Inggris Singkirkan Meksiko Lewat Drama Gol Bellingham di Babak 16 Besar
Azteca berguncang dalam sunyi yang memilukan. Minggu, 5 Juli 2026, lebih dari 85 ribu pasang mata di Mexico City menyaksikan mimpi tim nasional mereka diha
Azteca berguncang dalam sunyi yang memilukan. Minggu, 5 Juli 2026, lebih dari 85 ribu pasang mata di Mexico City menyaksikan mimpi tim nasional mereka dihancurkan oleh gol dramatis Jude Bellingham. Inggris, dengan status sebagai salah satu favorit juara, sukses mengamankan tiket perempat final Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan tuan rumah Meksiko dalam laga yang dipenuhi emosi, air mata, dan selebrasi penuh arti. Skor akhir 2-1 untuk kemenangan The Three Lions.
Gol Bellingham pada menit ke-83 menjadi momen krusial yang membungkam Estadio Azteca. Menerima umpan lambung terukur dari Declan Rice, gelandang Real Madrid itu melakukan kontrol dada sempurna sebelum melepaskan tendangan voli mendatar yang tak mampu dijangkau kiper veteran Guillermo Ochoa. Selebrasi ikonik dengan tangan terbuka lebar dilakukan Bellingham tepat di depan tribun lawan—sebuah gestur yang dengan cepat menyebar viral di media sosial.
Jalannya Laga: Pertarungan Dua Filosofi
Di bawah arahan pelatih Gareth Southgate, Inggris tampil dengan formasi 4-2-3-1 yang fleksibel. Sementara itu, Meksiko asuhan Ricardo Ferretti mengandalkan pressing tinggi dan kecepatan sayap untuk menusuk pertahanan lawan. El Tri bahkan unggul lebih dulu pada menit ke-23 lewat sundulan Santi Gimenez, memanfaatkan kemelut di kotak penalti yang gagal diantisipasi John Stones.
Tertinggal satu gol, Inggris meningkatkan intensitas serangan. Bukayo Saka dan Marcus Rashford berkali-kali merepotkan bek sayap Meksiko. Namun, penyelamatan gemilang Ochoa dan tiang gawang menghalangi upaya penyamaan kedudukan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Southgate memasukkan Phil Foden dan mengubah skema menjadi lebih ofensif. Hasilnya instan. Pada menit ke-57, kerja sama apik Harry Kane dan Bellingham menghasilkan gol penyeimbang. Kane, yang drop ke lini tengah, mengirimkan umpan terobosan yang diselesaikan dengan dingin oleh Bellingham. Gol itu jadi titik balik psikologis bagi skuad Inggris yang mulai menguasai lini tengah.
"Saya hanya berpikir untuk tetap tenang. Ini adalah momen yang Anda impikan sebagai seorang anak kecil. Melakukannya di Piala Dunia, di stadion semegah ini, sungguh luar biasa," kata Bellingham di zona campuran dengan napas masih tersengal.
Pemimpin Muda di Panggung Terbesar
Di usia 23 tahun, Jude Bellingham telah menjadi nadi permainan Inggris. Bukan cuma dua gol yang ia cetak, tetapi juga visi bermain dan kemampuannya membaca ritme pertandingan yang membuatnya disebut-sebut sebagai calon kuat peraih Ballon d'Or di masa depan. Pada laga tersebut, ia mencatatkan 92 persen akurasi umpan, delapan duel dimenangkan, dan dua gol krusial.
Seusai laga, para pemain Meksiko tertunduk lesu. Kapten Edson Alvarez bahkan tak kuasa menahan air mata. Menjadi tuan rumah dan harus tersingkir di babak 16 besar adalah pil pahit yang akan lama membekas di memori fans El Tri. Di sisi lain, Inggris terus menjaga asa untuk mengakhiri puasa gelar Piala Dunia yang telah berlangsung sejak 1966.
Jalan Panjang Menuju Takhta Dunia
Kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. Faktor ketinggian Mexico City yang mencapai 2.200 meter di atas permukaan laut menjadi tantangan tersendiri bagi kebugaran pemain Inggris. Southgate mengakui bahwa timnya sempat kesulitan bernapas di 20 menit awal, namun adaptasi taktis di babak kedua menjadi kunci.
Dengan hasil ini, Inggris akan berhadapan dengan pemenang laga antara Brasil dan Uruguay di perempat final. Ujian sesungguhnya baru dimulai, tetapi kehadiran seorang Bellingham yang sedang dalam performa puncak memberikan kepercayaan diri tinggi bagi seluruh rakyat Inggris. Media-media Inggris menyebutnya sebagai "Generasi Emas yang sesungguhnya", berbeda dengan label serupa yang gagal terwujud satu dekade silam.
Kini, hanya satu pertanyaan yang tersisa: mampukah Bellingham membawa pulang trofi emas dari benua Amerika?
[SOCIAL_TWEET]: Dua gol dramatis ke gawang Meksiko, satu tempat di perempat final. Jude Bellingham tampil sebagai pahlawan Inggris di Estadio Azteca. Mampukah sang wonderkid membawa pulang Piala Dunia? 🏴🔥 #WorldCup2026 #ThreeLions #Bellingham[SOCIAL_TG]: 🏴🇲🇽 Gol voli mematikan Bellingham di menit 83 hancurkan mimpi Meksiko. Inggris melaju ke perempat final usai menang 2-1. Apakah trofi Piala Dunia bakal mendarat di Wembley tahun ini? Selengkapnya baca di sini.
Comments (0)