Sambut HUT ke-81, Dea Mirella dan Bemby Noor Rilis Single Pemersatu

Di sebuah ruang rekaman yang remang, Dea Mirella menutup matanya, membiarkan jemarinya menari di atas tuts piano. Di sampingnya, Bemby Noor memetik gitar akustik dengan lembut. Melodi itu lahir dari p...

Jul 13, 2026 - 04:06
0 0
Sambut HUT ke-81, Dea Mirella dan Bemby Noor Rilis Single Pemersatu

Di sebuah ruang rekaman yang remang, Dea Mirella menutup matanya, membiarkan jemarinya menari di atas tuts piano. Di sampingnya, Bemby Noor memetik gitar akustik dengan lembut. Melodi itu lahir dari percakapan panjang tentang Indonesia—negeri yang kaya warna, namun sering kali terluka oleh sekat-sekat semu.

Momen itulah yang menjadi cikal bakal single terbaru mereka, “Warna-Warni Indonesia”, sebuah lagu yang sengaja dirilis untuk menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Bukan sekadar proyek musik, karya ini adalah doa yang dinyanyikan. “Kami ingin mengingatkan bahwa perbedaan adalah kekayaan, bukan alasan untuk berpisah,” ujar Dea, matanya berkaca-kaca.

Lahir dari Rindu akan Kebersamaan

Ide menulis lagu ini muncul ketika Dea dan Bemby bertemu di sebuah acara amal awal tahun. Mereka berbincang tentang kondisi sosial yang kian panas, di mana ujaran kebencian mudah tersebar. “Saya merasa miris. Padahal, dulu kita biasa main tanpa peduli agama atau suku,” kenang Bemby. Dari situlah tekad itu bulat: mereka harus menciptakan sesuatu yang bisa merangkul semua kalangan.

Proses kreatifnya berlangsung intens selama dua bulan. Mereka sengaja melibatkan musisi dari berbagai genre—pop, keroncong, hingga etnik—untuk menciptakan nuansa yang benar-benar mewakili keberagaman. “Warna-Warni Indonesia” bukan hanya judul, melainkan filosofi yang mengalir di setiap bait. Lagu ini dibuka dengan alunan gamelan Jawa, lalu disusul dentingan sasando dari Nusa Tenggara Timur, dan ditutup dengan harmoni paduan suara anak-anak dari Papua.

“Setiap kali mendengar suara anak-anak itu, saya menangis. Mereka menyanyikan masa depan yang penuh harapan,” kata Dea.

Rekaman yang Penuh Cerita

Yang membuat proyek ini istimewa adalah kehadiran tamu-tamu tak terduga. Selain Dea dan Bemby, single ini juga menampilkan penyanyi cilik berbakat dari Sekolah Alam Bogor, serta kelompok vokal difabel yang tergabung dalam Suara Hati. Mereka semua datang tanpa bayaran, hanya dengan semangat yang sama: memberikan kado terindah untuk Indonesia.

Di balik layar, ada kisah mengharukan. Salah satu anggota paduan suara, Rara (12), baru saja kehilangan ayahnya yang meninggal karena sakit. Namun, dia tetap bersemangat datang ke studio. “Saya ingin menyanyi untuk ayah, juga untuk Indonesia. Ayah selalu bilang, kita harus bangga jadi anak negeri,” ucapnya lirih. Kalimat itu sontak membuat semua orang di ruangan terdiam.

Bemby mengaku momen itu sangat menyentuh. “Kami tidak hanya merekam musik, tapi juga memungut kepingan-kepingan harapan dari banyak hati. Lagu ini jadi lebih hidup karenanya.”

Antusiasme yang Mengalir

Meski belum resmi dirilis, cuplikan “Warna-Warni Indonesia” yang diunggah di Instagram Dea dan Bemby sudah mendapat sambutan hangat. Ribuan komentar membanjiri, banyak di antaranya mengaku terharu. “Ini lagu yang kami butuhkan sekarang. Terima kasih telah mengingatkan kami arti persatuan,” tulis seorang warganet. Bahkan, beberapa musisi senior seperti Addie MS dan Katon Bagaskara turut memberikan pujian.

“Saya percaya musik bisa menjadi jembatan. Dan single ini adalah bukti bahwa kolaborasi tanpa sekat bisa menghasilkan karya yang menyentuh,” ujar Addie MS dalam unggahan ulangnya. Bemby mengaku tidak menyangka responsnya akan sebesar ini. “Kami hanya ingin berbagi harapan. Ternyata, banyak yang merindukan hal yang sama,” katanya.

Pesan untuk 81 Tahun Indonesia

Single “Warna-Warni Indonesia” akan dirilis secara digital pada 15 Agustus, dua hari sebelum perayaan kemerdekaan. Video musiknya menampilkan potret kehidupan masyarakat dari Sabang sampai Merauke—anak-anak bermain di pesisir pantai, petani di sawah, hingga para pekerja seni di kota besar. Semuanya disatukan oleh senyum.

Dea berharap lagu ini bisa menjadi pengingat di tengah hiruk-pikuk politik dan perbedaan pilihan. “Indonesia itu rumah kita bersama. Kalau bukan kita yang menjaganya, siapa lagi?” tegasnya. Senada dengan itu, Bemby menambahkan, “Kami ingin setiap orang yang mendengar lagu ini merasa bahwa mereka punya tempat di negeri ini, apa pun latar belakangnya.”

Di penghujung sesi wawancara, Dea memetik satu kalimat dari lirik lagu itu dengan suara hampir berbisik: “Kita adalah warna, berpadu jadi pelangi.” Mungkin, di tahun ke-81 ini, Indonesia hanya perlu kembali mengingat bahwa keindahan sejati lahir dari persatuan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User