Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Papua — 7 Anggota KKB Jadi Tersangka Pembakaran Pesawat AMA

Suara mesin piston yang menderu di atas langkah kaki seorang pilot belia tak pernah lagi terdengar di Bandara Moses Kilangin, Timika. Nicholas Goselin, pil

Jul 09, 2026 - 14:19
0 1
Papua — 7 Anggota KKB Jadi Tersangka Pembakaran Pesawat AMA

Suara mesin piston yang menderu di atas langkah kaki seorang pilot belia tak pernah lagi terdengar di Bandara Moses Kilangin, Timika. Nicholas Goselin, pilot AMA yang dikenal dengan senyum ramah dan ketelitiannya menerbangkan pesawat perintis PK-RCY, telah pergi dengan cara yang mengoyak kemanusiaan. Ia tewas dibunuh, sementara pesawat yang menjadi tumpangan harapan warga pedalaman itu dibakar habis oleh kelompok bersenjata. Kini, polisi menetapkan tujuh anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sebagai tersangka—dan seluruhnya masuk daftar pencarian orang (DPO).

“Setiap pagi ia pamit dengan ciuman di dahi anak kami. Sekarang hanya foto yang bisa saya peluk,” ujar Maria (bukan nama sebenarnya), istri pilot malang itu, dengan suara bergetar saat ditemui di rumah duka di Sentani. Ia tidak kuasa membayangkan detik-detik terakhir suaminya. “Nicholas bukan sekadar pilot; ia pembawa obat, guru, dan harapan buat kampung-kampung yang terisolasi.”

Kronologi yang Lambat Terkuak, Luka yang Terus Menganga

Peristiwa nahas itu bermula ketika KKB mencegat pesawat AMA di landasan pendek kawasan pegunungan. Menurut rekonstruksi kepolisian yang dihimpun dari keterangan saksi lapangan, para pelaku menyandera pilot, lalu dengan sadis menghabisi nyawanya sebelum menyiramkan bahan bakar ke badan PK-RCY. Api besar membubung, meninggalkan kerangka aluminium hangus yang kini menjadi monumen bisu keganasan.

Namun, penetapan tujuh tersangka tak serta-merta meredakan duka. Satu per satu, nama dan peran mereka mulai diumumkan oleh Polda setempat, meski detail identitas masih disamarkan untuk kepentingan penyelidikan. Yang pasti, tujuh orang itu kini buron—sebuah fakta yang menimbulkan kegelisahan baru: akankah keadilan benar-benar bisa ditegakkan di rimba konflik yang kompleks ini?

Inisial Tersangka Dugaan Peran Status
MK Otak perencana penghadangan DPO
BL Eksekutor pembunuhan pilot DPO
YN Pembakar pesawat DPO
TT Penyedia logistik operasi DPO
RW Pengawas lapangan DPO
SP Pemantau situasi DPO
DM Pembantu eksekusi DPO

“Penetapan tersangka yang buron ini adalah langkah awal yang penting, tapi penangkapan akan sangat sulit karena mereka bergerak di wilayah yang minim jangkauan aparat. Ini ujian bukan hanya bagi penegakan hukum, melainkan juga bagi kemanusiaan kita,” ujar pengamat keamanan Papua, Dr. Andi Somalinggi, saat dihubungi via telepon. Ia menekankan bahwa akar masalahnya bukan sekadar kriminalitas, melainkan kemiskinan struktural dan ketiadaan dialog yang berkelanjutan.

Pilot-pilot Perintis di Ujung Risiko

Pembunuhan Nicholas bukan insiden pertama. Pilot-pilot perintis di Papua sering terbang tanpa jaminan keselamatan. Mereka mendarat di trek tanah yang dikepung hutan lebat, seringkali hanya berbekal keyakinan bahwa kemanusiaan akan melindungi mereka. “Kami terbang bukan karena berani, tapi karena mereka di sana butuh kami,” kata Yohanes, rekan seangkatan Nicholas, dengan mata berkaca-kaca. “Kalau kami berhenti, anak-anak di pedalaman tak bisa sekolah, orang sakit tak bisa ke rumah sakit.”

Kini, setelah pesawat PK-RCY hangus, maskapai AMA menghentikan sementara operasi di rute tersebut. Akibatnya, delapan kampung yang menggantungkan pasokan logistik pada penerbangan Nicholas harus menempuh jalan kaki berhari-hari untuk menjangkau pusat kesehatan terdekat. Seorang bidan desa di Distrik Agandugume melaporkan bahwa dua balita meninggal dalam sepekan terakhir karena obat-obatan tak kunjung tiba. “Pesawat itu adalah tali pusar kami. Putus, kami terkapar,” katanya.

Harapan di Sela Kabut

Meski tujuh tersangka masih menjadi bayang-bayang di belantara, aparat berjanji akan memburu mereka hingga ke akar ilalang. Kapolda setempat dalam keterangan resminya menegaskan, “Kami tidak akan berhenti sampai mereka mempertanggungjawabkan perbuatan keji ini. Keadilan bagi Nicholas harus ditegakkan.”

Di sisi lain, keluarga Nicholas dan warga puluhan kampung hanya bisa berdoa. “Saya tidak ingin suami saya mati sia-sia. Semoga pemerintah mendengar kami: jangan biarkan langit Papua kehilangan sayap-sayap kemanusiaan,” ucap Maria, sembari menatap kosong ke arah bingkai foto suaminya yang tersenyum di meja ruang tamu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User