Presiden Prabowo: Saya Sedih dan Sakit Hati, Demo Mahasiswa Lampaui Batas

JAKARTA, Beritaseputar.com — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengaku mengalami kesedihan mendalam dan sakit hati setelah ribuan mahasiswa tu

Jul 11, 2026 - 20:58
0 0
Presiden Prabowo: Saya Sedih dan Sakit Hati, Demo Mahasiswa Lampaui Batas

JAKARTA, Beritaseputar.com — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengaku mengalami kesedihan mendalam dan sakit hati setelah ribuan mahasiswa turun ke jalan dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (5/9/2025). Presiden menilai demonstrasi tersebut telah melampaui batas kepantasan dan merendahkan etika intelektual yang semestinya menjadi teladan.

Kronologi Unjuk Rasa dan Reaksi Istana

Demonstrasi yang dimulai pukul 10.00 WIB itu melibatkan ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Jabodetabek, seperti Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, dan Universitas Trisakti. Mereka mengusung sejumlah tuntutan utama: pembatalan kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen yang dirasakan memberatkan daya beli masyarakat, penolakan revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan yang dianggap menguntungkan pengusaha, serta penyesakan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi yang diprotes melemahkan pemberantasan korupsi.

Dalam orasi yang berlangsung selama lima jam, massa mahasiswa menyampaikan kritik pedas terhadap kebijakan pemerintah, ditandai dengan spanduk dan poster bergambar karikatur Presiden serta yel-yel keras. Menurut data Kepolisian Daerah Metro Jaya, peserta aksi mencapai sekitar 2.500 orang dan tidak terjadi kerusuhan berarti.

Presiden Prabowo yang saat itu tengah melakukan kunjungan kerja di Semarang, Jawa Tengah, untuk meresmikan infrastruktur jalan tol, memberikan keterangan pers secara daring pada sore harinya. Dengan suara lirih, ia mengaku terpukul melihat gaya demonstran yang dianggapnya tidak lagi mencerminkan budaya ketimuran.

"Saya ini sedih, sakit hati. Bukan karena dikritik, tetapi cara menyampaikannya sudah melampaui batas kesopanan. Mahasiswa seharusnya menjadi teladan dalam berdemokrasi. Jangan sampai semangat juang dicemari oleh kata-kata kasar dan tindakan yang tidak pantas. Caci maki dan hinaan terhadap pribadi pemimpin bukanlah tradisi luhur bangsa kita,"

tegas Prabowo dalam konferensi tersebut.

Sorotan pada Ujaran dan Poster

Presiden menjelaskan bahwa sejumlah poster dan yel-yel yang dibawa demonstran dinilai mengandung ujaran kebencian serta penghinaan terhadap simbol negara. Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan beberapa peserta membawa spanduk dengan kata-kata kasar yang ditujukan langsung kepada figur Presiden. Meski demikian, panitia aksi mengeklaim seluruh ekspresi itu masih dalam koridor satire politik yang sah.

Juru Bicara Kepresidenan, Ismail Fahmi, dalam keterangan terpisah menegaskan bahwa pemerintah tetap menjunjung tinggi kebebasan berpendapat. Namun, ia mengingatkan bahwa hak tersebut memiliki batasan hukum yang harus dihormati.

"Kritik itu penting, konstruktif. Tapi kalau sudah masuk ranah fitnah, hinaan, dan memecah belah, itu bukan lagi demokrasi. Itu vandalisme verbal. Pemerintah tetap membuka ruang dialog, namun dengan cara yang beradab,"

kata Ismail.

Tanggapan Mahasiswa dan Analisis Pengamat

Koordinator Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat, Putri Anindita, dengan tegas membantah klaim bahwa aksi mereka melampaui batas. Ia menyebut pernyataan Presiden justru mengabaikan substansi tuntutan dan lebih fokus pada gaya penyampaian.

"Kami membawa aspirasi rakyat yang tercekik kebijakan. Bukannya mendengar isi tuntutan, Presiden malah baper. Di negara demokrasi, kritik pedas itu biasa. Publik bisa menilai sendiri siapa yang sebenarnya tidak sopan—yang berdemonstrasi secara damai atau yang melahirkan kebijakan tanpa melibatkan rakyat,"

seru Putri di lokasi demo.

Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Arya Baskara, menilai respons Presiden menunjukkan kerapuhan komunikasi politik. Menurutnya, pemimpin ideal seharusnya mampu meredam emosi dan membuka dialog produktif dengan mahasiswa sebagai mitra kritis.

"Demonstrasi adalah bagian dari katup pengaman demokrasi. Ekspresi sakit hati dari pemimpin tertinggi bisa ditafsirkan sebagai ketidakmampuan menghadapi tekanan publik. Padahal, mahasiswa adalah cerminan idealisme generasi muda. Jika yang dipersoalkan adalah kesopanan, maka pemerintah juga perlu introspeksi: bagaimana selama ini kebijakan disampaikan kepada publik,"

kata Arya.

