Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

OMC Belum Bisa Dilakukan untuk Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin, Kenapa?

Tangerang – Tim gabungan terus berjibaku memadamkan api yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang. Hingga Senin (6/7/2026), fokus penanganan bertumpu pada opera

Jul 07, 2026 - 22:58
0 0
OMC Belum Bisa Dilakukan untuk Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin, Kenapa?

Tangerang – Tim gabungan terus berjibaku memadamkan api yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang. Hingga Senin (6/7/2026), fokus penanganan bertumpu pada operasi udara menggunakan helikopter water bombing. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi adanya rencana penambahan armada helikopter untuk mempercepat proses pendinginan di area yang masih mengeluarkan asap tebal.

Meskipun demikian, langkah lain yang sempat menjadi andalan, yakni Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), hingga kini belum dapat dilaksanakan. BNPB mengungkapkan sejumlah kendala teknis yang menghalangi modifikasi cuaca untuk menghasilkan hujan buatan di atas lokasi kebakaran.

Kendala Teknis OMC

Kepala Pusat Data, Informasi, Komunikasi, dan Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa OMC tidak bisa serta-merta dijalankan tanpa memenuhi persyaratan atmosfer yang ketat. Faktor utama yang menghambat adalah minimnya potensi awan hujan di wilayah Tangerang dan sekitarnya. Berdasarkan pantauan citra satelit, pertumbuhan awan konvektif yang memadai untuk proses penyemaian masih sangat terbatas. Tanpa keberadaan awan yang cukup tebal dan memiliki kandungan uap air tinggi, penyemaian garam atau bahan semai lainnya tidak akan efektif memicu hujan.

“Sampai saat ini, OMC belum bisa kami lakukan karena syarat meteorologisnya belum terpenuhi. Kami terus memonitor pergerakan dan potensi pembentukan awan di sekitar TPA, jika ada peluang sekecil apa pun, tim modifikasi cuaca siap bergerak,” kata Muhari saat dihubungi Beritaseputar.com, Senin (6/7/2026).

Rencananya memang akan dikerahkan, tambahan 2 heli water bombing lagi selain dari yang sudah beroperasi. Saat ini kami masih terus melakukan pemadaman dari udara dan darat agar api tidak meluas ke area pemukiman.
— Abdul Muhari, Kapusdatinkom BNPB

Kondisi TPA Jatiwaringin yang bertumpuk sampah dengan kandungan gas metana tinggi membuat api sulit dipadamkan hanya dengan penyiraman darat. Oleh karena itu, water bombing menjadi pilihan utama untuk menjangkau titik-titik yang tidak bisa diakses oleh armada pemadam kebakaran konvensional. Helikopter yang dikerahkan menjatuhkan ratusan liter air per sekali lintasan ke area yang terbakar.

Abdul Muhari menambahkan, kendati OMC belum bisa diaktifkan, BNPB tidak hanya mengandalkan operasi udara. Tim di lapangan juga memperkuat upaya pendinginan dengan menggali parit-parit sekat untuk mencegah rembesan air lindi bercampur material terbakar ke sungai terdekat. Selain itu, dilakukan pula penutupan dengan tanah pada titik-titik api yang relatif kecil agar tidak menyebar lebih luas.

Masyarakat sekitar TPA Jatiwaringin diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi asap yang dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan. Puskesmas setempat telah disiagakan untuk mengantisipasi keluhan kesehatan akibat paparan asap kebakaran.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
kartika-dewi

Fact Checker. Memverifikasi klaim gaya hidup dan tren.

Comments (0)

User