SBY Terharu Saat Nobar Film dengan Anak Panti Asuhan, Teringat Masa Kecil
Jakarta - Suasana haru menyelimuti pemutaran film 'Children of Heaven' di XXI Plaza Senayan, Sabtu (20/6/2026). Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hadir dalam acara non
Jakarta - Suasana haru menyelimuti pemutaran film 'Children of Heaven' di XXI Plaza Senayan, Sabtu (20/6/2026). Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hadir dalam acara nonton bareng (nobar) bersama puluhan anak dari panti asuhan. Momen tersebut menjadi begitu emosional ketika SBY tak kuasa menahan air mata saat menyaksikan alur cerita yang mengingatkannya pada masa kecilnya sendiri yang penuh keterbatasan.
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang turut mendampingi sang ayah, menceritakan bagaimana SBY begitu menyelami kisah dalam film garapan sutradara Iran Majid Majidi tersebut. AHY mengungkapkan bahwa air mata sang ayah sesekali jatuh, bukan sekadar karena tersentuh oleh adegan film, melainkan karena ingatan masa lalu yang begitu kuat menyergap.
"Tadi Pak SBY sesekali meneteskan air mata sambil mengingat masa kecil. Beliau juga lahir dan tumbuh dari keluarga yang sangat sederhana di Pacitan," kata AHY di lokasi acara.
Film 'Children of Heaven' sendiri memang mengisahkan perjuangan sepasang kakak beradik dari keluarga kurang mampu di Iran yang harus berbagi sepasang sepatu. Tema kemiskinan, ketabahan, dan kasih sayang persaudaraan yang diangkat dalam film itu rupanya begitu selaras dengan pengalaman hidup SBY kala kanak-kanak di Pacitan, Jawa Timur. Tumbuh di lingkungan militer dengan ekonomi pas-pasan, SBY dikenal kerap berbagi cerita tentang masa lalunya yang serba sederhana sebagai pelajaran hidup yang membentuk karakternya.
Menurut laporan awak media kami di lokasi, acara nobar ini memang sengaja digagas oleh SBY bersama keluarga untuk berbagi kebahagiaan sekaligus memberikan pengalaman sinematik yang sarat makna kepada anak-anak panti asuhan. Sepanjang pemutaran film, SBY duduk di antara anak-anak, sesekali berbisik dan tersenyum, namun di adegan-adegan tertentu emosinya tidak bisa disembunyikan. Anak-anak panti asuhan yang hadir pun tampak antusias, sebagian bahkan ikut terharu melihat ekspresi mantan presiden tersebut.
AHY menambahkan bahwa momen nobar ini bukan hanya tentang menonton film, melainkan juga tentang berbagi kehidupan. "Bapak ingin anak-anak ini melihat bahwa dari kesulitan bisa lahir kekuatan. Seperti yang diajarkan film ini, dan seperti yang bapak saya alami sendiri," ujar AHY melanjutkan.
Kehadiran SBY di tengah anak-anak panti asuhan dalam suasana yang intim dan hangat ini juga menjadi potret kedekatannya dengan nilai-nilai sosial. Beberapa anak bahkan tampak memeluk SBY seusai pemutaran film, menciptakan pemandangan yang membuat banyak orang yang hadir turut terisak. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh SBY, memohon agar anak-anak Indonesia selalu diberi jalan terang dalam meraih masa depan mereka.
Film 'Children of Heaven', yang pernah menjadi nominasi Academy Award untuk kategori Film Berbahasa Asing Terbaik pada 1999, terus relevan sebagai pengingat universal tentang arti perjuangan dan rasa syukur. Bagi SBY, film ini membuka kembali lembaran kenangan yang membentuk sosoknya hari ini—dari keterbatasan di Pacitan hingga menjadi orang nomor satu di negeri ini. Sebuah perjalanan yang mungkin ingin ia bagikan kepada generasi muda melalui bahasa sinema yang penuh empati.
Comments (0)