Satgas PRR Dorong Akselerasi Pemulihan Sektor Pertanian di Sumatera
JAKARTA - Upaya pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana di tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, terus memperlihatkan kemajuan yang menggembirakan.
JAKARTA - Upaya pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana di tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, terus memperlihatkan kemajuan yang menggembirakan. Berdasarkan pantauan media kami di lapangan, sebagian besar petani sudah mulai kembali menggarap sawah dan ladang mereka seiring dengan progres rehabilitasi lahan yang terus digenjot. Pepohonan yang semula roboh dan saluran irigasi yang rusak perlahan mulai dibenahi, memberi secercah harapan bagi kebangkitan ekonomi warga yang menggantungkan hidup dari sektor agraris.
Pemda Didorong Percepat Program
Meskipun perkembangan di lapangan cukup positif, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera tak lantas berpuas diri. Satuan yang dibentuk khusus untuk menangani dampak bencana ini terus mendorong pemerintah daerah (Pemda) di ketiga provinsi tersebut agar mempercepat pelaksanaan program-program pemulihan. Percepatan dinilai krusial agar seluruh bantuan dan intervensi teknis bisa segera tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama para petani kecil yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan lokal.
Satgas PRR menekankan bahwa sektor pertanian adalah salah satu pilar utama yang harus segera dipulihkan. Pasalnya, sektor ini bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan juga penjaga stabilitas pangan dan urat nadi penghidupan jutaan warga di daerah terdampak. Keterlambatan penanganan, sekecil apa pun, dikhawatirkan bisa memicu gelombang kerawanan pangan dan melemahkan daya beli petani yang sudah terpuruk akibat bencana.
"Pemulihan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas utama kami. Sektor ini berkaitan langsung dengan urat nadi penghidupan masyarakat dan ketahanan pangan di daerah terdampak. Kami minta jajaran Pemda untuk tidak menunda-nunda lagi program yang sudah direncanakan, karena makin cepat dilaksanakan, makin cepat pula masyarakat bisa bangkit," tegas Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, dalam keterangannya yang diterima media kami, Selasa (27/5).
Rehabilitasi Lahan dan Infrastruktur Pendukung
Menurut data yang dihimpun Beritaseputar.com, progres rehabilitasi lahan di tiga provinsi tersebut sedikit bervariasi. Di Aceh, misalnya, beberapa kabupaten yang sempat terisolasi kini sudah bisa diakses kembali sehingga distribusi bibit, pupuk, dan alat mesin pertanian berjalan lebih lancar. Di Sumatera Utara, perbaikan tanggul dan irigasi tersier sudah mencapai lebih dari 60 persen di sejumlah titik prioritas. Sementara di Sumatera Barat, fokus masih diarahkan pada pembersihan lahan dari material sisa banjir bandang yang menutup ribuan hektare sawah produktif.
Satgas PRR tak hanya mendorong percepatan fisik, tetapi juga memastikan pendampingan teknis berjalan simultan. Para penyuluh pertanian lapangan diminta aktif mendampingi petani dalam menerapkan pola tanam yang adaptif pascabencana. Beberapa petani bahkan sudah mulai menanam padi umur pendek dan palawija untuk memaksimalkan musim tanam yang tersisa. Optimisme perlahan tumbuh, meski sejumlah tantangan—seperti terbatasnya alat berat dan akses jalan yang masih labil—masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan lintas sektor.
Keberhasilan pemulihan sektor pertanian ini diyakini akan menjadi katalis bagi pemulihan sektor-sektor lainnya. Ketika petani kembali berproduksi, rantai pasok pangan membaik, dan roda perekonomian desa mulai berputar, maka dampak bergulirnya akan turut mendongkrak sektor perdagangan, jasa, dan bahkan pendidikan anak-anak petani yang sempat terabaikan. Satgas PRR berharap, dengan akselerasi yang terus didorong, target pemulihan penuh dapat dicapai lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan.
Comments (0)