Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Korsel Akan Latih 500.000 Prajurit Drone untuk Tangkal Korut

SEOUL — Pemerintah Korea Selatan (Korsel) secara resmi mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat postur pertahanan negaranya melalui ekspansi besar-besaran di bidang teknologi nirawak. Strateg

Jul 07, 2026 - 23:42
0 0
Korsel Akan Latih 500.000 Prajurit Drone untuk Tangkal Korut

SEOUL — Pemerintah Korea Selatan (Korsel) secara resmi mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat postur pertahanan negaranya melalui ekspansi besar-besaran di bidang teknologi nirawak. Strategi ini digulirkan sebagai respons langsung terhadap peningkatan ketegangan dan ancaman keamanan yang terus dimunculkan oleh Korea Utara (Korut) di kawasan Semenanjung Korea. Dalam cetak biru pertahanan terbarunya, Seoul tidak hanya berfokus pada pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) mahal, melainkan beralih ke sistem persenjataan berbiaya rendah namun berkemampuan massif.

Akuisisi 20.000 Drone dan Rekrutmen Operator

Sebagai inti dari rencana ini, militer Korsel menargetkan akuisisi sedikitnya 20.000 unit drone militer berbiaya rendah. Namun, yang menjadi sorotan utama adalah ambisi sumber daya manusianya. Kementerian Pertahanan Korsel berencana melatih hingga 500.000 personel yang disebut sebagai "prajurit drone". Konsep ini mengadopsi filosofi baru di mana drone akan difungsikan sebagai "senjata pribadi kedua" bagi setiap prajurit di lapangan. Dengan jumlah operator yang begitu masif, Seoul berharap dapat menciptakan efek gentar asimetris terhadap artileri konvensional Pyongyang.

"Kami belajar banyak dari konflik modern yang terjadi di Ukraina dan Timur Tengah. Perang di masa depan akan sangat bergantung pada platform nirawak murah yang diproduksi massal untuk melumpuhkan aset militer yang jauh lebih mahal. Kami tidak boleh tertinggal dalam revolusi doktrin ini." pe-ngatan pernyataan Menteri Pertahanan Korsel, Ahn Gyu Back, dalam keterangan resmi yang dilansir media kami, Jumat (26/6/2026).

Menuju Perlengkapan Standar Prajurit

Tidak berhenti pada pelatihan, Seoul juga telah menyusun peta jalan produksi yang agresif. Hingga tahun 2029 mendatang, militer Korsel menargetkan untuk memproduksi total 110.000 unit drone dari berbagai spesifikasi dan ukuran. Drone-drone ini rencananya akan didistribusikan secara merata ke seluruh unit tempur yang berada di garis depan, mencakup matra Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, hingga Korps Marinir. Tujuan akhir dari proyek ambisius ini adalah melakukan standardisasi, sehingga perangkat drone menjadi perlengkapan wajib yang melekat pada setiap personel tempur. Dengan mengintegrasikan drone sebagai senjata standar, Korsel berupaya membangun sistem pertahanan 'sarang lebah' yang mampu mendeteksi, melumpuhkan, dan menghancurkan infiltrasi drone Korut secara cepat. Langkah ini diyakini akan secara fundamental mengubah taktik pertempuran infanteri modern dan memperkuat ketahanan garis depan dari potensi serangan rendah intensitas yang kerap dilakukan oleh Pyongyang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
kartika-dewi

Fact Checker. Memverifikasi klaim gaya hidup dan tren.

Comments (0)

User