Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Dunia Hari Ini: Trump Ancam Perang Lagi dengan Iran yang Tutup Selat Hormuz

Beritaseputar.com – Rangkaian berita global pada edisi Senin, 22 Juni 2026, dibuka dengan laporan dari Washington D.C., Amerika Serikat. Presiden Donald Trump kembali melontarkan ancaman perang ter

Jul 06, 2026 - 14:11
0 0
Dunia Hari Ini: Trump Ancam Perang Lagi dengan Iran yang Tutup Selat Hormuz

Beritaseputar.com – Rangkaian berita global pada edisi Senin, 22 Juni 2026, dibuka dengan laporan dari Washington D.C., Amerika Serikat. Presiden Donald Trump kembali melontarkan ancaman perang terhadap Iran, sehari setelah Teheran memutuskan menutup Selat Hormuz bagi kapal-kapal tanker minyak yang menuju negara-negara pendukung AS. Langkah Iran ini memicu ketegangan baru di kawasan Teluk yang sudah memanas sejak awal bulan.

Dalam cuitan di media sosialnya, Trump menyatakan bahwa “setiap gangguan terhadap jalur pelayaran internasional akan ditanggapi dengan kekuatan militer penuh”. Ancaman ini mengingatkan pada ketegangan serupa di masa kepresidenannya yang pertama, yang nyaris memicu konfrontasi langsung pada awal 2020. Namun, situasi kali ini diwarnai kontradiksi mencolok di dalam Gedung Putih sendiri.

Diplomasi di Balik Ancaman

Di tengah retorika perang, Wakil Presiden JD Vance justru melakukan pendekatan diplomatik. Menurut laporan media kami, Vance diam-diam bertemu dengan pejabat tinggi Iran di Oman pada akhir pekan lalu. Pertemuan itu disebut sebagai langkah awal untuk menjajaki kesepakatan perdamaian sementara, yang mencakup jaminan Iran akan membuka kembali selat strategis tersebut jika AS melonggarkan sebagian sanksi ekonomi.

“Vance meyakini bahwa jalur militer hanya akan membawa kerugian besar bagi kedua belah pihak. Pembicaraan ini adalah upaya untuk membangun koridor komunikasi yang selama ini terputus,” ujar seorang sumber di lingkaran Wapres kepada media kami.

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran sendiri merupakan respons terhadap putaran sanksi baru yang dijatuhkan AS pada awal Juni, yang menyasar ekspor minyak Iran ke China. Dengan hampir seperlima pasokan minyak dunia melewati selat ini, penutupan tersebut langsung mengguncang harga minyak mentah global. Harga minyak Brent melonjak 8 persen dalam perdagangan Senin pagi, memicu kekhawatiran di pasar keuangan.

Para analis menilai bahwa dualisme sikap antara Trump dan Vance mencerminkan perpecahan di tubuh pemerintahan AS. Sementara Trump berusaha menunjukkan sikap tegas untuk basis pendukungnya, Vance yang dikenal lebih pragmatis berusaha meredam eskalasi. Namun, belum jelas apakah dialog awal ini akan membuahkan hasil, karena Iran menegaskan tidak akan bernegosiasi di bawah ancaman militer. Edisi Dunia Hari Ini akan terus memantau perkembangan situasi ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rina-wulandari

Editor Hiburan. Editor hiburan dan budaya populer.

Comments (0)

User