Pelajar Tewas Usai Gagal Salip Mobil di Jalur Kiara Dua Sukabumi

Jalur Raya Kiara Dua, yang membentang di wilayah Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, kembali merenggut korban jiwa. Seorang pelajar dil

Jul 12, 2026 - 19:17
0 0
Pelajar Tewas Usai Gagal Salip Mobil di Jalur Kiara Dua Sukabumi

Jalur Raya Kiara Dua, yang membentang di wilayah Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, kembali merenggut korban jiwa. Seorang pelajar dilaporkan tewas di tempat setelah sepeda motor yang dikendarainya gagal menyalip sebuah mobil dan terlibat kecelakaan tragis pada Senin sore (10/06/2024). Insiden ini menambah panjang daftar kecelakaan maut di jalur yang dikenal memiliki kontur berkelok dan minim penerangan tersebut. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit terdekat.

Kronologi: Detik-Detik Menjelang Tabrakan

Berdasarkan keterangan saksi mata dan hasil penyelidikan awal Unit Laka Lantas Polres Sukabumi, kecelakaan bermula saat korban—seorang pelajar berusia 17 tahun berinisial RA—melaju dari arah Simpenan menuju Palabuhanratu dengan kecepatan cukup tinggi. Setibanya di tikungan tajam dekat Kampung Cikadu, korban diduga nekat mengambil jalur kanan untuk mendahului sebuah mobil minibus yang berada di depannya.

Nahas, dari arah berlawanan muncul sebuah truk pengangkut hasil bumi yang tidak dapat dihindari. Benturan keras pun tak terelakkan. Sepeda motor korban terseret hingga 15 meter sebelum akhirnya berhenti di bahu jalan, sementara tubuh korban terpental ke aspal dan mengalami cedera kepala berat. Tim medis yang tiba 20 menit kemudian menyatakan korban telah meninggal dunia di lokasi.

"Saya mendengar suara benturan sangat keras, seperti benda berat jatuh. Saat saya keluar, motor sudah hancur dan pengendaranya tergolek di tengah jalan. Darah banyak sekali," ujar Wawan (45), seorang warga yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian.

Rekam Hitam Jalur Kiara Dua

Jalur Raya Kiara Dua bukanlah nama asing dalam peta rawan kecelakaan di Kabupaten Sukabumi. Data dari Satlantas Polres Sukabumi mencatat, sepanjang tahun 2023 hingga pertengahan 2024, telah terjadi sedikitnya 12 kecelakaan lalu lintas di ruas jalan ini, dengan total korban jiwa mencapai lima orang. Mayoritas insiden melibatkan pengendara sepeda motor dan dipicu oleh faktor manusia serta kondisi geometrik jalan yang ekstrem.

Jalan ini memiliki karakteristik tikungan tajam dengan radius kecil, tanjakan curam, dan permukaan aspal yang di beberapa titik mulai mengelupas. Minimnya rambu peringatan dan lampu penerangan jalan umum (PJU) semakin memperburuk tingkat keselamatan, terutama saat malam hari atau cuaca buruk.

Faktor Penyebab dan Analisis Keselamatan

Kepala Unit Laka Lantas Polres Sukabumi, IPTU Dedi Hermawan, menyatakan bahwa hasil olah TKP sementara mengarah pada kesalahan pengemudi sebagai faktor dominan. "Korban diduga kurang memperhitungkan jarak dan kecepatan kendaraan dari arah berlawanan saat hendak mendahului. Manuver yang terlalu agresif di tikungan menjadi penyebab utama," jelasnya dalam konferensi pers singkat.

Namun, pengamat transportasi dari Universitas Pakuan, Dr. Andi Kusuma, menilai bahwa tingginya angka kecelakaan di Jalur Kiara Dua tidak bisa semata-mata dibebankan pada pengendara. "Ini adalah kegagalan sistemik. Jalan dengan geometri berbahaya semestinya dilengkapi alat pemberi isyarat lalu lintas yang memadai, guardrail, dan marka jalan yang jelas. Jika infrastruktur tidak diperbaiki, kecelakaan serupa akan terus berulang," tegasnya.

Duka Mendalam Keluarga Korban

Kabar meninggalnya RA sontak mengirimkan gelombang duka di lingkungan sekolahnya, SMK Negeri 1 Simpenan. Pihak sekolah mengonfirmasi bahwa korban adalah siswa kelas XI jurusan Teknik Otomotif yang dikenal aktif dan berprestasi. Kepala sekolah, Dra. Ratna Dewi, menyampaikan belasungkawa mendalam dan mengimbau seluruh siswa untuk lebih berhati-hati dalam berkendara.

"Kami sangat kehilangan. RA adalah siswa yang rajin dan sopan. Kejadian ini menjadi pengingat pahit bagi kita semua tentang pentingnya keselamatan di jalan. Kami akan menggelar doa bersama untuk almarhum," ucap Ratna dengan suara bergetar.

Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan di pemakaman umum Desa Kertajaya. Suasana haru menyelimuti rumah duka saat puluhan teman sekelas dan guru hadir memberikan penghormatan terakhir.

Imbauan dan Langkah Ke Depan

Pihak kepolisian mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan tidak memaksakan diri menyalip di area yang tidak aman. Sosialisasi keselamatan berkendara (safety riding) akan ditingkatkan ke sekolah-sekolah di wilayah Sukabumi selatan.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sukabumi melalui Kabid Bina Marga, Hadi Sutrisno, mengakui bahwa peningkatan infrastruktur di Jalur Kiara Dua masih terkendala anggaran. "Tahun ini kami baru bisa melakukan pemeliharaan rutin. Pemasangan guardrail dan lampu penerangan sedang kami ajukan di APBD Perubahan 2025," ungkapnya.

Insiden ini menjadi cermin buram bahwa nyawa manusia masih sering menjadi tumbal dari kombinasi antara kelalaian pengendara dan ketidaklayakan infrastruktur. Sampai kapan pun, selama paradigma keselamatan jalan belum diletakkan sebagai prioritas utama, Jalur Kiara Dua dan ruas-ruas serupa di seluruh Indonesia akan terus meminta korban.

[SOCIAL_TWEET]: Seorang pelajar di Sukabumi tewas mengenaskan setelah gagal menyalip mobil di Jalur Kiara Dua yang rawan kecelakaan. Sudah 12 insiden terjadi di sini sejak 2023. Kapan infrastruktur diperbaiki? #KecelakaanSukabumi #JalurKiaraDua #KeselamatanJalan[SOCIAL_TG]: 🚨 Kecelakaan Maut di Sukabumi! Seorang pelajar tewas di Jalur Kiara Dua setelah gagal salip mobil di tikungan tajam. Jalur ini sudah memakan 5 korban jiwa sejak 2023. Hati-hati kalau lewat sini ya, sob.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User