Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Bripda Nopandri yang Hilang Saat Operasi Narkoba di Kalteng Ditemukan Gugur

Kabar duka menyelimuti institusi Kepolisian Republik Indonesia. Bripda Nopandri, anggota kepolisian yang dikabarkan hilang saat menjalankan operasi pemberantasan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Keca

Jul 08, 2026 - 04:53
0 0
Bripda Nopandri yang Hilang Saat Operasi Narkoba di Kalteng Ditemukan Gugur

Kabar duka menyelimuti institusi Kepolisian Republik Indonesia. Bripda Nopandri, anggota kepolisian yang dikabarkan hilang saat menjalankan operasi pemberantasan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, akhirnya ditemukan dalam keadaan gugur. Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri pada Sabtu (4/7/2026), yang menyampaikan rasa duka mendalam atas kejadian tersebut.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Eko Hadi Santoso, dalam keterangan resminya menyampaikan belasungkawa mewakili institusi. “Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Bripda Nopandri,” ujarnya. Brigjen Eko menegaskan bahwa almarhum gugur saat sedang menjalankan tugas negara, sebuah pengorbanan yang patut dihormati dan dikenang.

“Almarhum gugur saat menjalankan tugas. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” kata Brigjen Eko Hadi Santoso.

Menurut laporan yang diterima Beritaseputar.com, insiden ini bermula saat Bripda Nopandri dan rekan-rekannya terlibat dalam sebuah operasi penindakan jaringan narkoba di wilayah pedalaman Kalimantan Tengah. Desa Tumbang Kalemei yang terletak di Kecamatan Katingan Tengah memang dikenal sebagai salah satu titik rawan peredaran gelap narkotika. Saat operasi berlangsung, terjadi situasi yang menyebabkan Bripda Nopandri terpisah dari tim dan dinyatakan hilang. Pencarian besar-besaran pun dilakukan oleh tim gabungan dari berbagai satuan, melibatkan personel Bareskrim, Polda Kalimantan Tengah, dan Polres Katingan.

Setelah beberapa waktu, pencarian membuahkan hasil, namun dengan kenyataan pahit yang harus diterima. Bripda Nopandri ditemukan telah gugur. Hingga saat ini, belum ada rincian lebih lanjut yang diungkapkan mengenai kronologi pasti atau penyebab kematian almarhum. Pihak kepolisian masih melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap secara tuntas seluruh rangkaian peristiwa yang menimpa anggota mereka.

“Peristiwa yang menimpa Bripda Nopandri ini menjadi perhatian serius kami. Saat ini tim gabungan masih bekerja keras untuk mengungkap secara tuntas peristiwa tersebut,” tegas Brigjen Eko Hadi Santoso, seperti dikutip dari keterangan yang diterima media kami.

Gugurnya Bripda Nopandri menjadi pukulan telak bagi korps Bhayangkara, sekaligus mengingatkan publik akan tingginya risiko yang dihadapi para penegak hukum dalam memerangi kejahatan narkoba. Jajaran Dittipidnarkoba Bareskrim Polri berkomitmen untuk terus melanjutkan tugas pemberantasan narkoba, namun juga berupaya memperketat prosedur keselamatan bagi setiap anggota yang bertugas di lapangan, terutama di medan-medan yang sulit seperti pedalaman Kalimantan.

Brigjen Eko menambahkan, seluruh keluarga besar Polri turut berduka dan berdoa agar almarhum mendapatkan tempat mulia di sisi-Nya. Saat ini, pihak kepolisian juga tengah berkoordinasi dengan keluarga korban untuk prosesi pemakaman secara kedinasan. Penghormatan terakhir akan diberikan sebagai wujud apresiasi negara atas dedikasi dan pengorbanan Bripda Nopandri dalam menunaikan tugas mulia memberantas peredaran gelap narkoba di Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
kartika-dewi

Fact Checker. Memverifikasi klaim gaya hidup dan tren.

Comments (0)

User