Kemlu Beri Klarifikasi usai Dino Patti Djalal Soroti Kehadiran Delegasi Indonesia di Pemakaman Khamenei
Pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) akhirnya memberikan penjelasan terkait kritik yang dilontarkan oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, mengenai representasi Indonesia dalam up
Pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) akhirnya memberikan penjelasan terkait kritik yang dilontarkan oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, mengenai representasi Indonesia dalam upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Dino sebelumnya mempertanyakan sikap politik luar negeri bebas aktif Indonesia melalui media sosial pribadinya.
Dalam unggahannya yang ramai diperbincangkan pada Senin (6/7/2026), Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) itu menyampaikan rasa herannya atas keputusan pemerintah. Dino menilai bahwa Indonesia terkesan menyepelekan undangan resmi dari Teheran lantaran hanya mengutus Duta Besar RI setempat.
"Bebas aktif yang luntur? Dengan hormat, saya sungguh heran kenapa Pemerintah Indonesia tidak memenuhi undangan Iran untuk mengirim delegasi resmi ke pemakaman almarhum Ayatollah Khamenei yang terbunuh dalam serangan militer ilegal. Yang saya dengar, berbagai upaya gigih Iran untuk mengundang Pemerintah Indonesia tidak mendapat tanggapan. (Mereka kan juga punya harga diri—tidak mungkin mengemis-emis kehadiran kita). Akhirnya, yang hadir hanya Dubes RI di Teheran—yang dianggap oleh Teheran sebagai sikap menyepelekan undangan ini," tulis Dino dalam keterangannya.
Menanggapi kritik tersebut, Kemlu menegaskan bahwa kehadiran Duta Besar dalam sebuah prosesi kenegaraan sudah merupakan bentuk representasi resmi sebuah negara. Kemlu menjelaskan bahwa mekanisme kehadiran delegasi selalu memperhatikan hubungan diplomatik, protokoler, serta kondisi teknis di lapangan.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, pemerintah Indonesia sebetulnya terus berkoordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Iran dalam merespons undangan tersebut. Kemlu menyayangkan adanya narasi yang menyebut Indonesia acuh terhadap hubungan bilateral yang telah terjalin erat selama puluhan tahun.
Pemerintah menegaskan bahwa Menteri Luar Negeri dan Ketua MPR dijadwalkan akan bertolak dan menghadiri rangkaian prosesi pemakaman. Kehadiran dua tokoh strategis ini dianggap sudah setara dan patut secara protokoler kenegaraan, mencerminkan kedekatan emosional Indonesia atas wafatnya Ayatollah Khamenei.
Lebih lanjut, perwakilan diplomatik Indonesia menekankan bahwa prinsip politik luar negeri bebas aktif tetap dipegang teguh, tanpa terpengaruh oleh tekanan pihak mana pun. Kemlu memastikan bahwa hubungan historis antara Jakarta dan Teheran akan terus terjaga dengan baik melalui komunikasi tingkat tinggi yang sedang dijadwalkan ulang.
Comments (0)