Lautan Pelayat Sambut Kedatangan Jenazah Ali Khamenei di Kota Suci Qom
Qom - Suasana haru dan duka mendalam menyelimuti kota suci Qom, Iran, saat jenazah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tiba di kota tersebut pada hari ini. Berdasarkan laporan yang dihim
Qom - Suasana haru dan duka mendalam menyelimuti kota suci Qom, Iran, saat jenazah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tiba di kota tersebut pada hari ini. Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, lautan manusia berpakaian hitam memadati sepanjang rute perjalanan iring-iringan pembawa jenazah, menandai puncak penghormatan bagi sosok yang telah memimpin negara tersebut selama beberapa dekade.
Kedatangan jenazah di Qom merupakan bagian dari rangkaian prosesi pemakaman kenegaraan yang dimulai dari Teheran. Qom, yang dikenal sebagai pusat pembelajaran agama dan spiritualitas Syiah, memiliki tempat yang sangat istimewa dalam sejarah hidup Khamenei. Ribuan pelayat dari berbagai penjuru negeri terlihat berusaha mendekatkan diri untuk memberikan penghormatan terakhir, sembari melantunkan doa dan syair-syair duka. Banyak di antara mereka yang tak kuasa menahan tangis saat kendaraan yang membawa peti mati melintas perlahan di tengah kerumunan.
Pelayat dari Berbagai Lapisan Masyarakat
Media kami mencatat bahwa para pelayat tidak hanya berasal dari kalangan ulama dan santri di kota Qom, tetapi juga masyarakat umum dari berbagai provinsi yang sengaja datang untuk menyampaikan belasungkawa. Pihak keamanan terlihat berjaga ketat serta mengatur arus massa untuk memastikan kelancaran prosesi, mengingat volume pelayat yang begitu masif dan terus bertambah sejak pagi hari.
Prosesi di Qom ini menandai perhentian penting sebelum jenazah akan dibawa ke Kota Masyhad untuk dikebumikan di kompleks makam suci Imam Reza, sesuai dengan wasiat mendiang. Duka yang dirasakan di Iran tidak hanya bersifat politik, tetapi juga spiritual, mengingat posisi Khamenei sebagai "Wali Faqih" dan pemimpin spiritual bagi komunitas Syiah.
"Kami datang dari jauh untuk melihat beliau untuk terakhir kalinya. Ini adalah kehilangan yang sangat besar, tidak hanya bagi Iran, tetapi bagi seluruh dunia Islam," ujar salah seorang pelayat yang tertahan tangis saat diwawancarai tim media kami di sekitar area prosesi.
Pemerintah Iran telah mengumumkan masa berkabung nasional untuk menghormati jasa-jasa mendiang pemimpin yang menggantikan Ayatollah Khomeini pada tahun 1989 tersebut. Proses pemilihan pemimpin tertinggi yang baru pun tengah menjadi perhatian publik, mengingat peran krusial posisi tersebut dalam menentukan arah kebijakan negara. Hingga berita ini diturunkan, prosesi di Qom masih berlangsung dengan penuh kekhidmatan, ditemani lantunan ayat suci Al-Quran yang menggema di langit kota suci itu.
Comments (0)