Sahabat Kenang Dokter Icha Sosok yang Rajin dan Ramah ke Semua Orang
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan pemikiran untuk bunuh diri, s
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda kepada pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental terdekat.
Dunia kedokteran Nusa Tenggara Timur (NTT) berduka. Dokter muda Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang akrab disapa Icha (27), ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tragis di kediamannya. Berdasarkan laporan pihak kepolisian, korban diduga mengakhiri hidupnya sendiri setelah mengalami tekanan psikologis berat akibat intimidasi yang dilakukan oleh dua orang anggota DPRD Kabupaten Timor Tenggara Utara (TTU).
Kepergian sang dokter yang masih berusia 27 tahun itu menyisakan duka mendalam, terutama bagi keluarga, rekan sejawat, dan para sahabat. Salah satu sahabat dekatnya, dr. Pito Jella, membagikan kenangan tentang sosok Icha yang dikenalnya sebagai pribadi yang hangat, penuh semangat, dan selalu murah hati kepada siapa pun. Dalam percakapan dengan media kami, dr. Pito mengaku telah menjalin persahabatan dengan almarhumah sejak tahun 2016, saat keduanya memulai perjalanan panjang sebagai mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang.
“Selama sepuluh tahun berteman, saya tidak pernah melihat Icha menyakiti hati orang lain. Dia rajin, tepat waktu, dan selalu menjadi yang pertama tersenyum di ruang kuliah atau di bangsal rumah sakit tempat kami praktik,” ungkap dr. Pito. Persahabatan yang terjalin sejak masa orientasi mahasiswa baru itu terus bertahan hingga keduanya menyandang gelar dokter dan menjalani penempatan di berbagai fasilitas kesehatan.
“Icha adalah sosok yang sangat rajin dan ramah terhadap semua orang. Dia bukan hanya cerdas secara akademik, tapi juga punya hati yang besar. Saat teman-teman mengalami kesulitan, dia selalu menjadi yang pertama menawarkan bantuan. Kehilangan dia adalah pukulan yang sangat berat bagi kami semua,” kenang dr. Pito dengan suara bergetar.
Menurut laporan dari Beritaseputar.com, dr. Icha diduga mengalami depresi setelah berhadapan dengan intimidasi yang melibatkan dua legislator daerah tersebut. Kasus ini kini menjadi perhatian publik dan mendorong berbagai pihak untuk menyerukan perlindungan terhadap tenaga kesehatan, terutama yang bertugas di daerah dengan pengawasan terbatas. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan sejumlah organisasi profesi turut menyuarakan kecaman atas dugaan perundungan yang dialami almarhumah.
Di mata para sahabat dan dosennya, dr. Icha dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dalam kegiatan sosial. Semasa kuliah, ia kerap menjadi relawan dalam bakti sosial di desa-desa terpencil, memberikan penyuluhan kesehatan, dan menjadi tempat curhat bagi teman-temannya yang sedang mengalami masa sulit. Kepribadiannya yang terbuka dan tanpa sekat membuatnya mudah diterima di berbagai kalangan.
Dr. Pito berharap agar kasus ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak, agar intimidasi dalam bentuk apa pun tidak lagi terjadi di lingkungan kerja, terutama bagi tenaga kesehatan yang sedang berjuang di garis depan pelayanan masyarakat. “Kami kehilangan bukan hanya seorang dokter, tetapi seorang manusia luar biasa yang selalu percaya pada kebaikan,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini, termasuk memeriksa rekaman komunikasi dan meminta keterangan saksi-saksi. Dua anggota DPRD yang diduga terlibat belum memberikan pernyataan resmi. Sementara itu, keluarga besar dr. Icha menolak berkomentar dan meminta waktu untuk berduka secara tertutup.
Bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan kesehatan mental, jangan ragu untuk menghubungi hotline atau klinik psikologi terdekat. Setiap nyawa berharga dan bantuan selalu tersedia di sekitar kita.
Comments (0)