Semangat Anak di Pedalaman Buru Selatan Tempuh Pendidikan Berkat Iptu Bastian
Iptu Bastian Tuhuteru telah menjelma menjadi secercah harapan bagi anak-anak di pedalaman Kabupaten Buru Selatan, Maluku. Di tengah keterbatasan akses dan infrastruktur, perjuangannya membuka jalan ba
Iptu Bastian Tuhuteru telah menjelma menjadi secercah harapan bagi anak-anak di pedalaman Kabupaten Buru Selatan, Maluku. Di tengah keterbatasan akses dan infrastruktur, perjuangannya membuka jalan bagi generasi muda untuk dapat mengenyam pendidikan. Sosoknya kini dikenal luas setelah masuk sebagai salah satu kandidat 3 besar Hoegeng Awards 2026 untuk kategori Polisi Tapal Batas dan Pedalaman, sebuah pengakuan atas dedikasi panjangnya di wilayah tersulit.
Kisah pengabdian ini berawal pada tahun 2016 saat Iptu Bastian bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Wamkana, Kecamatan Namrole. Di bawah naungan Polresta Ambon, Polda Maluku, ia bertanggung jawab membina keamanan dan ketertiban di belasan dusun yang tersebar di desa tersebut. Namun, tugasnya melampaui sekadar menjaga kamtibmas. Saat berpatroli dan menyambangi permukiman warga, ia mendapati satu realitas yang memilukan: salah satu dusun di wilayah binaannya sama sekali belum memiliki akses pendidikan. Tidak ada gedung sekolah, tidak ada guru, dan anak-anak di sana hanya mewarisi kemiskinan tanpa bekal pengetahuan.
Kondisi geografis Buru Selatan yang berbukit dan terisolasi menjadi tantangan utama. Banyak dusun hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki selama berjam-jam, menembus hutan dan sungai. Melihat anak-anak yang putus asa, Iptu Bastian tidak tinggal diam. Ia menginisiasi berbagai langkah, mulai dari berkoordinasi dengan aparat desa, menggalang bantuan dari pihak swasta, hingga turun tangan langsung mengajar. Dengan pendekatan persuasif khas Bhabinkamtibmas, ia perlahan mengikis keraguan warga yang semula apatis terhadap pentingnya pendidikan formal.
Perlahan namun pasti, kerja kerasnya membuahkan hasil. Anak-anak yang dulunya hanya bermain di kebun kini mulai mengenal huruf dan angka. Meski fasilitas masih sangat sederhana, semangat belajar mereka terus membara. Iptu Bastian tidak hanya mengajarkan literasi dasar, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kedisiplinan, memanfaatkan perannya sebagai polisi untuk membangun karakter anak-anak pedalaman.
Kini, setelah menjabat sebagai Kapolsek Sirimau, Iptu Bastian tetap melanjutkan kiprah sosialnya. Masuknya ia dalam jajaran teratas Hoegeng Awards 2026 menjadi bukti bahwa keteladanan dan pengorbanan untuk masyarakat terpencil mendapat tempat istimewa di hati publik. Pihak kepolisian pun mengapresiasi langkah anggotanya yang mampu bertransformasi menjadi agen perubahan di luar tugas pokoknya.
Semangat anak-anak Buru Selatan yang kini tak gentar menempuh pendidikan adalah monumen hidup dari perjalanan Iptu Bastian. Kisah ini dikutip oleh media kami dari laporan yang menggambarkan betapa satu individu dengan ketulusan dapat mengubah wajah masa depan sebuah dusun yang terlupakan. Beritaseputar.com akan terus memantau perkembangan perjalanan para peraih Hoegeng Awards 2026 sebagai inspirasi bagi negeri.
Comments (0)