Pekerja Perbaiki Perahu Diterkam Buaya, Ditemukan Tewas

Seorang pekerja perahu ditemukan meninggal dunia setelah dinyatakan hilang selama tiga hari akibat diterkam buaya muara di perairan Sungai Kapuas, Kalimant

Jul 12, 2026 - 11:00
0 0
Pekerja Perbaiki Perahu Diterkam Buaya, Ditemukan Tewas

Seorang pekerja perahu ditemukan meninggal dunia setelah dinyatakan hilang selama tiga hari akibat diterkam buaya muara di perairan Sungai Kapuas, Kalimantan Barat. Insiden tragis ini terjadi saat korban sedang memperbaiki perahunya di tepi sungai pada Senin (7/7/2025) sekitar pukul 15.30 WIB.

Menurut keterangan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pontianak, I Nyoman Sidakarya, korban bernama Junaidi (45), warga Desa Rasau Jaya, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Saat itu, Junaidi tengah seorang diri membenahi bagian lambung perahu kayu yang bocor. Tiba-tiba, seekor buaya muara dengan panjang diperkirakan mencapai 4 meter muncul dan langsung menerkam lengan kanan korban.

Kronologi Peristiwa

Berikut urutan kejadian berdasarkan keterangan saksi dan laporan tim SAR:

  1. Senin (7/7/2025) pukul 15.00 WIB – Junaidi datang ke tepian Sungai Kapuas untuk memperbaiki perahu miliknya. Ia hanya seorang diri, sementara rekan-rekannya berada di perkebunan sekitar 200 meter dari lokasi.
  2. Pukul 15.30 WIB – Saksi bernama Rahmat (38), rekan kerja korban, mendengar teriakan minta tolong. Saat berlari ke tepi sungai, ia melihat Junaidi telah diseret buaya ke tengah sungai.
  3. Pukul 15.40 WIB – Rahmat menghubungi kepala desa dan warga sekitar untuk melakukan pencarian awal menggunakan perahu. Namun, korban tidak ditemukan.
  4. Selasa (8/7/2025) pagi – Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan diterjunkan. Pencarian diperluas hingga radius 5 km dari titik awal.
  5. Kamis (10/7/2025) pukul 09.20 WIB – Setelah tiga hari pencarian, jasad Junaidi ditemukan terapung di sekitar area semak belukar tepi sungai, sekitar 1,2 km dari lokasi kejadian. Terdapat luka gigitan parah di lengan kanan, bahu, dan dada.
  6. Pukul 11.00 WIB – Jenazah dievakuasi ke Puskesmas Rasau Jaya untuk visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
"Korban pertama kali diterkam di bagian lengan. Diduga buaya langsung melakukan gerakan memutar untuk menenggelamkannya. Ini pola serangan khas buaya muara saat berburu mangsa besar," jelas I Nyoman Sidakarya dalam keterangan pers.

Keluarga korban, yang diwakili adik kandungnya, Sutrisno (40), mengaku pasrah dengan musibah ini. "Kami ikhlas. Abang memang sering bekerja di sungai, sudah jadi risiko pekerjaannya," ucapnya sambil menahan tangis. Pihak keluarga langsung menggelar pemakaman pada hari yang sama di pemakaman umum desa.

Habitat Buaya dan Peringatan

Perairan di sekitar Sungai Kapuas dikenal sebagai habitat alami buaya muara (Crocodylus porosus). Dalam beberapa tahun terakhir, serangan terhadap manusia meningkat terutama saat musim kemarau atau saat air surut, di mana buaya lebih agresif menjaga teritori. Menurut data Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, sepanjang 2025 telah tercatat 4 kasus serangan buaya dengan dua di antaranya berakibat fatal.

BKSDA mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk tidak beraktivitas sendirian di dekat air, terutama di waktu remang-remang pagi dan sore hari, yang merupakan waktu buaya berburu. Berikut langkah pencegahan yang disarankan:

  • Jangan berenang atau bekerja di tepi sungai sendirian, terutama di area yang diketahui banyak buaya.
  • Pasang papan peringatan dan pagar pengaman di titik rawan serangan.
  • Laporkan segera jika melihat buaya berukuran besar mendekati permukiman kepada aparat desa atau BKSDA.
  • Hindari membuang limbah hewan atau sampah dapur di sungai yang bisa menarik buaya.
"Kami sedang melakukan sosialisasi ke desa-desa rawan. Masyarakat harus lebih waspada. Jangan memancing atau bekerja di air tanpa pengawasan, karena buaya muara bisa menyerang dalam hitungan detik," tegas Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Abdul Azis.

Kronologi insiden ini menjadi pengingat keras bagi warga yang bergantung pada sungai untuk mata pencaharian. Aktivitas seperti memperbaiki perahu, menangkap ikan, atau sekadar mandi di sungai kini kian berisiko jika tidak disertai kewaspadaan tinggi.

Hingga berita ini ditulis, masyarakat sekitar mengaku trauma dan meminta pemerintah daerah untuk membentuk tim patroli sungai guna mengurangi ancaman serangan buaya.

[SOCIAL_TWEET]: Pekerja perahu di Kubu Raya tewas setelah diterkam buaya muara sepanjang 4 meter. Korban sempat hilang 3 hari sebelum jasadnya ditemukan. Ini kronologinya. #BuayaMuara #Kalbar #KeselamatanSungai[SOCIAL_TG]: 🐊 Tragedi di Sungai Kapuas: Seorang pekerja perahu tewas usai diserang buaya muara saat memperbaiki perahu. Korban hilang 3 hari, jasad ditemukan 1,2 km dari lokasi. Keluarga pasrah. BKSDA imbau warga waspada. Selengkapnya: [link]

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User