Menteri Perdagangan Budi Santoso Raih Penghargaan Penggerak Ekonomi Desa Mandiri di Bali-Nusra Awards 2026
Denpasar – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menerima Anugerah Figur Akselerator Kemajuan untuk Kategori Penggerak Transformasi Ekonomi Desa Mandiri dalam gelaran Bali-Nusra Awards 2026. Pe
Denpasar – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menerima Anugerah Figur Akselerator Kemajuan untuk Kategori Penggerak Transformasi Ekonomi Desa Mandiri dalam gelaran Bali-Nusra Awards 2026. Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Chairman CT Corp, Chairul Tanjung, pada malam penganugerahan yang berlangsung di The Trans Resort Bali, Jumat (3/7/2026). Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, Beritaseputar.com, acara tersebut menjadi ajang apresiasi bagi tokoh-tokoh yang mendorong kemajuan ekonomi kerakyatan, khususnya di kawasan Bali dan Nusa Tenggara.
Program Desa BISA Ekspor Jadi Sorotan
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas sejumlah terobosan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam menjadikan desa sebagai motor penggerak ekonomi global. Salah satu program unggulan yang menjadi sorotan adalah Desa BISA Ekspor, sebuah inisiatif strategis yang menitikberatkan pada pemberdayaan potensi lokal serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui program ini, produk-produk unggulan desa didorong untuk mampu menembus pasar internasional, membuka akses lebih luas bagi pelaku usaha di tingkat akar rumput.
Kemendag secara aktif melakukan pemetaan potensi desa di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 741 desa telah diidentifikasi sebagai sentra industri kecil dan menengah (IKM) yang siap dikembangkan melalui program tersebut. Setiap desa yang masuk dalam pemetaan memiliki keunggulan komoditas tertentu, mulai dari kerajinan tangan, produk pertanian olahan, hingga tekstil tradisional, yang semuanya berpeluang besar untuk bersaing di kancah global.
“Penghargaan ini bukan hanya milik saya pribadi, melainkan buah kerja keras seluruh jajaran Kemendag dan para pelaku UMKM di desa-desa yang terus berinovasi. Kami ingin menjadikan desa sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan dan inklusif,” ujar Budi Santoso dalam keterangan resmi yang diterima Beritaseputar.com.
Dalam implementasinya, program Desa BISA Ekspor tidak sekadar memberikan pelatihan teknis, tetapi juga membangun ekosistem pendukung seperti pendampingan sertifikasi produk, fasilitasi permodalan, hingga koneksi langsung dengan pembeli dari luar negeri melalui berbagai pameran dan misi dagang. Hasilnya, sejumlah desa binaan telah berhasil mengekspor produknya ke negara-negara Asia, Eropa, dan Timur Tengah, sehingga memberikan dampak berlipat pada pendapatan masyarakat desa.
Keberhasilan ini juga mendorong pengurangan urbanisasi dan menciptakan lapangan kerja baru di pedesaan. Para pemuda desa kini semakin tertarik untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal karena melihat peluang pasar yang terbuka lebar. Penghargaan yang diraih Mendag di ajang Bali-Nusra Awards 2026 ini diharapkan semakin memacu semangat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha untuk terus memperkuat fondasi ekonomi desa mandiri.
Comments (0)