Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Kapolda Riau Berduka, Kapten Indro Gajah Penjaga Tesso Nilo Mati

Pelalawan - Dunia konservasi nasional kembali dirundung duka mendalam. Seekor gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang dikenal luas sebagai penjaga ikonik Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di

Jul 07, 2026 - 23:25
0 0
Kapolda Riau Berduka, Kapten Indro Gajah Penjaga Tesso Nilo Mati

Pelalawan - Dunia konservasi nasional kembali dirundung duka mendalam. Seekor gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang dikenal luas sebagai penjaga ikonik Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Kabupaten Pelalawan, Riau, dilaporkan telah mengembuskan napas terakhirnya. Gajah jantan dewasa bernama Indro itu dikabarkan mati pada Senin, 29 Juni 2026, sekitar pukul 03.45 WIB dini hari.

Kepergian sang kapten terjadi di Camp Elephant Flying Squad, yang berlokasi di Seksi Pengelolaan TNTN, tepatnya di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui. Indro, yang akrab disapa "Kapten" oleh para perawat dan pawang, tutup usia pada umur yang terbilang uzur bagi seekor gajah, yakni 45 tahun. Kehilangan ini meninggalkan duka mendalam, mengingat Indro bukan sekadar satwa, melainkan simbol perlawanan terhadap konflik manusia dan gajah serta benteng terakhir ekosistem Tesso Nilo.

Kapolda Riau Sampaikan Dukacita untuk Indro

Mendiang Indro adalah gajah jantan bertubuh besar yang bertugas sebagai pemimpin kawanan dalam unit patroli Flying Squad. Selama lebih dari dua dekade, ia menjadi ujung tombak operasi penggiringan gajah liar kembali ke dalam kawasan hutan, mencegah konflik dengan permukiman warga, serta menjaga keseimbangan salah satu hutan hujan dataran rendah paling kritis di Sumatra. Julukan "Kapten" melekat padanya bukan hanya karena posturnya, tetapi karena kecerdasan dan kewibawaannya di antara gajah-gajah patroli lainnya.

Kabar duka ini juga menyentuh hati Kepala Kepolisian Daerah Riau, Irjen Pol Herry Heryawan. Kapolda yang selama ini dikenal memiliki kepedulian aktif terhadap isu konservasi dan pemberantasan kejahatan satwa liar itu mengaku sangat kehilangan. Dalam pernyataan resmi yang dikutip tim Beritaseputar.com pada Selasa (30/6/2026), Irjen Herry menyampaikan belasungkawa terdalamnya atas berpulangnya satwa legendaris tersebut.

"Atas nama pribadi dan institusi, saya menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya Kapten Indro. Ini adalah kehilangan besar tidak hanya bagi Taman Nasional Tesso Nilo, tetapi juga bagi Riau dan Indonesia. Indro adalah simbol penjaga alam yang sesungguhnya. Kami di kepolisian berkomitmen untuk meneruskan semangat menjaga kelestarian ini dengan memberantas para perusak hutan dan pemburu liar,"

Ucapan Kapolda ini menegaskan ikatan emosional yang kuat antara aparat penegak hukum dan upaya konservasi di Riau. Hingga berita ini diturunkan, tim medis dari Balai TNTN masih melakukan nekropsi atau bedah bangkai untuk memastikan penyebab pasti kematian satwa dilindungi tersebut. Tim investigasi lapangan media kami melaporkan bahwa kondisi terakhir Indro sempat menunjukkan penurunan kesehatan yang drastis, meski telah mendapatkan perawatan intensif dari tim dokter hewan. Kepergian Kapten Indro diharapkan menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa batas waktu bagi satwa liar ikonik Indonesia semakin menipis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
salsa-bintari

Reporter Komunitas. Reporter cerita komunitas dan tren lokal.

Comments (0)

User