Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Prabowo dan Modi Resmikan Restorasi 10 Tahun Candi Prambanan

Langit Sleman siang itu cerah, namun sinar matahari yang jatuh di atas batu-batu abu-abu Candi Prambanan tak mampu menyembunyikan luka sejarah yang terpaha

Jul 08, 2026 - 13:09
0 0
Prabowo dan Modi Resmikan Restorasi 10 Tahun Candi Prambanan

Langit Sleman siang itu cerah, namun sinar matahari yang jatuh di atas batu-batu abu-abu Candi Prambanan tak mampu menyembunyikan luka sejarah yang terpahat di sana. Rabu, 7 Juni 2026, dua pemimpin negara berjalan berdampingan menyusuri kompleks percandian: Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi. Mereka berhenti sejenak di depan puluhan reruntuhan candi perwara yang berserak di halaman kedua—bisik-bisik masa lalu yang menunggu untuk dibangunkan kembali. Hari itu, sebuah plakat bertuliskan Indonesia-India Collaborative Cultural Heritage Conservation resmi dibuka, menandai dimulainya proyek restorasi yang akan berlangsung selama sepuluh tahun ke depan, dari 2026 hingga 2036.

Lebih dari Sekadar Batu dan Relief

Proyek ini bukan sekadar kerja sama teknis antarnegara. Ia adalah jalinan benang merah peradaban yang menghubungkan dua bangsa serumpun. Lebih dari 200 candi perwara—candi-candi kecil yang mengelilingi candi induk—sebagian besar kini hanya berupa tumpukan batu berserakan, menjadi fokus utama pemugaran. Dalam setiap batu yang jatuh, tersimpan doa dan ambisi para leluhur. Kini, tangan-tangan arkeolog dan pemugar dari kedua negara akan menyusunnya kembali, seperti menyulam kembali ingatan kolektif yang nyaris putus.

“Saya lahir dan besar di desa sebelah. Sejak kecil, saya hanya bisa membayangkan seperti apa rupa candi-candi kecil itu saat masih utuh. Sekarang, mimpi itu bukan cuma milik saya, tapi milik anak-cucu kami,” ujar Sukiman, 64 tahun, warga setempat yang sehari-hari berjualan di pelataran Prambanan. Matanya berkaca-kaca saat menceritakan bagaimana dulu ia sering bermain petak-umpet di antara reruntuhan candi yang kini akan dihidupkan kembali.

Dampak Sosial: Napas Baru bagi Masyarakat Sekitar

Restorasi besar ini bukan hanya soal estetika warisan dunia. Bagi warga sekitar, proyek ini adalah janji kehidupan yang lebih baik. Pelatihan pemugaran batu tradisional, peningkatan fasilitas wisata, hingga penyerapan tenaga kerja lokal menjadi bagian dari rencana jangka panjang. “Proyek ini adalah katalis ekonomi,” bisik hati warga yang selama ini menggantungkan hidup pada wisata candi. Prambanan akan menjadi mesin penggerak yang lebih besar, memutar roda ekonomi dari warung kecil, pemandu wisata, hingga pengrajin lokal.

“Saya dulu kerja serabutan, kadang jadi kuli bangunan. Sekarang saya dilatih jadi juru restorasi batu. Perasaan saya campur aduk—bangga, haru, dan takut salah. Tapi ini kesempatan yang tak akan saya sia-siakan,” kata Anto, 28 tahun, salah satu peserta pelatihan dari Desa Bokoharjo, yang terpilih untuk bergabung dalam tim pemugaran.

Mengikat Dua Bangsa Lewat Warisan

Kerja sama Indonesia-India dalam restorasi ini bukanlah hal baru secara spiritual. Candi Prambanan sendiri adalah Candi Hindu terbesar di Indonesia, warisan dari era Mataram Kuno yang memiliki benang merah kuat dengan peradaban India. Peresmian proyek ini terasa seperti reuni dua saudara yang lama terpisah. Modi, dalam kunjungannya, tak hanya melihat batu; ia melihat kisah epik yang mengalir di dinding-dinding candi. Prabowo, dengan latar belakangnya yang dekat dengan isu strategis, menunjukkan bahwa diplomasi budaya adalah jembatan paling kokoh.

Proyek yang akan berjalan hingga 2036 ini juga membawa serta transfer teknologi dan pengetahuan konservasi terkini. Para ahli dari India yang telah sukses merestorasi candi-candi kuno di negaranya akan membagikan ilmunya kepada rekan-rekan Indonesia. Ilmu yang akan terus hidup, bahkan setelah proyek ini selesai.

“Ini lebih dari sekadar restorasi. Ini adalah upaya mengembalikan martabat peradaban. Setiap batu yang kami sentuh akan punya cerita, dan kami pastikan cerita itu terus diceritakan,” ujar Dr. Kusumawati, arkeolog senior Universitas Gadjah Mada yang turut serta dalam tim perencana proyek, dengan nada penuh ketenangan namun berwibawa.

Apa yang Akan Berubah?

Bagi generasi mendatang, Prambanan tak lagi hanya ikon foto wisata. Halaman kedua yang selama ini sepi dan sering terabaikan akan menjelma menjadi kompleks candi yang megah, di mana pengunjung bisa menyelami lebih dalam kemegahan masa lalu. Proyek ini adalah jaminan bahwa warisan leluhur tak akan hilang tergilas zaman. Pada tahun 2036, diharapkan candi-candi perwara itu telah berdiri kembali, bukan sekadar sebagai benda mati, melainkan sebagai penjaga bisu yang kembali bisa ‘berbicara’.

Prabowo dan Modi, saat itu, mungkin hanya membuka plakat. Tapi bagi Sukiman, Anto, dan jutaan anak Indonesia lainnya, plakat itu adalah kunci menuju masa depan yang menghormati masa lalunya. Warisan yang direstorasi bukan hanya batu—tetapi juga harapan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User