Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Minta Tambah Kuota Sekolah Rakyat, Pramono Bakal Prioritaskan Anak Jalanan Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono

Minta Tambah Kuota Sekolah Rakyat, Pramono Bakal Prioritaskan Anak Jalanan Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengusulkan penambahan kuota siswa untuk program Sekolah Rakyat secara s

Jul 08, 2026 - 04:53
0 0
Minta Tambah Kuota Sekolah Rakyat, Pramono Bakal Prioritaskan Anak Jalanan   Jakarta  – Gubernur DKI Jakarta, Pramono

Minta Tambah Kuota Sekolah Rakyat, Pramono Bakal Prioritaskan Anak Jalanan

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengusulkan penambahan kuota siswa untuk program Sekolah Rakyat secara signifikan. Dalam kebijakan terbarunya, ia menegaskan bahwa slot tambahan tersebut akan diprioritaskan bagi anak-anak dari kalangan paling rentan di ibu kota, seperti anak jalanan, pengamen, dan mereka yang berasal dari keluarga broken home.

Usulan ini disampaikan Pramono setelah melakukan peninjauan langsung ke salah satu Sekolah Rakyat yang berlokasi di kawasan Jakarta Selatan. Program pendidikan ini merupakan inisiatif dari Presiden Prabowo Subianto yang memang menyasar segmen masyarakat prasejahtera. Berdasarkan pantauan tim Beritaseputar.com, Pramono terlihat sangat antusias dan terkesan dengan sistem pembelajaran yang diterapkan di sana.

"Ini menjadi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Di Jakarta, saya langsung menginstruksikan untuk menambah 1.000 kuota siswa. Kami akan menyiapkan model asrama atau boarding school-nya, sementara untuk kurikulum dan pendidikannya akan disupport penuh oleh pemerintah pusat,"

ungkap Pramono saat menghadiri acara peluncuran buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, pada Sabtu (4/7/2026).

Langkah ini menjadi terobosan signifikan dalam upaya memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan inklusif. Pramono menekankan bahwa konsep asrama yang terintegrasi akan memberikan lingkungan yang aman dan kondusif bagi anak-anak yang selama ini hidup dalam ketidakpastian di jalanan. Dengan skema ini, Pemprov DKI Jakarta berperan menyediakan infrastruktur dan fasilitas hunian, sedangkan Kementerian terkait akan bertanggung jawab atas kualitas pengajaran dan tenaga pendidik.

Rencana penambahan 1.000 siswa ini diyakini mampu menekan angka anak putus sekolah di Jakarta yang kerap kali terpaksa bekerja di sektor informal sebagai pengamen, pedagang asongan, atau pengemis. Program Sekolah Rakyat versi DKI Jakarta ini nantinya tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga akan membekali para siswa dengan pelatihan keterampilan vokasional agar mereka siap menghadapi dunia kerja setelah lulus.

Keinginan Pramono ini disambut positif oleh berbagai elemen masyarakat sipil yang menilai bahwa kebijakan afirmatif terhadap anak-anak marjinal sangat dibutuhkan untuk menciptakan pemerataan akses pendidikan di era Jakarta pasca-IKN.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rina-wulandari

Editor Hiburan. Editor hiburan dan budaya populer.

Comments (0)

User