Partai Golkar dan PKB Buka Suara soal Dugaan Keterlibatan Kadernya dalam Kasus Kematian dr Icha
Timor Tengah Utara – Kepolisian dan masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) tengah menyoroti kasus kematian dokter muda, dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa dr Icha. K
Timor Tengah Utara – Kepolisian dan masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) tengah menyoroti kasus kematian dokter muda, dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa dr Icha. Kematian sang dokter dikaitkan dengan dugaan intimidasi yang melibatkan dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Menanggapi hal itu, dua partai politik besar, Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), akhirnya angkat bicara.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, kedua anggota DPRD tersebut adalah Therensius Lazakar yang merupakan kader Partai Golkar, serta Norbertus Tubani yang merupakan kader PKB. Menyusul munculnya dugaan keterlibatan kader-kadernya, DPP Partai Golkar dan PKB berkomitmen akan mendalami persoalan ini secara serius. Tidak hanya itu, kedua partai menegaskan akan menjatuhkan sanksi tegas apabila dari hasil pendalaman ditemukan pelanggaran etik atau hukum oleh kader-kader mereka.
Sikap Tegas Partai Golkar
Partai Golkar menjadi salah satu partai yang paling cepat bereaksi. Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan DPP Partai Golkar, Sarmuji, memberikan pernyataan resmi terkait anggotanya yang terseret dalam pusaran kasus ini. Dalam pernyataannya, Sarmuji menekankan pentingnya menjaga martabat jabatan publik. Ia lantas menyampaikan sebuah pesan tegas yang sarat makna bagi para pemegang kuasa yang berasal dari partainya.
"Pesan kami ke semua pejabat publik khususnya yang dari Golkar 'ojo dumeh'. Jangan mentang-mentang punya jabatan berperilaku yang tidak pantas termasuk mengintimidasi orang yang posisinya di bawah," ujar Sarmuji kepada awak media di Jakarta, Minggu (28/6/2026).
Pernyataan “ojo dumeh” yang merupakan sebuah ungkapan dalam bahasa Jawa itu berarti “jangan sok kuasa dan bertindak sewenang-wenang”. Hal ini jelas menjadi tamparan telak bagi siapapun yang menyalahgunakan wewenangnya. Lebih lanjut, Sarmuji mengungkapkan bahwa mekanisme internal partai akan segera dijalankan. Ia memastikan bahwa kader Golkar yang disebut-sebut dalam peristiwa ini, Therensius Lazakar, akan dipanggil terlebih dahulu oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar tingkat provinsi untuk menjalani klarifikasi dan pendalaman.
“Kami akan menertibkan anggota jika memang dari hasil pemeriksaan internal ditemukan adanya pelanggaran. Tidak pandang bulu, semua wakil rakyat yang memakai seragam Golkar harus patuh pada aturan partai dan hukum yang berlaku,” tegas Sarmuji melanjutkan penjelasannya.
PKB Tak Tinggal Diam
Di sisi lain, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga tak mau kecolongan dalam merespons kasus yang menyita perhatian publik ini. Meski belum ada pernyataan senada yang sedetail Golkar, pihak DPP PKB melalui saluran resminya memastikan tengah berkoordinasi dengan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di Nusa Tenggara Timur untuk mencari tahu kebenaran dugaan keterlibatan Norbertus Tubani. Prinsipnya, PKB tidak akan mentolerir segala bentuk tindak intimidasi yang dilakukan oleh kadernya terhadap masyarakat, terlebih lagi tenaga kesehatan yang sedang mengabdi.
Sorotan Publik dan Aparat
Kasus kematian dr Icha yang masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian ini membuka luka lama tentang maraknya arogansi oknum pejabat publik. Kejadian ini juga menjadi pengingat pahit bahwa relasi kuasa yang timpang seringkali justru menimpa mereka yang berada di garda terdepan seperti dokter. Masyarakat kini menanti sejauh mana keseriusan partai politik dalam menindak kader-kadernya. Janji untuk “menindak tegas” tidak boleh berhenti di mulut dan media, melainkan harus dibuktikan dengan pencopotan atau pemecatan jika benar kader tersebut bersalah secara etik maupun pidana. Publik dan rekan-rekan seprofesi almarhumah dr Icha berharap proses hukum tetap berjalan transparan tanpa intervensi dari kekuatan politik mana pun.
Comments (0)