Rosan Jawab Alasan Danantara Belum Umumkan Laporan Keuangan
Beritaseputar.com, Jakarta — Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, akhirnya memberikan penjelasan mengapa lembaga yang dipimpinnya hingga kini b
Beritaseputar.com, Jakarta — Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, akhirnya memberikan penjelasan mengapa lembaga yang dipimpinnya hingga kini belum merilis laporan keuangan secara resmi. Badan yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2025 ini berada di bawah sorotan publik lantaran transparansi menjadi salah satu janji utama pembentukannya.
Dalam keterangan yang dihimpun media kami, Rosan mengungkapkan bahwa laporan keuangan Danantara memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan perusahaan pada umumnya. Perbedaan mendasar itu terletak pada sifatnya yang merupakan hasil konsolidasi dari seluruh laporan keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah payung pengelolaan Danantara.
"Danantara bukan entitas tunggal biasa. Laporan keuangannya merupakan gabungan dari puluhan BUMN yang kini ada dalam portofolio kami. Jadi tidak bisa disamakan dengan laporan keuangan korporasi biasa yang hanya mencerminkan satu entitas saja," ujar Rosan dalam penjelasan yang dikutip laporan kami.
Rosan merinci lebih lanjut bahwa terdapat dua kategori BUMN yang laporan keuangannya harus dikonsolidasikan. Pertama, adalah BUMN yang bersifat terbuka (Tbk.) dan telah tercatat di bursa saham. Menurutnya, emiten-emiten BUMN tersebut telah menyampaikan laporan keuangan mereka paling lambat pada Maret 2026 sesuai dengan ketentuan dari otoritas pasar modal.
Kedua, adalah BUMN yang bersifat tertutup atau tidak melantai di bursa. Untuk kategori ini, batas akhir penyampaian laporan keuangan baru akan jatuh pada akhir bulan ini. Artinya, masih ada sebagian data yang harus ditunggu sebelum Danantara bisa merampungkan proses konsolidasi dan menyajikan laporan keuangan yang utuh serta akurat.
"Kami sangat mengedepankan prinsip akurasi dan kehati-hatian. Tidak mungkin kami merilis laporan keuangan setengah-setengah hanya demi mengejar kecepatan. Kami ingin menyajikan informasi yang benar-benar komprehensif kepada publik dan pemangku kepentingan," imbuhnya.
Penjelasan ini sekaligus merespons keraguan sejumlah pihak yang mempertanyakan komitmen keterbukaan Danantara sebagai badan pengelola investasi strategis negara. Lembaga ini digadang-gadang akan menjadi motor pengelolaan aset negara secara profesional dengan standar tata kelola yang setara dengan lembaga serupa di tingkat global.
Dengan konsolidasi yang tengah berlangsung, Danantara berjanji laporan keuangan akan diumumkan begitu seluruh data dari BUMN tertutup telah diterima dan diverifikasi. Media kami akan terus memantau perkembangan ini dan memberikan informasi terbaru segera setelah laporan resmi dirilis ke publik.
Comments (0)