Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Dolar AS Masih Betah di Level Rp 17.900

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan pelemahan tipis terhadap rupiah pada awal perdagangan hari ini, namun masih bertahan di kisaran Rp 17.900. Berdasarkan laporan Beritaseputar.com yan

Jul 08, 2026 - 08:29
0 0
Dolar AS Masih Betah di Level Rp 17.900

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan pelemahan tipis terhadap rupiah pada awal perdagangan hari ini, namun masih bertahan di kisaran Rp 17.900. Berdasarkan laporan Beritaseputar.com yang mengutip data Bloomberg, Selasa (7/7/2026), mata uang Paman Sam berada pada level Rp 17.992, turun 3 poin atau sekitar 0,02% dari posisi sebelumnya.

Pergerakan ini menandakan bahwa meskipun ada tekanan jual, dolar AS masih cukup kokoh di level psikologis tersebut. Pelemahan dolar terhadap rupiah terjadi seiring dengan sentimen pasar yang mulai mencerna potensi perlambatan kenaikan suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve.

Berdasarkan pantauan Beritaseputar.com, dolar AS tidak hanya melemah terhadap rupiah, tetapi juga terhadap sejumlah mata uang utama dunia, seperti yen Jepang, dolar Australia, pound sterling, euro, dolar Singapura, dan yuan China.

Kondisi ini mengindikasikan adanya pergeseran preferensi investor terhadap aset berdenominasi selain dolar. Faktor domestik seperti meningkatnya aliran modal asing ke pasar obligasi Indonesia turut mendukung penguatan rupiah secara bertahap. Analis yang dihubungi Beritaseputar.com menilai, jika data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini lebih rendah dari ekspektasi, dolar berpotensi melanjutkan pelemahannya hingga ke bawah Rp 17.900.

Di sisi lain, pasar juga mencermati perkembangan perang dagang global dan ketegangan geopolitik yang secara historis sering mendorong permintaan dolar sebagai aset aman. Namun, untuk saat ini, fokus tetap pada kebijakan moneter The Fed yang lebih dovish. Perbedaan suku bunga antara Indonesia dan AS yang menyempit membuat imbal hasil aset rupiah semakin menarik di mata investor global.

Sementara itu, Bank Indonesia terus melakukan langkah stabilisasi untuk menjaga volatilitas rupiah tetap terkendali. Gubernur Bank Indonesia sebelumnya menyatakan bahwa fundamental ekonomi Indonesia yang kuat menjadi salah satu penopang utama nilai tukar. Dengan cadangan devisa yang memadai, bank sentral diyakini mampu meredam gejolak yang berlebihan.

Pelaku pasar valuta asing kini menanti rilis data ekonomi lebih lanjut untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya. Apabila dolar AS bertahan di kisaran Rp 17.900 hingga akhir minggu, itu bisa menjadi sinyal bahwa level tersebut menjadi titik keseimbangan baru untuk sementara waktu. Beritaseputar.com akan terus memantau dinamika nilai tukar dan menyajikan informasi terkini bagi pembaca.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
galih-pratama

Editor Gaya Hidup. Editor tren, komunitas, dan gaya hidup.

Comments (0)

User