Wanita di Lampung Live TikTok Diduga Teler Narkoba

Sebuah rekaman siaran langsung (live) TikTok yang menampilkan seorang wanita di Lampung dalam kondisi diduga teler akibat narkoba viral di media sosial. Vi

Jul 12, 2026 - 12:12
0 0
Wanita di Lampung Live TikTok Diduga Teler Narkoba

Sebuah rekaman siaran langsung (live) TikTok yang menampilkan seorang wanita di Lampung dalam kondisi diduga teler akibat narkoba viral di media sosial. Video itu memicu keprihatinan publik sekaligus kecaman terhadap penyalahgunaan narkotika yang kembali mencuat lewat platform digital.

Kronologi Viral

Peristiwa bermula pada Rabu malam ketika akun TikTok dengan nama pengguna yang kini sudah dinonaktifkan menayangkan siaran langsung dari sebuah rumah di kawasan Bandar Lampung. Dalam tayangan berdurasi sekitar 35 menit tersebut, sang wanita terlihat berbicara tidak jelas, menggerakkan tubuh secara tak terkendali, dan beberapa kali nyaris terjatuh dari kursi.

“Saya scrolling FYP, tiba-tiba muncul siaran itu. Wanita itu kayak orang bingung, matanya merah, bicara pelo. Banyak yang langsung curiga dia pakai sesuatu,” ujar Rina, salah satu warganet yang menyaksikan live tersebut.

Video itu dengan cepat disebarluaskan dalam bentuk klip pendek di Twitter, Instagram, dan grup WhatsApp. Hingga Kamis sore, potongan siaran langsung tersebut telah ditonton lebih dari 2,7 juta kali di berbagai platform, dengan lebih dari 15 ribu komentar yang sebagian besar mengecam tindakan tersebut.

Respons Kepolisian

Menanggapi viralnya video tersebut, Kepolisian Daerah (Polda) Lampung langsung bergerak. Kasubdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung, AKBP Muhammad Rizki, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan dan sedang melacak identitas wanita dalam video.

“Kami sudah mengantongi sejumlah petunjuk. Tim siber sedang bekerja sama dengan pengelola platform untuk mendapatkan data akun. Jika terbukti ada penyalahgunaan narkotika, kami akan proses sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” tegas AKBP Muhammad Rizki dalam keterangan pers, Kamis (27/2/2025).

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai identitas atau keberadaan wanita tersebut agar segera melapor. Sejumlah warga di sekitar lokasi yang diduga menjadi tempat siaran langsung juga telah dimintai keterangan.

Analisis Ahli

Dr. Andi Saputra, psikiater dari Rumah Sakit Jiwa Daerah Lampung, menyebutkan bahwa gejala yang ditampilkan wanita dalam video mengindikasikan penggunaan zat psikoaktif golongan stimulan atau halusinogen. “Dari gerakan motorik yang tidak terkoordinasi, tatapan mata yang kosong, serta cara bicara yang kacau, kemungkinan besar yang bersangkutan berada di bawah pengaruh sabu atau ekstasi. Namun, diagnosis pasti hanya bisa dilakukan lewat pemeriksaan toksikologi,” jelasnya.

Senada, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba yang dipertontonkan secara publik di media sosial adalah fenomena yang semakin mengkhawatirkan. Kepala BNNP Lampung, Brigjen Pol. Dedi Irawan, menyatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan patroli siber untuk mendeteksi konten serupa.

Reaksi Masyarakat dan Pengamat Sosial

Video viral ini memicu perdebatan luas. Tagar #TikTokNarkobaLampung sempat berada di trending topic Twitter Indonesia. Banyak warganet yang menyesalkan penggunaan platform hiburan untuk perilaku berbahaya. Di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa tayangan seperti ini dapat menjadi pemicu (trigger) bagi pengguna lain, terutama remaja.

Pengamat media sosial, Dina Mariana, menilai bahwa algoritma TikTok yang memprioritaskan konten kontroversial turut berperan. “Semakin aneh suatu konten, semakin cepat viral. Sayangnya, ini bisa memberi panggung bagi perilaku destruktif. Platform perlu respons lebih cepat untuk menghapus konten yang melanggar pedoman komunitas,” ujarnya.

Langkah Preventif

  • Penguatan patroli siber: Polda Lampung dan BNN akan lebih proaktif memantau konten mencurigakan.
  • Kerja sama dengan TikTok: Pihak kepolisian meminta platform untuk memperketat verifikasi pengguna dan penyaringan konten yang mengandung unsur narkoba.
  • Edukasi publik: Kampanye bahaya narkoba dan literasi digital akan digencarkan ke sekolah dan komunitas.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa media sosial bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, ia memberi ruang ekspresi; di sisi lain, membutuhkan tanggung jawab kolektif agar tidak disalahgunakan.

[SOCIAL_TWEET]: Wanita di Lampung live TikTok diduga teler narkoba, video ditonton 2,7 juta kali. Polisi kini lacak identitasnya. #Lampung #TikTokNarkoba #Viral[SOCIAL_TG]: 🔴 VIRAL: Wanita di Lampung live TikTok diduga teler narkoba. Video ditonton 2,7 juta kali, polisi bergerak cepat. Simak kronologi lengkapnya di sini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User