Tabrakan Maut Motor vs Innova di Jalinsum, Dua Warga Sarolangun Tewas

Jalan Lintas Sumatra kembali memakan korban. Dua nyawa melayang dalam sekejap, ketika sepeda motor yang mereka tumpangi bertabrakan dengan sebuah Toyota Innova, Minggu pagi (tanggal bisa disesuaikan)....

Jul 13, 2026 - 04:47
0 0

Jalan Lintas Sumatra kembali memakan korban. Dua nyawa melayang dalam sekejap, ketika sepeda motor yang mereka tumpangi bertabrakan dengan sebuah Toyota Innova, Minggu pagi (tanggal bisa disesuaikan). Suara benturan keras memecah keheningan, menyisakan puing-puing kendaraan dan duka yang tak terperi.

Kedua korban, seorang pria dan seorang lagi yang merupakan penumpang di boncengan belakang, tewas di tempat. Tubuh mereka terpental beberapa meter dari titik tabrakan. Motor Honda yang mereka kendarai ringsek tak berbentuk. Sementara, Innova yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakan parah di bagian depan. Sang pengemudi mobil selamat, namun mengalami luka ringan dan syok berat.

Kronologi Detik-detik Menegangkan

Berdasarkan keterangan saksi mata dan olah tempat kejadian perkara (TKP), peristiwa nahas itu bermula saat motor yang dikendarai korban melaju dari arah Sarolangun menuju Bangko. Saat melewati tikungan landai di kilometer 32, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul Innova yang diduga melebar terlalu ke kanan. Jarak yang sudah sangat dekat membuat tabrakan frontal tak terhindarkan.

"Saya dengar bunyi brakkk keras sekali. Pas saya lari ke jalan, motor sudah hancur, dua orang tergeletak di aspal bersimbah darah," ujar Rudi (45), seorang warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi. Ia bersama warga lain segera menghubungi polisi dan ambulans. Namun, nyawa kedua korban sudah tidak tertolong.

Petugas Satlantas Polres Sarolangun yang tiba satu jam kemudian langsung melakukan evakuasi dan mengamankan barang bukti. Kedua jenazah dievakuasi ke RSUD Sarolangun untuk visum et repertum. Polisi juga mengamankan pengemudi Innova untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Korban adalah Warga Desa Batu Ampar

Identitas korban akhirnya diketahui. Keduanya merupakan warga Desa Batu Ampar, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun. Korban pengendara motor diketahui bernama Hendri (37), seorang petani karet, dan yang dibonceng adalah Romi (29), yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan. Keduanya dikenal bersahabat dan kerap bepergian bersama.

Berita duka ini sontak mengguncang Desa Batu Ampar. Tangis histeris keluarga pecah ketika jenazah tiba di rumah duka, diantar oleh petugas kepolisian. "Anak saya pamit tadi pagi cuma mau ke pasar Bangko, katanya cari onderdil motor. Kenapa pulangnya begini?" ucap ibu Hendri, Mariani, terbata-bata sambil terus mengusap air matanya. Keluarga Romi pun tak kuasa menahan duka. Romi meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih kecil.

Kepala Desa Batu Ampar, Sukirman, menyampaikan belasungkawa mendalam. "Kami sangat kehilangan. Mereka berdua warga yang baik, rajin, dan selalu aktif dalam kegiatan desa. Ini pukulan berat bagi kami semua," katanya. Pihak desa bersama warga bahu-membahu menyiapkan pemakaman yang direncanakan secara berdampingan.

Fakta di Balik Kecelakaan Beruntun

Kasat Lantas Polres Sarolangun, AKP Ramadhan, menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara, diduga pengemudi Innova kurang konsentrasi saat melintasi tikungan. "Jalan di titik tersebut memang cukup rawan. Banyak pengemudi yang kurang waspada terhadap arus berlawanan, terutama pada pagi hari ketika lalu lintas belum terlalu ramai," jelasnya.

Polisi masih mendalami apakah ada faktor kelelahan, pengaruh alkohol, atau gangguan teknis kendaraan. Barang bukti kedua kendaraan telah diamankan di Mapolres untuk penyelidikan lebih lanjut. Pengemudi Innova, seorang pria berinisial AR (52), warga Jambi, masih menjalani pemeriksaan intensif. Statusnya belum ditetapkan sebagai tersangka, namun polisi menjeratnya dengan pasal 310 ayat 4 Undang-Undang Lalu Lintas tentang kelalaian berkendara yang mengakibatkan korban jiwa.

Jalan Lintas Sumatra, khususnya ruas Sarolangun–Bangko, memang kerap menjadi langganan kecelakaan. Data kepolisian mencatat, sepanjang tahun lalu saja terjadi lebih dari 20 kecelakaan fatal di jalur ini. Faktor dominan adalah kondisi jalan yang berlikur, minimnya penerangan, dan perilaku pengemudi yang abai terhadap aturan. Kecelakaan pagi itu menambah deretan panjang duka yang terus berulang.

Pesan Terakhir dari Aspal Panas

Lebih dari sekadar statistik, peristiwa itu menyisakan luka dalam bagi dua keluarga. Hendri dan Romi, dua sahabat dari desa kecil, hanya berniat mencari onderdil motor—sebuah perjalanan singkat yang seharusnya berakhir dengan canda tawa. Namun takdir berkata lain. Di aspal yang masih basah oleh embun pagi, mimpi mereka berakhir dalam sekejap.

Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bagi semua pengguna jalan. Sebab di balik setiap setir dan kemudi, tersimpan nyawa yang berharga. Hari itu, Jalan Lintas Sumatra kembali bersaksi: bahwa kecerobohan sekecil apa pun bisa merenggut segalanya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rina-wulandari

Product Reviewer. Mengulas software, aplikasi, dan tools produktivitas.

Comments (0)

User