RSUD Syarif Idrus Kubu Raya Terapkan Akses Ramah Disabilitas

Kubu Raya, Beritaseputar.com – Di tengah hamparan lahan gambut dan akses jalan yang kerap menjadi tantangan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tuan Besar Syar

Jul 13, 2026 - 11:44
0 0
RSUD Syarif Idrus Kubu Raya Terapkan Akses Ramah Disabilitas

Kubu Raya, Beritaseputar.com – Di tengah hamparan lahan gambut dan akses jalan yang kerap menjadi tantangan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tuan Besar Syarif Idrus di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, kini menorehkan babak baru pelayanan kesehatan yang inklusif. Rumah sakit terpencil yang menjadi sasaran program Quick Win Kementerian Kesehatan ini resmi menghadirkan fasilitas aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, memastikan semua warga—tanpa terkecuali—dapat menikmati layanan medis dengan bermartabat.

Transformasi ini menjadi tonggak penting, mengingat RSUD Tuan Besar Syarif Idrus melayani lebih dari 300 ribu jiwa di wilayah yang infrastrukturnya masih berkembang. Sebelumnya, pasien disabilitas seringkali harus digendong oleh keluarga atau petugas hanya untuk mencapai ruang periksa, sebuah realitas yang kini perlahan terkikis.

Transformasi Infrastruktur dan Layanan

Langkah pertama yang paling terlihat adalah pembangunan jalur landai (ramp) di setiap pintu masuk, lengkap dengan pegangan rambat yang memenuhi standar ergonomi. Tak berhenti di situ, area parkir kini memiliki 4 slot khusus yang terhubung langsung dengan guiding block—jalur pemandu bertekstur untuk penyandang tunanetra—menuju lobi utama. Toilet ramah disabilitas juga dibangun di tiap lantai, dilengkapi tombol darurat dan ruang yang cukup untuk manuver kursi roda.

Inovasi lain yang patut dicatat adalah pemasangan papan informasi berhuruf braille di sejumlah titik strategis dan tersedianya kursi roda cadangan yang bisa dipinjam tanpa biaya. Petugas keamanan dan perawat garis depan pun telah mengikuti pelatihan komunikasi dasar menggunakan bahasa isyarat, memangkas sekat interaksi yang selama ini menjadi kendala.

“Kami ingin menegaskan bahwa akses kesehatan adalah hak fundamental. Jika rumah sakit di kota besar bisa menyediakan ini, mengapa kami di sini tidak? Program Quick Win memberi kami momentum untuk membuktikan bahwa pelayanan inklusif bisa hadir meski anggaran terbatas dan letak geografis menantang,” ujar dr. Maya Sari, M.Kes., Direktur RSUD Tuan Besar Syarif Idrus, saat diwawancarai pada Jumat (6/2/2026).

Dampak Nyata Program Quick Win

Program Quick Win sendiri merupakan inisiatif akselerasi yang digulirkan Kementerian Kesehatan sejak akhir 2025. Fokusnya adalah membawa perubahan konkret dalam waktu enam bulan di 100 rumah sakit daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). RSUD Tuan Besar Syarif Idrus menjadi salah satu dari tiga RS di Kalimantan Barat yang terpilih, dengan alokasi dana stimulan sebesar Rp2,1 miliar khusus untuk paket aksesibilitas.

Hasilnya langsung terasa. Berdasarkan data rekam medis, kunjungan pasien disabilitas pada Januari 2026 melonjak 27% dibandingkan rata-rata bulanan tahun sebelumnya. Peningkatan paling signifikan terjadi pada layanan fisioterapi dan konsultasi penyakit dalam, yang selama ini sulit dijangkau lantaran hambatan fisik.

AspekSebelum (2025)Sesudah (2026)
Jalur LandaiTidak tersedia, pasien diangkat manual4 ramp utama dengan handrail
Toilet Disabilitas0 unit3 unit di tiap lantai
Signage BrailleTidak ada12 titik tersebar
Slot Parkir Khusus0 slot4 slot strategis

Seorang pasien, Siti Nurhaliza (42), penyandang tunadaksa asal Kecamatan Sungai Raya, mengaku baru pertama kali merasakan kemandirian saat berkunjung ke rumah sakit. Matanya berkaca-kaca saat menceritakan pengalamannya.

“Dulu setiap kontrol, saya pasti minta tolong anak saya untuk menggendong naik tangga. Sekarang semua rata, saya bisa duduk di kursi roda, meluncur sendiri, dan periksa tanpa merasa jadi beban. Rasanya seperti dihargai kembali sebagai manusia,” ujarnya dengan suara bergetar.

Harapan dan Keberlanjutan

Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antara manajemen rumah sakit, Dinas Kesehatan Kubu Raya, dan konsultan aksesibilitas yang didatangkan oleh pusat. Ke depan, RSUD Tuan Besar Syarif Idrus berkomitmen melakukan audit aksesibilitas berkala setiap tahun, memastikan tidak ada fasilitas yang terbengkalai atau menurun kualitasnya. Keterlibatan komunitas disabilitas lokal dalam evaluasi juga menjadi prioritas.

Meski demikian, tantangan tetap menghadang. Pemeliharaan jalur pemandu di area luar ruangan masih bergantung pada kondisi cuaca, sementara tenaga terlatih bahasa isyarat masih perlu regenerasi. Namun, semangat untuk mempertahankan standar ini sudah tertanam.

“Perubahan ini bukan proyek sekali jadi. Kami sudah menyusun rencana jangka menengah, termasuk menyekolahkan dua perawat untuk sertifikasi bahasa isyarat tahun ini dan memperbanyak titik braille di unit rawat inap,” tambah dr. Maya Sari.

Transformasi di RSUD Syarif Idrus menjadi bukti bahwa wilayah terpencil bukan alasan untuk abai pada hak penyandang disabilitas. Dengan komitmen kuat dan dukungan kebijakan yang tepat sasaran, layanan kesehatan inklusif dapat menjadi kenyataan, membawa senyum dan harapan baru bagi mereka yang selama ini termarjinalkan.

[SOCIAL_TWEET]: Kini pasien disabilitas tak perlu digendong lagi di RSUD Syarif Idrus Kubu Raya! Ramp, toilet braille, & kursi roda gratis hadir lewat program Quick Win. Kesehatan inklusif nyata di daerah terpencil. #AksesDisabilitas #QuickWin #KubuRaya[SOCIAL_TG]: 🏥 RSUD Syarif Idrus Kubu Raya kini ramah disabilitas! Ramp, toilet braille, kursi roda gratisan, semua hadir lewat program Quick Win Kemenkes. Pasien: "Rasanya seperti dihargai kembali sebagai manusia." Baca selengkapnya!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User