Jokowi Bakal Lanjut Safari Politik ke NTT, PDIP: Sebaiknya Bawa Ijazah
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan melanjutkan rangkaian safari politiknya ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jawa Barat, setelah sebelumnya mengunjungi Lampung. Rencana kunjungan in
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan melanjutkan rangkaian safari politiknya ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jawa Barat, setelah sebelumnya mengunjungi Lampung. Rencana kunjungan ini memicu beragam reaksi, salah satunya datang dari jajaran Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Seorang politisi senior partai berlambang banteng itu menyampaikan imbauan khusus yang menyentil isu personal mantan kepala negara tersebut.
Saran Spesifik untuk Jokowi
Menurut laporan yang dihimpun media kami, Sabtu (4/7/2026), Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira yang juga menjabat sebagai anggota DPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTT I angkat bicara. Ia secara blak-blakan menyarankan agar Jokowi membawa dokumen penting yang selama ini kerap menjadi perbincangan publik saat bertandang ke provinsi kepulauan itu.
"Sebaiknya kalau ke sana (NTT) bawa ijazahnya sehingga, kalau ditanya, tunjukkan ke masyarakat,"
Pernyataan ini disampaikan Andreas saat dihubungi awak Beritaseputar.com. Ucapan tersebut jelas bukan sekadar saran administratif, melainkan merujuk pada polemik panjang seputar keabsahan dokumen pendidikan Jokowi yang sempat mengemuka di ruang publik beberapa waktu terakhir. Di NTT, masyarakat dinilai kritis dan terbuka, sehingga potensi pertanyaan mengenai rekam jejak pendidikan mantan presiden bisa saja mencuat di berbagai forum pertemuan.
Konteks Safari Politik Lanjutan
Safari politik Jokowi ke Lampung sebelumnya menjadi perhatian karena dianggap sebagai langkah konsolidasi pasca tidak lagi menjabat. Rangkaian kunjungan ke beberapa daerah ini memunculkan spekulasi adanya agenda politik tertentu—entah dalam rangka memperkuat basis dukungan untuk kepentingan pribadi, keluarga, atau bahkan membentuk aliansi baru menjelang kontestasi pemilu mendatang. NTT sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu kantong suara PDIP yang cukup solid, sehingga kehadiran Jokowi di sana berpotensi menciptakan dinamika politik yang menarik.
Tak hanya dengan PDIP, hubungan Jokowi dengan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu memang dilaporkan sempat renggang pascalengser. Ungkapan Andreas Hugo Pareira bisa dibaca sebagai sinyal masih adanya ganjalan di antara mantan kader partai tersebut. Apalagi, ia menyebut ijazah secara spesifik—sebuah isu yang sempat menjadi alat serangan politik dari sejumlah lawan semasa Jokowi berkuasa. Kini, nada itu kembali terdengar dari internal PDIP yang kini berada di luar lingkaran pemerintahan Prabowo Subianto.
Di sisi lain, belum ada respons resmi dari pihak Jokowi atau perwakilannya terkait saran membawa ijazah tersebut. Yang jelas, safari politik eks Gubernur DKI Jakarta itu tetap akan berlanjut, dan publik menanti bagaimana sambutan warga NTT terhadap kunjungan yang dijadwalkan dalam waktu dekat ini. Pertemuan dengan tokoh adat, agama, hingga masyarakat sipil diperkirakan akan mewarnai agenda Jokowi di provinsi berbasis mayoritas Kristen itu.
Media kami akan terus memantau perkembangan rencana perjalanan politik mantan presiden, termasuk potensi kunjungannya ke Jawa Barat yang juga disebut-sebut akan menjadi destinasi berikutnya. Respon dari berbagai pemangku kepentingan di NTT akan menjadi bumbu penting dalam mengukur suhu politik regional yang kian hangat.
Comments (0)