Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Pemerintah Yakin RI Tetap Bertahan Sebagai Emerging Market

Jakarta, Beritaseputar.com — Lembaga penyedia indeks global MSCI kembali menempatkan Indonesia dalam kategori pasar negara berkembang atau emerging market . Keputusan ini tertuang dalam laporan MS

Jul 08, 2026 - 06:18
0 0
Pemerintah Yakin RI Tetap Bertahan Sebagai Emerging Market

Jakarta, Beritaseputar.com — Lembaga penyedia indeks global MSCI kembali menempatkan Indonesia dalam kategori pasar negara berkembang atau emerging market. Keputusan ini tertuang dalam laporan MSCI 2026 Global Market Accessibility Review yang dirilis pada 18 Juni 2026 waktu setempat.

Berdasarkan laporan yang diterima media kami, terdapat satu penyesuaian penilaian yang dialamatkan kepada Indonesia. Penyesuaian tersebut berada pada kriteria Information Flow atau arus informasi, yang berubah dari semula bertanda "+" menjadi "−". Meski demikian, MSCI tetap mempertahankan status Indonesia sebagai emerging market, sebuah kategori yang telah disandang Tanah Air selama bertahun-tahun.

Pemerintah menyambut laporan ini dan memandang catatan yang diberikan bukan sebagai kemunduran, melainkan sebagai penegasan penting atas arah agenda reformasi pasar modal yang telah dan sedang berjalan secara konsisten. Pemerintah menilai, koreksi pada aspek arus informasi justru menjadi momentum untuk semakin memperkuat transparansi dan integritas pasar keuangan domestik.

"Catatan MSCI justru menegaskan bahwa fundamental ekonomi dan akses pasar Indonesia tetap kuat. Yang menjadi perhatian adalah aspek transparansi dan integritas pasar, dan di sinilah Pemerintah bersama OJK dan BEI telah dan terus melakukan reformasi secara konkret, mulai dari penyesuaian free float, keterbukaan pemilik manfaat akhir, hingga pendalaman pasar," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026).

Pernyataan Menko Airlangga tersebut menegaskan bahwa berbagai langkah reformasi struktural telah menjadi prioritas berkelanjutan. Upaya penyesuaian free float saham, misalnya, dimaksudkan untuk meningkatkan likuiditas dan ketersediaan saham di pasar. Sementara itu, kebijakan keterbukaan informasi mengenai pemilik manfaat akhir (beneficial owner) bertujuan memperkuat tata kelola dan mencegah praktik pencucian uang serta pendanaan ilegal lainnya.

Lebih lanjut, Pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mendorong pendalaman pasar melalui diversifikasi instrumen investasi dan peningkatan partisipasi investor, baik ritel maupun institusional. Dengan fundamental ekonomi yang dinilai tetap solid, keyakinan bahwa Indonesia akan terus bertahan sebagai destinasi investasi utama di kawasan Asia Pasifik tetap terjaga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
galih-pratama

Editor Gaya Hidup. Editor tren, komunitas, dan gaya hidup.

Comments (0)

User