Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Sekolah di Pandeglang Dibobol Maling Saat Libur, Kerugian Capai Rp 37 Juta

Pandeglang – Sebuah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, menjadi sasaran pencurian saat masa libur. Akibat kejadian tersebut, sejumlah alat elektronik penunjan

Jul 06, 2026 - 14:11
0 1
Sekolah di Pandeglang Dibobol Maling Saat Libur, Kerugian Capai Rp 37 Juta

Pandeglang – Sebuah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, menjadi sasaran pencurian saat masa libur. Akibat kejadian tersebut, sejumlah alat elektronik penunjang kegiatan belajar mengajar raib digondol pelaku, dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 37 juta.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan informasi yang dihimpun Beritaseputar.com, peristiwa tersebut terjadi di SMK Azzahra Nusantara pada saat sekolah dalam kondisi lengang karena libur. Pelaku diduga masuk ke dalam gedung sekolah dengan merusak salah satu pintu atau jendela. Aksi ini baru diketahui pada Senin pagi (22/6/2026) ketika petugas kebersihan dan guru tiba di lokasi.

Mereka mendapati sejumlah ruangan dalam keadaan berantakan dan beberapa peralatan elektronik sudah tidak berada di tempatnya. Kondisi ini langsung dilaporkan kepada kepala sekolah dan pihak berwajib setempat.

Daftar Barang yang Raib

"Yang hilang satu unit smart TV, laptop satu, proyektor dua, CPU komputer 11 unit," ujar Kepala SMK Azzahra Nusantara, Haerul Salam, saat dikonfirmasi media kami, Senin (22/6/2026).

Barang-barang tersebut tersebar di beberapa ruang kelas dan laboratorium komputer. Smart TV digunakan sebagai media pembelajaran interaktif, sementara proyektor dan laptop merupakan inventaris guru. CPU komputer yang hilang adalah bagian dari unit komputer siswa yang seharusnya siap digunakan untuk praktik tahun ajaran mendatang.

Taksiran Kerugian dan Dampak

Haerul Salam mengungkapkan bahwa kerugian ditaksir sedikitnya Rp 37 juta. Jumlah tersebut didasarkan pada harga pembelian barang-barang tersebut yang sebagian masih terbilang baru. "Kami sangat terpukul karena ini terjadi saat kami sedang mempersiapkan program pembelajaran jarak jauh tambahan dan praktik. Alat-alat itu sangat vital," katanya.

Hilangnya peralatan ini dikhawatirkan akan mengganggu rencana pembelajaran siswa, terutama dalam mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi serta kegiatan presentasi kelas.

Langkah Polisi

Saat ini, pihak sekolah telah melaporkan kasus pencurian tersebut ke Polsek Banjar. Petugas kepolisian sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi. Kapolsek Banjar, melalui pesan singkat, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan dan memeriksa rekaman CCTV jika tersedia.

“Kami masih mendalami modus operandi pelaku. Kemungkinan pelaku lebih dari satu orang melihat jumlah barang yang dibawa,” kata seorang petugas yang enggan disebutkan namanya.

Imbauan Pihak Sekolah

Pihak sekolah berharap aparat kepolisian segera mengungkap pelaku. Mereka juga mengimbau kepada masyarakat sekitar agar meningkatkan kewaspadaan, terutama selama masa libur sekolahan. "Kami meminta warga yang mungkin melihat atau mendengar aktivitas mencurigakan di sekitar sekolah pada malam kejadian untuk melapor ke pihak berwajib," pinta Haerul.

Peristiwa serupa kerap terjadi saat musim libur, tidak hanya di sekolahan tetapi juga di rumah-rumah kosong yang ditinggal pemiliknya berlibur. Media kami pernah melaporkan kasus pencurian di Bekasi yang melibatkan orang dekat, menunjukkan bahwa pelaku sering memanfaatkan situasi lengang dan bahkan memiliki informasi tentang lokasi barang berharga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
eko-saputra

Editor Nasional. Editor isu nasional dekat kehidupan sehari-hari.

Comments (0)

User