya hampir saja isi semua data. Untung anak saya lihat dan langsung hapus. Katanya, 'Mah, ini penipuan, nanti rekening Mama dikuras,'" kenang Rina dengan mata berkaca-kaca. "Padahal di rekening saya cuma ada sisa belanja besok."

Belajar dari Korban yang Nyaris Terjerat

Fenomena ini membuka kembali diskusi tentang literasi digital di kalangan masyarakat Indonesia. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia mencatat, lebih dari 60% pengguna internet di Indonesia masih rentan terhadap konten hoaks dan penipuan digital.

Pihak Istana melalui Sekretariat Wakil Presiden telah memberikan klarifikasi resmi. Mereka menegaskan bahwa Wapres Gibran tidak pernah membuat video permintaan data pribadi dalam konteks apapun, apalagi menjanjikan bantuan dana secara personal melalui media sosial.

Namun dampak psikologis bagi para korban seperti Rina tak bisa dianggap remeh. Harapan yang sempat tumbuh, meski dari kepalsuan belaka, menyisakan rasa malu dan trauma tersendiri.

"Sekarang saya jadi takut buka Facebook. Trauma, Mas. Masa iya saya sampai segitunya percaya sama video bohong," tutup Rina sambil mengusap sudut matanya.

[TAGS]: cek fakta, Gibran Rakabuming Raka, deepfake, penipuan digital, literasi digital [SOCIAL_TWEET]: Harapan Rina pupus begitu tahu video Wapres Gibran yang ia tonton itu cuma deepfake. Di baliknya, ada jebakan phishing yang siap menguras rekening. Jangan mudah percaya, cek dulu kebenarannya. #CekFakta #DeepfakeBahaya #LiterasiDigital [SOCIAL_FB]: Rina nyaris kehilangan seluruh uangnya karena sebuah video viral yang ternyata adalah deepfake Wapres Gibran. Kisah pilu dari Pasar Minggu ini jadi pengingat betapa bahayanya manipulasi AI di tangan yang salah. Simak cerita lengkapnya di sini. [SOCIAL_TG]: 💔 Senja di Pasar Minggu terasa lebih senyap untuk Rina. Video Wapres Gibran yang ia kira jalan keluar dari himpitan ekonomi, ternyata cuma tipuan AI yang nyaris menguras rekeningnya. Jangan sampai kamu jadi korban berikutnya. Baca faktanya di sini. [SOCIAL_THREADS]: Rina cuma pedagang sayur yang cari harapan di tengah susahnya ekonomi. Eh, malah ketemu video deepfake Wapres Gibran yang bikin hampir ludes semua tabungannya. Serem banget sih AI dipakai buat nipu kayak gini 😞 Yuk lebih aware, guys.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User