Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Modus Baru Penipuan Berkedok Magang Nasional: Hanya Absen, Diklaim Bisa Terima Gaji Penuh

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengeluarkan peringatan resmi kepada masyarakat untuk mewaspadai praktik penipuan yang mencatut nama program Magang Nasional. Program ini dijadwalkan mulai memb

Jul 08, 2026 - 08:29
0 0
Modus Baru Penipuan Berkedok Magang Nasional: Hanya Absen, Diklaim Bisa Terima Gaji Penuh

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengeluarkan peringatan resmi kepada masyarakat untuk mewaspadai praktik penipuan yang mencatut nama program Magang Nasional. Program ini dijadwalkan mulai membuka pendaftaran pada 15 Juli 2026, dengan kuota sebanyak 50 ribu peserta di batch pertama. Di tengah antusiasme publik, muncul pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi dengan menawarkan skema magang yang tidak masuk akal.

Modus yang diungkap Kemnaker cukup mencolok: peserta diminta hanya mengisi daftar hadir atau absen tanpa harus benar-benar bekerja, namun tetap dijanjikan akan menerima gaji. Tawaran semacam ini jelas bertentangan dengan esensi program Magang Nasional yang dirancang untuk memberikan pengalaman kerja nyata serta peningkatan keterampilan bagi peserta.

"Tawaran magang yang terlalu mudah? Justru harus dicurigai! Jangan percaya jika ada yang mengatasnamakan Program Pemagangan Nasional dan mengklaim peserta cukup absen tanpa menjalankan kegiatan magang," tulis Kemnaker dalam unggahan di akun Instagram resmi @Kemnaker pada Selasa (7/7/2026).

Sebagai informasi resmi, peserta Magang Nasional memang berhak mendapatkan uang saku yang nilainya setara dengan Upah Minimum Provinsi atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMP/UMK) sesuai domisili tempat mereka menjalani magang. Kebijakan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah agar para peserta dapat fokus mengembangkan kompetensi tanpa terbebani biaya hidup selama masa program. Namun, hak tersebut tentu saja melekat pada kewajiban menjalankan kegiatan magang secara penuh, bukan sekadar formalitas absen.

Kemnaker menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah bekerja sama dengan pihak mana pun yang menjanjikan kemudahan berupa bebas dari kewajiban bekerja. Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang mengatasnamakan program pemerintah. Jika menemukan tawaran yang mencurigakan, masyarakat diminta segera melaporkannya ke saluran resmi pengaduan Kemnaker agar dapat segera ditindaklanjuti.

Program Magang Nasional batch pertama ini diharapkan menjadi jembatan bagi puluhan ribu pemuda Indonesia untuk memperoleh pengalaman kerja yang sesungguhnya. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap segala bentuk penipuan menjadi sangat penting agar tujuan mulia program ini tidak dirusak oleh oknum yang mencari keuntungan pribadi. Seperti yang dilansir Beritaseputar.com, Kemnaker terus memantau dan akan menindak tegas siapa pun yang terbukti menyalahgunakan nama program pemerintah demi kepentingan penipuan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
kartika-dewi

Fact Checker. Memverifikasi klaim gaya hidup dan tren.

Comments (0)

User