Makna Peringatan 9 dan 10 Muharam dalam Islam
Umat Islam di Indonesia dan berbagai belahan dunia akan kembali menyambut momen istimewa di bulan Muharam, khususnya pada tanggal 9 dan 10. Kedua hari ini bukan sekadar pergantian kalender Hijriah, m
Umat Islam di Indonesia dan berbagai belahan dunia akan kembali menyambut momen istimewa di bulan Muharam, khususnya pada tanggal 9 dan 10. Kedua hari ini bukan sekadar pergantian kalender Hijriah, melainkan memiliki makna mendalam yang terkait erat dengan amalan puasa sunnah Tasu'a dan Asyura. Laporan media kami menghimpun informasi seputar keutamaan dan waktu pelaksanaannya pada tahun 2026.
Jadwal 9 dan 10 Muharam 1448 H (2026)
Menjelang kemuliaan hari-hari tersebut, penting bagi kaum Muslimin untuk mengetahui kapan tepatnya waktu pelaksanaannya. Merujuk pada penetapan kalender Hijriah, 1 Muharam 1448 H akan jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Dengan demikian, perhitungan untuk puasa sunnah yang dianjurkan adalah sebagai berikut:
Puasa Tasu'a yang dilaksanakan pada 9 Muharam 1448 H bertepatan dengan Rabu, 24 Juni 2026. Keesokan harinya, umat Islam melaksanakan puasa Asyura pada 10 Muharam 1448 H yang jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026.
Rasulullah SAW sangat menganjurkan penggabungan puasa di dua hari ini sebagai pembeda dari kebiasaan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada hari kesepuluh. Beliau bersabda, "Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya." (HR. Ahmad).
Keutamaan Puasa Asyura
Hari Asyura atau 10 Muharam memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah para nabi. Diriwayatkan bahwa pada hari tersebut, Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan kaumnya dari kejaran Fir'aun dengan membelah Laut Merah. Atas pertolongan ini, Nabi Musa AS menjalankan puasa sebagai wujud syukur, sebuah tradisi yang kemudian dikuatkan dan disempurnakan oleh Rasulullah SAW.
Dari sisi fadhilah, puasa Asyura menjadi salah satu amalan yang paling utama di bulan Muharam. Dalam berbagai riwayat shahih dijelaskan, puasa sunnah ini memiliki keutamaan dapat menghapuskan dosa-dosa kecil yang telah berlalu selama satu tahun. Hal inilah yang membuat para sahabat dan generasi salaf begitu antusias menyambut hari Asyura, termasuk melengkapinya dengan amalan sosial seperti menyantuni anak yatim dan memperbanyak sedekah.
Anjuran Menggabungkan Puasa Tasu'a
Sebagai penyempurna, umat Islam disunnahkan untuk tidak hanya berpuasa pada 10 Muharam saja, melainkan menambahkannya dengan puasa pada 9 Muharam yang dikenal sebagai hari Tasu'a. Hikmah dari anjuran ini adalah untuk menyelisihi praktik ibadah umat terdahulu yang hanya mengkhususkan puasa pada hari kesepuluh semata. Media kami mengingatkan, bagi yang tidak sempat melaksanakan puasa pada 9 Muharam, bisa menyempurnakannya dengan berpuasa pada 11 Muharam sebagai gantinya.
Comments (0)