Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Produktivitas Tambak Garam Pasuruan Terus Digenjot

Pasuruan – Musim panen garam telah tiba di kawasan tambak rakyat Kabupaten Pasuruan. Para petambak mulai memanen kristal putih yang menjadi komoditas strategis nasional ini. Pemerintah, melalui b

Jul 08, 2026 - 00:31
0 0
Produktivitas Tambak Garam Pasuruan Terus Digenjot

Pasuruan – Musim panen garam telah tiba di kawasan tambak rakyat Kabupaten Pasuruan. Para petambak mulai memanen kristal putih yang menjadi komoditas strategis nasional ini. Pemerintah, melalui berbagai program, terus mendorong peningkatan produktivitas tambak serta menjaga keberlanjutan lahan sebagai bagian dari upaya mencapai swasembada garam pada 2027.

Berdasarkan pantauan Beritaseputar.com di lapangan, sejumlah petambak di pesisir utara Pasuruan tampak sibuk mengumpulkan garam yang sudah mengkristal di atas meja-meja tambak. Cuaca kemarau yang cukup panjang memberikan harapan hasil panen yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya, meskipun tantangan efisiensi lahan dan fluktuasi harga masih membayangi.

Dorongan Teknologi dan Infrastruktur

Untuk memacu produktivitas, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama pemerintah daerah memperkenalkan teknologi geomembran pada sebagian tambak percontohan. Teknologi ini mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas garam dengan mempercepat proses kristalisasi serta mengurangi kontaminasi tanah. “Kami dorong petambak beralih dari metode tradisional ke semi intensif, terutama penggunaan geomembran dan sistem ulir,” ujar seorang pejabat Dinas Perikanan setempat, dikutip Beritaseputar.com.

“Dengan pendampingan rutin, kami targetkan produktivitas naik dari rata-rata 60 ton per hektare per tahun menjadi 100 ton per hektare dalam dua musim ke depan.”

Selain teknologi, pemerintah juga membenahi infrastruktur saluran air dan penampungan air laut agar distribusinya lebih merata ke seluruh petak tambak. Program perbaikan saluran primer ini dianggarkan melalui APBD dan dana alokasi khusus, sejalan dengan peta jalan swasembada garam nasional.

Jaga Lahan, Jaga Kesejahteraan

Aspek penting lain yang menjadi perhatian adalah perlindungan lahan tambak dari alih fungsi. Menurut data yang dihimpun media kami, luas lahan tambak garam di Pasuruan menyusut sekitar 5% dalam lima tahun terakhir akibat konversi menjadi perumahan dan kawasan industri. Pemerintah pun menerbitkan regulasi kawasan lindung tambak rakyat untuk meminimalkan ancaman tersebut.

Seorang petambak senior bernama Mustofa (52) mengaku lega dengan adanya kepastian status lahan. “Kalau lahan terus menyusut, produksi pasti turun. Sekarang kami lebih tenang karena ada dukungan dari pemerintah, termasuk perbaikan jalan produksi,” katanya saat ditemui Beritaseputar.com di lokasi tambak.

Kenaikan produktivitas dan stabilitas lahan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan industri dalam negeri, tetapi juga mengurangi impor garam, terutama untuk garam konsumsi beryodium. Target swasembada 2027 mensyaratkan produksi garam nasional mencapai 4,5 juta ton per tahun, dari sebelumnya sekitar 2,5 juta ton. Pasuruan sebagai salah satu sentra utama di Jawa Timur menjadi tulang punggung pencapaian tersebut.

Pemerintah juga mendorong kemitraan antara petambak dan industri pengolahan agar terjadi kepastian pasar. Beberapa koperasi tambak di Pasuruan telah menjalin kontrak pengadaan langsung dengan perusahaan garam nasional. Langkah ini diyakini mampu memutus mata rantai tengkulak yang kerap menekan harga di tingkat petani.

Dengan sinergi antara teknologi, infrastruktur, perlindungan lahan, dan jaminan pasar, produktivitas tambak garam Pasuruan diharapkan konsisten meningkat mampu menyokong cita-cita swasembada garam pada 2027.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rina-wulandari

Editor Hiburan. Editor hiburan dan budaya populer.

Comments (0)

User