Kebakaran Lahan Dua Perumahan di Sumedang Berhasil Dipadamkan

Langit sore di kawasan Sumedang tiba-tiba berubah kelam. Kepulan asap pekat membumbung tinggi, diikuti bau menyengat yang merayap ke permukiman. Warga Perumahan Bumi Sumedang Indah dan Griya Asri sont...

Jul 12, 2026 - 21:05
0 0

Langit sore di kawasan Sumedang tiba-tiba berubah kelam. Kepulan asap pekat membumbung tinggi, diikuti bau menyengat yang merayap ke permukiman. Warga Perumahan Bumi Sumedang Indah dan Griya Asri sontak berhamburan, panik menyaksikan api yang melahap lahan kosong di sekitar tempat tinggal mereka. Kejadian yang berlangsung Senin petang itu sontak mengubah ketenangan menjadi kepanikan massal. Api, yang diduga berasal dari pembakaran liar, dengan cepat merambat akibat angin kencang dan ilalang kering yang menumpuk. Jaraknya yang hanya belasan meter dari deretan rumah membuat warga berjibaku menyelamatkan barang berharga sambil menunggu bantuan tiba.

Mobilisasi Cepat BPBD Sumedang

Begitu laporan masuk, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang merespons tanpa jeda. Kepala Pelaksana BPBD, Deni Haryanto, langsung menginstruksikan pengerahan tiga unit mobil pemadam dan 25 personel terlatih ke dua lokasi. “Kami terima telepon hampir bersamaan dari dua perumahan. Ini situasi darurat karena angin mempercepat perambatan. Kami langsung turunkan semua kekuatan yang ada,” ujar Deni di tengah hiruk-pikuk operasi. Dua unit mendatangi Bumi Sumedang Indah yang api sudah mendekati dapur warga, sementara satu unit lainnya menuju Griya Asri. Kondisi jalan yang sempit sempat menyulitkan armada besar, tapi petugas sigap merangkai selang sepanjang 200 meter untuk menjangkau titik api terjauh.

Proses pemadaman berlangsung alot. Petugas tak hanya mengandalkan semburan air dari tangki, namun juga menciptakan sekat bakar terbatas untuk memutus laju api. Sepuluh personel tambahan dari posko wilayah Jatinangor ikut diperbantukan. “Kami upayakan pendinginan menyeluruh, termasuk tanah gambut yang menyimpan bara. Ini butuh kesabaran. Tim kami baru benar-benar berhenti setelah pukul 20.00 WIB,” tambah Deni. Kolaborasi dengan perangkat desa dan aparat kepolisian juga memastikan evakuasi warga dilakukan dengan tertib, terutama anak-anak dan lansia yang histeris.

Isak Tangis dan Histeria Warga

Di Griya Asri, Neneng (45) masih tampak gemetar meski api sudah padam. Ia mengisahkan bagaimana ia menyaksikan lidah api nyaris menyentuh dinding samping rumahnya. “Saya cuma bisa menangis sambil menggendong cucu. Bau asap sudah masuk ke dalam rumah. Kalau bukan karena petugas yang cepat, mungkin kami sudah tak punya rumah lagi,” tuturnya dengan suara serak. Sementara itu, Agus (52) dari Bumi Sumedang Indah, yang rumahnya berhadapan langsung dengan lahan terbakar, mengaku ikut menyiram air seadanya dari pekarangan. “Saya dan tetangga berinisiatif membasahi pagar. Terus-terusan disiram, soalnya api sudah dekat sekali. Alhamdulillah pemadam datang, langsung ambil alih. Kami lega luar biasa,” katanya.

Ketua RW 09 Griya Asri, Suhendar, menceritakan detik-detik mencekam saat ia berteriak memerintahkan warganya menjauh dari area api. “Ada yang langsung pingsan karena takut. Saya sampai minta tolong warga lain untuk memapah. Ini pengalaman traumatis. Kami bersyukur tidak ada korban jiwa, tapi dua unit sepeda motor hangus,” ungkapnya. Suhendar juga menyebut bahwa lahan tersebut memang rawan karena sering dijadikan tempat pembuangan sampah sembarangan yang rentan memicu kebakaran.

Penyelidikan dan Imbauan Pencegahan

Penyebab pasti kebakaran masih diselidiki aparat, namun dugaan kuat mengarah pada praktik pembersihan lahan dengan cara dibakar. Kepala Seksi Pencegahan BPBD Sumedang, Rina Komariah, mengungkapkan bahwa peristiwa ini menjadi kebakaran lahan ketujuh yang terjadi di kawasan pemukiman dalam dua bulan terakhir. “Kami prihatin karena sudah berulang kali sosialisasi bahaya bakar lahan. Di musim kemarau seperti ini, api kecil pun bisa meluas tak terkendali. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membersihkan lahan dengan api dan segera melapor jika melihat titik asap,” tegas Rina. Ia menambahkan, BPBD akan memperkuat patroli di area perumahan yang berbatasan dengan lahan terbuka guna mencegah insiden serupa.

Pascakebakaran, warga bahu-membahu membersihkan sisa puing dan menyiram lahan bekas terbakar untuk menghilangkan potensi api susulan. BPBD juga meninggalkan satu regu kecil untuk pemantauan hingga keesokan harinya. Meski tak ada kerugian besar, peristiwa ini meninggalkan pelajaran berharga tentang pentingnya kewaspadaan kolektif. “Bencana ini mengingatkan kami untuk lebih peduli lingkungan. Kami akan buat jadwal ronda malam untuk mengawasi lahan kosong itu,” pungkas Suhendar mewakili warga. Kepedihan dan ketakutan perlahan memudar seiring langit yang kembali cerah, namun kenangan akan petaka sore itu akan menjadi catatan abadi bagi penghuni dua perumahan tersebut.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
kartika-dewi

Reporter Cybersecurity. Fokus pada keamanan siber, privasi data, dan regulasi digital.

Comments (0)

User