Petugas Pemadam Beristirahat Usai Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin

Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Tangerang tertangkap kamera sedang beristirahat di pinggir jalan setelah berjibaku selama delapan jam memadamkan api ya

Jul 11, 2026 - 06:08
0 1
Petugas Pemadam Beristirahat Usai Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin

Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Tangerang tertangkap kamera sedang beristirahat di pinggir jalan setelah berjibaku selama delapan jam memadamkan api yang berkobar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Banten, Selasa (13/5). Momen heroik yang terekam oleh jurnalis Antara tersebut menggambarkan kelelahan mendalam para petugas yang tanpa kenal lelah melawan kobaran api di area seluas dua hektare. Kebakaran besar ini mulai terdeteksi pukul 13.30 WIB dan langsung menyebar cepat karena dipicu oleh akumulasi gas metana dari tumpukan sampah organik yang membusuk di bawah.

Kronologi dan Penyebab Kebakaran

Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tangerang, Budi Santoso, titik api pertama kali terlihat oleh petugas keamanan TPA yang sedang berpatroli. Diduga kuat percikan api berasal dari aktivitas pemulung yang membakar sampah anorganik di sekitar zona aktif, karena pada saat kejadian sejumlah pemulung masih beroperasi. Namun, penyelidikan awal juga tidak menutup kemungkinan adanya fenomena self combustion akibat panas ekstrem di dalam timbunan sampah yang mencapai kedalaman 15 meter. Gas metana yang terkumpul selama bertahun-tahun menjadi akselerator penyebaran api; dalam waktu kurang dari satu jam, kolom asap hitam setinggi 200 meter sudah terlihat dari permukiman terdekat.

Operasi Pemadaman yang Melelahkan

Sebanyak 12 unit armada damkar dikerahkan dari tiga posko terdekat, termasuk bantuan dari Kota Tangerang dan DKI Jakarta. Namun, upaya pemadaman langsung menghadapi tantangan besar karena api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga menjalar ke dalam tumpukan sampah lama. Petugas harus menggunakan alat berat ekskavator untuk mengeruk dan membongkar timbunan agar air dan foam bisa menjangkau bara yang terpendam. Proses ini sangat lambat dan berbahaya karena gas beracun seperti karbon monoksida dan hidrogen sulfida memenuhi udara. “Kami terpaksa menggunakan metode backhoe yaitu mengeruk sampah yang terbakar lalu menyiramnya. Setiap kali kami bongkar, api kembali membesar akibat suplai oksigen, jadi kami harus sangat hati-hati,” ujar Komandan Regu, Andi Hermawan, di tengah istirahat singkatnya.

“Kami bekerja hampir nonstop. Medannya licin, banyak lubang gas, dan asapnya sangat pekat. Satu regu sempat mengalami iritasi mata serius. Istirahat ini benar-benar kami butuhkan untuk kembali turun.” — Andi Hermawan, Komandan Regu Damkar Kabupaten Tangerang.

Dampak Asap terhadap Warga dan Lingkungan

Asap tebal yang membubung menyebabkan gangguan pernapasan bagi warga di tiga desa sekitar TPA, yaitu Jatiwaringin, Mauk Timur, dan Kedung Dalem. Dinas Kesehatan setempat mendirikan posko kesehatan darurat dan mendistribusikan 10.000 masker N95. Sebanyak 45 warga, sebagian besar lansia dan anak-anak, dilaporkan mengalami sesak napas dan harus mendapat nebulizer. Kepala Desa Jatiwaringin, Ahmad Fauzi, menginstruksikan warga yang bermukim dalam radius 500 meter untuk mengungsi sementara ke balai desa dan masjid. Pencemaran udara yang terjadi juga memicu protes dari aktivis lingkungan yang kembali menyuarakan pentingnya pengelolaan sampah modern dan penutupan TPA yang sudah melebihi kapasitas.

Istirahat Petugas, Simbol Dedikasi di Tengah Keterbatasan

Foto yang diabadikan Antara memperlihatkan sejumlah petugas damkar duduk lesu di atas rerumputan, dengan helm dan alat pelindung diri masih terpasang, sementara unit mobil pemadam di belakang mereka masih menyala. Tampak kelelahan yang mendalam sekaligus dedikasi luar biasa. “Kami belum bisa pulang. Api memang sudah 90 persen padam, tapi bara di kedalaman masih ada. Kami harus tetap siaga sampai semua titik dinyatakan aman oleh tim urai,” kata seorang petugas yang enggan disebutkan namanya. Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Bupati langsung memberikan apresiasi dan menjanjikan insentif tambahan bagi para personel yang bertugas.

Solusi Jangka Panjang Pengelolaan Sampah

Insiden kebakaran TPA Jatiwaringin kembali menjadi pengingat gentingnya modernisasi sistem persampahan di Tangerang. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) berjanji akan memasang sistem pembuangan gas metana dan memperluas zona penyangga. Rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berbasis teknologi refuse-derived fuel (RDF) di kawasan yang sama segera dipercepat agar sampah tidak lagi menumpuk dan memicu api. Sementara itu, operasi pendinginan di TPA diperkirakan masih akan berlangsung selama tiga hari ke depan, dengan 50 personel damkar bergilir jaga. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa, dan aktivitas warga di luar Zona Bahaya sudah kembali normal meski kewaspadaan tetap tinggi.

[SOCIAL_TWEET]: Kebakaran hebat melanda TPA Jatiwaringin, Tangerang. Petugas damkar berjibaku 8 jam lalu terkapar istirahat. Asap tebal ganggu pernapasan warga. #KebakaranTPA #Tangerang #PemadamKebakaran[SOCIAL_TG]: 🔥 BREAKING: Kebakaran TPA Jatiwaringin, Tangerang. Petugas istirahat setelah 8 jam padamkan api. Asap masih tebal, warga diminta waspada! #BeritaTerkini

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User