Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Pengusaha Curhat Tanggung Beban Ganda: Pelemahan Rupiah dan Kenaikan Suku Bunga

Jakarta - Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menyampaikan keluhan terkait tekanan baru yang membebani aktivitas bisnis. Tekanan itu datang dari kenaikan suk

Jul 08, 2026 - 00:38
0 0
Pengusaha Curhat Tanggung Beban Ganda: Pelemahan Rupiah dan Kenaikan Suku Bunga

Jakarta - Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menyampaikan keluhan terkait tekanan baru yang membebani aktivitas bisnis. Tekanan itu datang dari kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) yang kini bertengger di level 5,75%, bersamaan dengan suku bunga deposit facility di angka 4,75%, dan lending facility sebesar 6,50%. Situasi ini diperparah oleh kondisi nilai tukar rupiah yang sudah terlanjur melemah cukup dalam, menciptakan beban ganda bagi para pelaku usaha.

Beban Ganda di Tengah Ketidakpastian

Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO, Bob Azam, mengungkapkan bahwa kenaikan BI rate menjadi beban tambahan yang signifikan. Dalam keterangannya kepada awak media di kantor APINDO, Selasa (23/6/2026), ia menyoroti bahwa kebijakan kenaikan suku bunga ini diambil pada saat yang kurang tepat, yaitu ketika rupiah sudah mengalami depresiasi yang cukup tajam. "Jadi beban kita jadi dua, rupiah sudah terlanjur kepeleset, suku bunga juga naik," keluhnya.

Bob menambahkan, idealnya BI rate sudah disesuaikan jauh-jauh hari sebelum pelemahan rupiah semakin dalam. Menurutnya, langkah antisipatif akan lebih efektif dalam meredam gejolak daripada merespons setelah tekanan terjadi. Kondisi ini dinilai menambah kompleksitas bagi pengusaha yang sedang berjuang mempertahankan margin di tengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik.

Tekanan dari dua arah ini memaksa banyak pelaku usaha untuk menghitung ulang strategi operasional, terutama yang berkaitan dengan pinjaman modal kerja dan investasi. Kenaikan suku bunga otomatis meningkatkan biaya pinjaman, sementara pelemahan rupiah berdampak pada mahalnya biaya impor bahan baku dan barang modal. APINDO berharap adanya koordinasi kebijakan yang lebih proaktif dari otoritas moneter dan pemerintah untuk menopang daya saing dunia usaha di tengah tantangan yang semakin berat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
eko-saputra

Editor Nasional. Editor isu nasional dekat kehidupan sehari-hari.

Comments (0)

User