Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

RI dan Belarus Genjot Perdagangan hingga US$ 500 Juta, 17 MoU Diteken

Jakarta - Pemerintah Indonesia menargetkan nilai perdagangan bilateral dengan Belarus melonjak menjadi US$ 500 juta, naik lebih dari dua kali lipat dari posisi saat ini yang berada di kisaran US$ 2

Jul 08, 2026 - 06:06
0 0
RI dan Belarus Genjot Perdagangan hingga US$ 500 Juta, 17 MoU Diteken

Jakarta - Pemerintah Indonesia menargetkan nilai perdagangan bilateral dengan Belarus melonjak menjadi US$ 500 juta, naik lebih dari dua kali lipat dari posisi saat ini yang berada di kisaran US$ 220 juta. Ambisi tersebut mengemuka dalam forum bisnis yang digelar di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan target peningkatan itu seusai melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Perdana Menteri Republik Belarus, Viktor Karankevich. Pertemuan strategis ini sekaligus menjadi pijakan penting menjelang rencana kunjungan kenegaraan Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, ke Indonesia yang dijadwalkan pada 1 Juli 2026 mendatang.

Dalam forum yang difasilitasi oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia itu, kedua negara menunjukkan komitmen penguatan hubungan ekonomi melalui penandatanganan 17 nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antarpelaku usaha dari berbagai sektor.

"Pada kesempatan ini tadi disaksikan 17 MoU Business to Business dan kita melihat bahwa perdagangan Indonesia dengan Belarus yang nilainya sekitar US$ 220 juta ini sudah meningkat sejak kita menandatangani I-EAEU," ujar Airlangga kepada awak media.

Manfaat Perjanjian Dagang I-EAEU

Kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan Belarus mengalami peningkatan signifikan sejak kedua negara menandatangani perjanjian perdagangan bebas dalam kerangka Indonesia-Eurasian Economic Union (I-EAEU). Perjanjian ini membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk Indonesia ke kawasan Eurasia, termasuk Belarus sebagai salah satu negara anggotanya.

Laporan dari media kami mencatat, lonjakan perdagangan ini didorong oleh penguatan di sektor industri strategis. Kedua pihak sepakat untuk memperluas kolaborasi dalam bidang manufaktur alat berat serta pengembangan industri pupuk. Sektor-sektor tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk saling melengkapi kebutuhan pasar domestik masing-masing negara.

Penandatanganan 17 MoU lintas sektor ini menjadi bukti nyata antusiasme dan kepercayaan pelaku usaha dari kedua negara. Meski detail teknis dari masing-masing kesepakatan bisnis tersebut belum diungkap sepenuhnya, langkah ini diyakini akan memperkokoh rantai pasok dan membuka peluang investasi baru antara Indonesia dan Belarus.

Persiapan Kunjungan Presiden Lukashenko

Kunjungan Wakil Perdana Menteri Viktor Karankevich beserta delegasi bisnisnya merupakan bagian dari serangkaian persiapan matang jelang kedatangan Presiden Alexander Lukashenko ke Tanah Air pada awal Juli mendatang. Kunjungan kepala negara tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan diplomatik yang telah terjalin harmonis selama ini.

Dengan tercapainya target US$ 500 juta, Belarus akan semakin mengukuhkan posisinya sebagai mitra strategis Indonesia di kawasan Eropa Timur. Bagi Indonesia, peningkatan volume perdagangan ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendiversifikasi pasar ekspor dan mengurangi ketergantungan pada mitra dagang tradisional.

Media kami akan terus memantau perkembangan signifikan dari implementasi nota kesepahaman ini serta agenda resmi kunjungan Presiden Alexander Lukashenko pada pekan depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rina-wulandari

Editor Hiburan. Editor hiburan dan budaya populer.

Comments (0)

User