Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi Menjajaki Konektivitas Sabang–Andaman

Hubungan bilateral Indonesia dan India memasuki babak baru dengan disepakatinya pengembangan konektivitas maritim antara Sabang, Aceh, dan Kepulauan Andaman dan Nikobar. Kesepakatan ini diumumkan lan

Jul 08, 2026 - 08:29
0 0
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi Menjajaki Konektivitas Sabang–Andaman

Hubungan bilateral Indonesia dan India memasuki babak baru dengan disepakatinya pengembangan konektivitas maritim antara Sabang, Aceh, dan Kepulauan Andaman dan Nikobar. Kesepakatan ini diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto usai menerima kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (7/7/2026).

Kedua negara berkomitmen untuk memperkuat konektivitas fisik yang akan menghubungkan masyarakat kedua bangsa secara lebih erat. India akan mengembangkan pelabuhan di Kepulauan Andaman dan Nicobar, sementara Indonesia akan membangun dan memperluas Pelabuhan Sabang di ujung barat Aceh. Titik simpul ini dinilai strategis mengingat letaknya yang bersisian langsung di jalur pelayaran internasional Selat Malaka.

“Saya menyampaikan dukungan terhadap pembangunan pelabuhan di Kepulauan Andaman dan Nicobar di India dan juga pengembangan dan pembangunan Pelabuhan Sabang di Aceh sebagai penghubung strategis antara Pulau Sabang dan Kepulauan Andaman dan Nicobar di India,” ujar Prabowo dalam keterangan pers bersama.

Prabowo menekankan bahwa proyek ini akan menjadi simbol baru hubungan persahabatan kedua negara. Selain memperlancar arus perdagangan dan logistik, pelabuhan-pelabuhan itu diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata di Aceh dan Andaman-Nikobar. Terciptanya rute pelayaran langsung antara Sabang dan Kepulauan Andaman akan memotong waktu tempuh dan biaya transportasi bagi pelaku usaha di kedua wilayah, sekaligus mengintegrasikan rantai pasok regional.

Penguatan konektivitas ini juga menegaskan peran bersama Indonesia dan India sebagai poros maritim di kawasan Indo-Pasifik. Dalam konteks dinamika geopolitik dan perdagangan global yang terus bergeser, kolaborasi semacam ini memperlihatkan kesamaan visi untuk menjaga jalur laut tetap terbuka dan stabil. Dengan melibatkan pembangunan infrastruktur pelabuhan modern, kedua negara tidak hanya memperkuat kerja sama bilateral tetapi juga menciptakan simpul ekonomi baru di perairan strategis dunia.

Rencana pengembangan ini akan segera dilanjutkan dengan studi kelayakan dan pendalaman teknis, menyusul kesepahaman politik tingkat tinggi yang telah dicapai. Rendahnya jarak geografis antara Sabang dan Andaman—hanya sekitar 90 mil laut—membuka peluang bagi kerja sama bea cukai, keamanan maritim, hingga kemudahan visa bagi wisatawan. Para pelaku industri di Aceh pun menyambut positif rencana tersebut, berharap proyek ini akan menjadi katalis pembangunan ekonomi daerah yang selama ini tertinggal.

Beritaseputar.com melaporkan, pembicaraan antara kedua pemimpin juga mencakup langkah-langkah teknis untuk memastikan keberlanjutan proyek ini di tengah tantangan pendanaan dan lingkungan. Komitmen politik kuat yang ditunjukkan Prabowo dan Modi menjadi fondasi awal untuk mewujudkan Sabang–Andaman sebagai koridor maritim strategis abad ke-21.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
kartika-dewi

Fact Checker. Memverifikasi klaim gaya hidup dan tren.

Comments (0)

User