Rumah Pengacara di Ciracas Diserang Bom Molotov, Pagar Terbakar Dini Hari
Jakarta - Masyarakat di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, digegerkan oleh insiden pelemparan bom molotov yang menyasar rumah seorang pengacara pada Rabu dini hari (1/7/2026). Peristiwa nahas itu terja
Jakarta - Masyarakat di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, digegerkan oleh insiden pelemparan bom molotov yang menyasar rumah seorang pengacara pada Rabu dini hari (1/7/2026). Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 02.04 WIB dan beruntung tidak menelan korban jiwa. Namun, api yang muncul sempat membakar bagian pagar depan rumah korban dan membuat suasana permukiman yang tenang seketika berubah heboh.
Berdasarkan laporan yang dihimpun Beritaseputar.com, rumah yang menjadi sasaran adalah milik Sulardi, seorang pengacara yang tinggal di lingkungan tersebut. Rekaman amatir warga yang viral di media sosial memperlihatkan jelas jilatan api berkobar di bagian bawah pagar, sementara sejumlah warga berusaha mendekat untuk memadamkannya dengan peralatan seadanya. Suara teriakan warga yang panik juga terdengar dalam video, menandakan betapa mendadaknya kejadian itu.
Kronologi Versi Saksi Mata
Seorang saksi yang enggan disebutkan namanya mengaku mendengar suara seperti botol kaca pecah sebelum api tiba-tiba menyala. Saksi tersebut langsung keluar rumah dan melihat kobaran api sudah melalap pagar depan rumah Sulardi.
“Saya kaget, tiba-tiba ada suara seperti botol pecah, lalu api menyala di pagar. Kami langsung keluar dan berusaha memadamkan api sebelum merembet. Alhamdulillah tidak sampai masuk ke rumah,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Warga sekitar berinisiatif memadamkan api dengan alat pemadam ringan dan air seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba. Meski api tidak sampai menjalar ke bangunan utama, kerusakan pada pagar besi cukup signifikan di bagian bawah yang hangus terbakar. Lingkungan yang selama ini dikenal aman pun sontak diliputi rasa khawatir setelah kejadian tersebut.
Polisi Dalami Motif Pelaku
Unit Reskrim Polsek Ciracas segera melakukan olah TKP setelah menerima laporan dari warga. Sejumlah barang bukti, termasuk pecahan botol diduga bom molotov dan sisa cairan bahan bakar, dikumpulkan untuk pengujian laboratorium. Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki kemungkinan motif di balik aksi pelemparan itu, apakah terkait persoalan pribadi, profesi korban sebagai pengacara, atau faktor lain.
“Kami sudah memeriksa beberapa saksi dan sedang menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi. Mohon waktu untuk mengembangkan penyelidikan ini,” kata seorang petugas di Mapolsek Ciracas kepada media kami.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab. Keluarga korban memilih tidak banyak memberikan keterangan demi menjaga proses penyelidikan. Sementara itu, warga berharap pelaku segera tertangkap agar keamanan lingkungan kembali pulih. Tim Beritaseputar.com akan terus memantau perkembangan terbaru dari peristiwa ini.
Comments (0)