Prabowo Jengkel Ada Bos BUMN yang Rugi Tapi Tetap Minta Bonus!
Bangkalan, Jawa Timur – Presiden Prabowo Subianto menyatakan kekesalannya terhadap jajaran direksi dan komisaris BUMN yang masih mengajukan bonus meskipun perusahaan yang dipimpinnya tengah merugi.
Bangkalan, Jawa Timur – Presiden Prabowo Subianto menyatakan kekesalannya terhadap jajaran direksi dan komisaris BUMN yang masih mengajukan bonus meskipun perusahaan yang dipimpinnya tengah merugi. Dalam forum resmi, Prabowo menyoroti ironi ini karena para pimpinan BUMN tersebut sudah bergaji hingga puluhan juta rupiah per bulan.
“Ada BUMN yang sekarang merugi, tapi direksinya minta bonus. Itu kan tidak masuk akal. Gajinya saja sudah puluhan juta, masih minta bonus. Ini membebani keuangan BUMN dan negara,” ujar Prabowo dengan nada geram di hadapan peserta Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Bangkalan, Selasa (23/6/2026), seperti dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.
Beban Gaji dan Bonus di BUMN
Presiden Prabowo menekankan bahwa beban remunerasi di tubuh BUMN sering kali tidak sebanding dengan kinerja perusahaan. Ia mencontohkan, satu BUMN bisa memiliki empat direksi dan empat komisaris. Dengan gaji masing-masing mencapai puluhan juta rupiah, total pengeluaran untuk posisi-posisi tersebut sudah sangat besar. Ditambah lagi klaim bonus yang diajukan saat perusahaan merugi, hal ini dinilai semakin memperparah kondisi keuangan BUMN.
“Bayangkan, dalam satu BUMN ada 4 direksi dan 4 komisaris. Masing-masing sudah bergaji tinggi. Kalau masih minta bonus saat perusahaan rugi, ya jelas memberatkan. Ini bukan hanya soal etika, tapi juga tanggung jawab terhadap negara,” tegasnya.
Arahan untuk Perbaikan Tata Kelola
Prabowo mengisyaratkan akan melakukan evaluasi terhadap kinerja dan sistem remunerasi di BUMN. Ia meminta agar seluruh jajaran direksi dan komisaris lebih fokus pada restrukturisasi dan efisiensi, bukan sekadar mengejar bonus pribadi. Menurutnya, BUMN adalah aset negara yang harus dikelola dengan akuntabilitas tinggi, dan bukan menjadi beban baru bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Kita tidak bisa biarkan BUMN terus merugi sementara para pimpinannya minta bonus. Itu keterlaluan. Saya akan tertibkan ini,” ujar Prabowo.
Pernyataan keras Presiden ini disambut tepuk tangan peserta acara. Langkah Presiden untuk menertibkan tata kelola BUMN dinilai sejalan dengan komitmen pemerintah dalam membangun ekonomi yang bersih dan berkelanjutan.
Berdasarkan laporan yang dihimpun Beritaseputar.com, sejumlah BUMN pada tahun 2025 memang masih mencatatkan kerugian. Masalah bonus ini menjadi sorotan publik setelah sebelumnya sejumlah BUMN strategis juga dikritik karena beban operasional yang gemuk meski belum mencatatkan laba. Pemerintah pun berencana melakukan merger dan restrukturisasi untuk memperkuat daya saing BUMN.
Comments (0)