Demo Berakhir Kondusif, Pro-Kontra Memanas di Medsos

Meski diwarnai tensi tinggi antara peserta dan pihak kepolisian, aksi berakhir damai pada pukul 17.30 WIB. Polisi tidak melakukan tindakan represif dan membiarkan massa bubar tertib. Namun, pernyataan Presiden Prabowo justru memicu gelombang perdebatan di media sosial. Tagar #PrabowoSedih dan #DemoMahasiswa langsung menjadi trending topic di platform X dan Threads. Netizen terbelah: sebagian mendukung perasaan Presiden dan mengecam pola komunikasi yang kasar, sementara yang lain menilai Presiden terlalu sensitif dan mengalihkan isu utama.

Seorang pengguna X dengan akun @budisantoso menulis: “Kalau kritik dibilang gak sopan, lalu bagaimana nasib demokrasi kita?” Sementara itu, akun @putrajaya berkomentar: “Setuju dengan Pak Prabowo. Tidak perlu pakai kata-kata kotor untuk menyampaikan pendapat.”

Pemerintah berjanji akan mengkaji tuntutan mahasiswa, namun tetap menegaskan bahwa seluruh kebijakan yang ada merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Terlepas dari kontroversi, satu hal pasti: hubungan antara istana dan gerakan mahasiswa kembali memanas, menambah babak baru dinamika politik Indonesia menjelang setahun lebih pemerintahan Prabowo-Gibran.

Poin Penting

  • Presiden Prabowo mengungkapkan rasa sedih dan sakit hati karena menilai demo mahasiswa melampaui batas kesopanan.
  • Tuntutan utama mahasiswa meliputi pencabutan kenaikan PPN 12 persen, penolakan revisi UU Ketenagakerjaan, dan penolakan pelemahan KPK.
  • Aksi unjuk rasa berlangsung damai dan polisi tidak melakukan tindakan represif.
  • Pernyataan Presiden menuai pro-kontra, dengan kritik bahwa pemerintah seharusnya lebih fokus pada substansi tuntutan.
  • Pengamat menilai respons emosional Presiden sebagai indikasi kerapuhan komunikasi politik.

FAQ Esensial

Apa yang dimaksud Presiden dengan demo melampaui batas kesopanan?
Presiden Prabowo merujuk pada sejumlah poster, spanduk, dan yel-yel yang dinilai mengandung ujaran kasar, makian pribadi, dan penghinaan terhadap simbol negara. Menurut Presiden, meskipun kritik merupakan bagian dari demokrasi, cara penyampaian yang tidak santun tidak dapat dibenarkan dan mencederai tradisi intelektual mahasiswa.

Apa tuntutan utama mahasiswa dalam demonstrasi tersebut?
Mahasiswa menuntut pembatalan kebijakan kenaikan PPN menjadi 12 persen yang dianggap membebani daya beli rakyat, penolakan terhadap revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan yang dipandang merugikan buruh, serta desakan untuk menghentikan revisi Undang-Undang KPK yang dinilai akan melemahkan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Apakah demonstrasi berlangsung rusuh?
Tidak. Proses aksi unjuk rasa berjalan damai dan tertib sesuai pelaporan Kepolisian Daerah Metro Jaya. Massa peserta sekitar 2.500 orang membubarkan diri setelah menyampaikan orasi, tanpa ada tindakan penangkapan maupun kerusakan fasilitas umum yang signifikan selama aksi berlangsung.

[TAGS]: #DemoMahasiswa, #PrabowoSubianto, #KebebasanBerpendapat, #PPN12Persen, #PolitikIndonesia

[SOCIAL_TWEET]: "Presiden Prabowo akui sedih dan sakit hati atas demo mahasiswa di DPR yang dinilai melampaui batas kesopanan. 'Bukan karena dikritik, tapi caranya tidak pantas,' ujarnya. Mahasiswa balas: 'Kami bawa aspirasi rakyat.' Simak selengkapnya di sini."

[SOCIAL_FB]: "Pernyataan Presiden Prabowo yang mengaku sedih dan sakit hati usai didemo ribuan mahasiswa memicu perdebatan publik. Dalam aksi damai di DPR, mahasiswa menuntut pencabutan PPN 12% dan penolakan revisi UU Ketenagakerjaan. Presiden menilai cara penyampaian massa sudah melampaui batas kesopanan. Namun, mahasiswa membantah dan menyebut kritik pedas adalah bagian dari demokrasi. Baca lengkapnya di Beritaseputar.com."

[SOCIAL_TG]: "Prabowo Sakit Hati Lihat Demo Mahasiswa: 'Sudah Lampaui Batas Kesopanan'. Ribuan mahasiswa demo di DPR tuntut kenaikan PPN 12% dicabut. Justru Presiden sedih dengan gaya kritik yang dinilai kasar. Selengkapnya klik link ini."

[SOCIAL_THREADS]: "demo mahasiswa bikin presiden sedih dan sakit hati. kata prabowo, aksinya gak sopan, penuh makian. mahasiswa bales: 'kami bawa aspirasi rakyat, bukan cari perhatian'. diskusi netizen pun pecah. ada yang setuju presiden, banyak yang bilang pemimpin jangan baperan. makin panas nih suasana politik kita 🤧 #DemoMahasiswa #Prabowo #PPN12."

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User