Jakarta, Liputan6.com — Jajaran pengurus baru organisasi Jartatel resmi dilantik dalam sebuah
Susunan Lengkap dan Amanat Perubahan Selain ketiga figur utama, formasi kepengurusan Jartatel periode ini diisi oleh sejumlah departemen yang langsung bert
Susunan Lengkap dan Amanat Perubahan
Selain ketiga figur utama, formasi kepengurusan Jartatel periode ini diisi oleh sejumlah departemen yang langsung bertanggung jawab kepada Sekjen. Raymond Hubertus dalam pidato perdananya menekankan bahwa konfigurasi ini dirancang untuk mempercepat pengambilan keputusan sekaligus menjaga akuntabilitas.
“Kami sengaja merampingkan struktur agar responsif terhadap dinamika digital. Tidak ada lagi sekat birokrasi yang hanya memperlambat inovasi,”ujarnya di hadapan ratusan anggota dan tamu undangan yang memenuhi ruang utama.
Bendahara Umum Andika Nugroho: Transparansi Jadi Panglima
Andika Nugroho, pemegang kendali keuangan, langsung menyodorkan cetak biru pengelolaan dana organisasi. Ia menyatakan akan menerapkan sistem pelaporan berbasis real-time dashboard yang bisa diakses oleh seluruh anggota melalui portal internal.
“Setiap rupiah yang masuk dan keluar harus bisa dilacak dalam hitungan menit. Ini bukan sekadar jargon, melainkan amanat Konstitusi Organisasi yang kami junjung tinggi,”tegas Andika. Ia menambahkan, audit independen akan dilakukan dua kali setahun dengan melibatkan kantor akuntan publik bereputasi.
Sekjen Sony Setiadi: Konsolidasi dan Regenerasi
Sementara itu, Sony Setiadi yang bertanggung jawab atas operasional harian mengumumkan paket “Satu Data Satu Suara”. Program itu bertujuan mengintegrasikan basis data anggota di 34 provinsi, memudahkan penyaluran bantuan hukum, pelatihan, hingga pembiayaan mikro. Sony berjanji dalam 100 hari pertama akan terbentuk sekretariat virtual yang melayani 24 jam.
“Kita akan sulit maju jika data masih tercecer. Saya pastikan setiap anggota merasakan kehadiran organisasi, bukan hanya saat pelantikan saja,”katanya.
Sejarah dan Relevansi Jartatel di Era Digital
Jartatel—singkatan dari Jaringan Aspirasi Rakyat dan Teknologi—berdiri pada 2008 sebagai wadah bagi kaum profesional muda yang menaruh perhatian pada pemanfaatan teknologi informasi untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Organisasi ini kini memiliki lebih dari 12.000 anggota aktif yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan konsentrasi di sektor pertanian digital, telekomunikasi pedesaan, dan inkubator startup lokal. Keberadaan Jartatel kian relevan ketika pemerintah menggencarkan program Desa Digital dan Indonesia Emas 2045 yang menuntut percepatan literasi digital di seluruh pelosok negeri.
Tantangan Lima Tahun ke Depan
Raymond Hubertus tak menutupi fakta bahwa jalan di depan tak sepenuhnya mulus. Ia merinci tiga tantangan utama: pertama, disparitas infrastruktur internet antara Jawa dan luar Jawa masih tinggi; kedua, rendahnya tingkat kepercayaan publik terhadap organisasi nirlaba pasca-maraknya kasus penyalahgunaan dana sosial; dan ketiga, kompetisi global yang menuntut anggota Jartatel untuk terus meningkatkan keahlian.
“Kami akan gandeng kementerian teknis, BUMN, dan perusahaan teknologi global untuk mewujudkan ekosistem yang saling menguntungkan. Tidak ada lagi mentalitas bergantung pada proyek pemerintah semata,”pungkas Raymond sembari menyebut beberapa nota kesepahaman yang sudah dalam tahap finalisasi.
Dukungan Eksternal dan Harapan Publik
Pelantikan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Siber dan Sandi Negara, serta sejumlah asosiasi profesi. Seorang pejabat Kominfo dalam sambutannya mengapresiasi langkah Jartatel yang mendorong transparansi berbasis teknologi. “Ini menjadi contoh baik bagi organisasi masyarakat untuk mengadopsi tata kelola modern,” ucapnya. Publik pun menaruh harapan besar agar Jartatel di bawah nahkoda baru mampu melahirkan program yang benar-benar menyentuh lapisan bawah, terutama petani dan nelayan yang selama ini kesulitan mengakses informasi pasar dan pembiayaan.
[SOCIAL_TWEET]: Raymond Hubertus resmi pimpin Jartatel periode 2025–2030 didampingi Andika Nugroho (Bendahara Umum) dan Sony Setiadi (Sekjen). Tiga pilar program: transparansi keuangan digital, konsolidasi data 34 provinsi, dan kemitraan global. #Jartatel #KepengurusanBaru #Digitalisasi [SOCIAL_TG]: 🔔 Pengurus Baru Jartatel Dilantik! Raymond Hubertus (Ketum), Andika Nugroho (Bendahara Umum), dan Sony Setiadi (Sekjen) resmi memimpin periode 2025–2030. ✅ Keuangan transparan via dashboard real-time ✅ Data 34 provinsi terintegrasi dalam 100 hari ✅ Kemitraan strategis untuk atasi kesenjangan digital Info lengkap: Beritaseputar.com
Comments (0)