Kapal Induk Fujian Luncurkan J-15T Bawa Empat Rudal Antikapal
Sebuah foto yang beredar luas di forum militer China telah menangkap momen pertama kali jet tempur J-15T Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN) lep
Sebuah foto yang beredar luas di forum militer China telah menangkap momen pertama kali jet tempur J-15T Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN) lepas landas dari kapal induk terbaru Fujian, dengan konfigurasi tempur penuh berupa empat rudal antikapal. Visual ini menjadi konfirmasi visual pertama bahwa varian peluncuran ketapel (CATOBAR) dari jet tempur berbasis kapal induk andalan China tersebut telah mencapai tahap integrasi operasional yang signifikan. Gambar yang diambil dari sudut dek penerbangan Fujian itu memperlihatkan J-15T—dengan ciri khas roda pendaratan depan yang diperkuat dan tidak adanya kanard pada beberapa sudut—mengudara dengan dua rudal di bawah sayap dan dua di bawah badan pesawat, menandakan kesiapan tempur maksimum yang sebelumnya belum pernah terekam publik.
Momen Bersejarah di Laut China Selatan
Fujian, kapal induk ketiga China yang diluncurkan pada Juni 2022, tengah menjalani serangkaian uji coba laut intensif di perairan Laut China Selatan. Peluncuran J-15T dengan muatan empat rudal antikapal ini terjadi dalam latihan integrasi antara sayap udara dan sistem peluncuran elektromagnetik (EMALS) kapal. Berbeda dengan Liaoning dan Shandong yang menggunakan metode lompatan ski-jump, Fujian dilengkapi tiga sistem ketapel elektromagnetik yang memungkinkan pesawat lepas landas dengan bobot penuh bahan bakar dan senjata—sebuah lompatan teknologi yang mendekatkan kemampuan carrier strike group China ke standar Amerika Serikat. Kronologi latihan ini belum diungkap secara resmi oleh militer China, namun analis memperkirakan momen tersebut terjadi pada kuartal kedua tahun ini seiring percepatan jadwal operasional penuh Fujian yang ditargetkan pada 2026.
Spesifikasi J-15T dan Kapal Induk Fujian
J-15T merupakan varian lanjutan dari J-15 “Flying Shark” yang diadaptasi khusus untuk operasi CATOBAR. Pesawat ini dilengkapi dengan radar Active Electronically Scanned Array (AESA) canggih, struktur sayap dan roda pendaratan yang diperkuat untuk menahan gaya akselerasi tinggi dari ketapel elektromagnetik, serta avionik modern yang memungkinkan pertempuran di luar jangkauan visual. Dengan kapasitas angkut mencapai 8 ton pada konfigurasi peluncuran CATOBAR, J-15T dapat membawa kombinasi rudal udara-ke-udara jarak jauh PL-15 dan rudal antikapal supersonik YJ-12, menjadikannya platform multi-peran yang mematikan. Sementara itu, Fujian memiliki bobot perpindahan lebih dari 80.000 ton, mampu mengangkut sekitar 40 pesawat tempur, dan menjadi kapal induk non-Amerika terbesar yang pernah dibangun.
| Kapal Induk | Tahun Komisioning | Sistem Peluncuran | Jenis Pesawat Utama | Bobot (ton) |
|---|---|---|---|---|
| Liaoning (CV-16) | 2012 | Ski-jump (STOBAR) | J-15 | ~60.000 |
| Shandong (CV-17) | 2019 | Ski-jump (STOBAR) | J-15 | ~70.000 |
| Fujian (CV-18) | Diharapkan 2026 | Ketapel EM (CATOBAR) | J-15T, J-35, KJ-600 | 80.000+ |
Konfigurasi Rudal: Ancaman Baru bagi Armada Lawan
Empat rudal antikapal yang terlihat pada J-15T diyakini sebagai kombinasi varian YJ-83K subsonik dengan jangkauan sekitar 200 km dan YJ-12 supersonik yang mampu melesat hingga Mach 3 dengan jangkauan 400 km. Konfigurasi ini memungkinkan satu jet tempur untuk meluncurkan serangan saturasi terhadap beberapa target kapal permukaan secara simultan. Dalam skenario ancaman, sebuah carrier air wing dengan 12 J-15T yang masing-masing membawa empat rudal dapat mengerahkan 48 rudal antikapal dalam satu gelombang serangan—sebuah volume tembakan yang sulit ditangkal bahkan oleh sistem pertahanan rudal Aegis tercanggih sekalipun. “Ini adalah demonstrasi kemampuan proyeksi kekuatan yang belum pernah ditunjukkan China sebelumnya,” ujar Collin Koh, peneliti di S. Rajaratnam School of International Studies, Singapura. “Dengan EMALS, Fujian dapat meluncurkan J-15T dengan muatan penuh, sesuatu yang tidak mungkin dilakukan oleh Liaoning dan Shandong.”
| Rudal | Jangkauan (km) | Kecepatan | Hulu Ledak (kg) | Platform Utama |
|---|---|---|---|---|
| YJ-83K | 180-200 | Subsonik (Mach 0.9) | 165 | J-15, JH-7 |
| YJ-12 | 250-400 | Supersonik (Mach 3) | 205 | J-15T, H-6K |
| YJ-18 | 540 | Sub-to-Supersonik | 300 | Kapal, kapal selam |
Respons dan Analisis Pertahanan Regional
Penggambaran publik J-15T dengan konfigurasi tempur penuh ini tidak sekadar pamer kekuatan; ia adalah sinyal strategis kepada Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan Indo-Pasifik. Fujian, ketika operasional penuh, akan menjadi inti dari carrier strike group yang mampu beroperasi di luar jangkauan perlindungan rudal darat, termasuk di sekitar Garis Demarkasi Sembilan Putus yang dipersengketakan di Laut China Selatan. Departemen Pertahanan AS dalam laporan tahunannya telah memproyeksikan bahwa China akan memiliki enam kapal induk pada 2035, dengan Fujian sebagai batu loncatan menuju kapal induk bertenaga nuklir. Kemampuan untuk meluncurkan empat rudal antikapal dari satu platform secara signifikan mengurangi jumlah sorti yang diperlukan untuk menenggelamkan satu kapal perang musuh. Dengan sensor AESA pada J-15T yang mampu melacak target pada jarak lebih dari 200 km, kru kapal lawan hanya memiliki waktu hitungan menit untuk merespons setelah peluncuran rudal terdeteksi.
Konfigurasi ini juga memberikan fleksibilitas doktrinal baru bagi PLAN, memungkinkan taktik “hit-and-run” jarak jauh tanpa mengorbankan daya tempur. Dengan adanya pesawat peringatan dini KJ-600 yang juga diujicobakan di Fujian, deteksi target dan koordinasi serangan dapat dilakukan pada radius operasi yang jauh lebih luas. Kombinasi ini menempatkan Fujian sebagai pusat gravitasi baru kekuatan maritim China, dan akan terus dipantau oleh satelit serta aset intelijen negara-negara di kawasan.
[SOCIAL_TWEET]: Pertama kali terlihat! Jet J-15T China lepas landas dari kapal induk Fujian dengan empat rudal antikapal. Kemampuan baru ini guncang keseimbangan kekuatan di Laut China Selatan. #ChinaNavy #J15T #Fujian[SOCIAL_TG]: 🚢🔥 Jet J-15T China sukses lepas landas dari kapal induk Fujian dengan empat rudal antikapal! Kemampuan baru yang bikin tetangga waspada. Laut China Selatan makin memanas.
Comments (0)