Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Sandiaga Uno Gagas Sandination, Hadirkan Ruang Belajar di Kebayoran Lama

Langit Jakarta Selatan pada Sabtu pagi itu (6/9/2025) masih menyisakan sedikit gerimis, membasahi dedaunan di sepanjang Jalan Baru, Kebayoran Lama Utara. D

Jul 09, 2026 - 12:52
0 0
Sandiaga Uno Gagas Sandination, Hadirkan Ruang Belajar di Kebayoran Lama

Langit Jakarta Selatan pada Sabtu pagi itu (6/9/2025) masih menyisakan sedikit gerimis, membasahi dedaunan di sepanjang Jalan Baru, Kebayoran Lama Utara. Di sebuah bangunan sederhana bercat putih dengan aksen kayu jati, puluhan orang—mayoritas anak muda dan ibu rumah tangga—tampak antusias menunggu. Mereka bukan sedang mengantre konser atau diskon belanja. Mereka datang untuk belajar. Bangunan itu bernama Mula Learning Center, ruang belajar komunitas yang digagas langsung oleh Sandiaga Uno melalui yayasan Sandination.

Mengenakan kemeja batik lengan panjang berwarna biru dongker, Sandiaga Uno tiba dengan senyum khasnya yang lebar. Ia langsung menyapa satu per satu peserta yang hadir, tak segan berjongkok untuk ngobrol dengan seorang nenek penjual keripik pisang yang baru pertama kali memegang tablet.

Awal Mula Sandination: Dari Panggung Politik ke Ruang Belajar Akar Rumput

Setelah bertahun-tahun berkecimpung di politik nasional dan menduduki berbagai jabatan strategis, Sandiaga Uno kini memilih jalan berbeda. Ia kembali ke akar rumput—bukan untuk berkampanye, tapi untuk memberdayakan. Sandination lahir sebagai paying gerakan sosial yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan pendidikan vokasi. Mula Learning Center adalah wujud nyata pertama dari gerakan itu.

“Politik itu penting, tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita memastikan setiap orang punya akses untuk memperbaiki kualitas hidupnya,” ujar Sandiaga di sela-sela peresmian. “Sandination saya bentuk supaya kita bisa bergerak lebih lincah, langsung menyentuh masyarakat tanpa birokrasi panjang.”

Mula Learning Center: Ruang Inklusif Tempat Siapa pun Bisa Memulai

Mula Learning Center bukan sekadar ruang kelas konvensional. Di lantai pertama, terdapat lab komputer mini dengan 15 unit laptop bekas yang telah diperbarui—hibah dari para donatur. Di lantai dua, ruang serbaguna yang difungsikan untuk kelas barista, menjahit, hingga pelatihan digital marketing. Semua gratis. Syaratnya hanya satu: mau belajar.

“Saya janda tiga anak, dulu cuma jualan gorengan di depan gang. Sekarang sudah bisa bikin konten TikTok buat promosi dagangan, orderan naik tiga kali lipat. Saya kira cuma anak muda yang bisa, ternyata ibu-ibu juga bisa,” cerita Marni (47), salah satu peserta yang mengikuti pelatihan literasi digital Sandination di Mula Learning Center.

Kolaborasi dan Harapan Baru

Sandination tidak bergerak sendiri. Yayasan ini menggandeng puluhan relawan—mulai dari mahasiswa, profesional teknologi, hingga pensiunan guru—yang bersedia meluangkan waktu mengajar. Sandiaga menegaskan, gerakan ini dirancang agar berkelanjutan dan tidak bergantung pada satu figur. “Kita ingin membangun ekosistem belajar yang bisa hidup meskipun saya tidak terjun langsung,” katanya.

Di penghujung acara, Sandiaga mengajak seluruh peserta menuliskan cita-cita mereka di sebuah papan impian yang dipajang di lobi. Ada yang menulis “ingin punya toko online sendiri”, “pengen jadi barista profesional”, hingga “mau kuliah lagi”. Semua mimpi itu, di mata Sandiaga, bukan sekadar angan—melainkan titik mula yang layak diperjuangkan.

Mula Learning Center kini resmi dibuka setiap hari Selasa hingga Minggu. Informasi lengkap dapat diakses melalui kanal resmi Sandination. Bagi warga sekitar Kebayoran Lama dan Jakarta Selatan pada umumnya, ruang belajar ini ibarat oase di tengah kesibukan kota—sebuah pengingat bahwa di sudut gang pun, orang-orang baik sedang menanam masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User