Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Jerman Tuduh Ukraina Dalangi Ledakan Pipa Gas Nord Stream

Jakarta - Otoritas kejaksaan Jerman secara resmi mengajukan tuduhan bahwa pemerintah Ukraina berada di balik serangan ledakan yang menghancurkan jaringan pipa gas Nord Stream di Laut Baltik pada tahu

Jul 08, 2026 - 05:01
0 0
Jerman Tuduh Ukraina Dalangi Ledakan Pipa Gas Nord Stream

Jakarta - Otoritas kejaksaan Jerman secara resmi mengajukan tuduhan bahwa pemerintah Ukraina berada di balik serangan ledakan yang menghancurkan jaringan pipa gas Nord Stream di Laut Baltik pada tahun 2022. Tuduhan ini disampaikan dalam dokumen dakwaan yang diajukan terhadap salah satu tersangka pelaku pengeboman, dan berpotensi memperkeruh hubungan diplomatik antara Berlin dan Kyiv yang selama ini terjalin erat.

Menurut laporan yang dihimpun media kami, Kamis (2/7/2026), jaksa federal Jerman menyatakan bahwa tersangka beserta sejumlah anggota militer Ukraina lainnya menjalankan operasi peledakan tersebut "atas perintah otoritas negara di Ukraina". Pernyataan ini menjadi eskalasi signifikan dalam penyelidikan karena untuk pertama kalinya secara langsung menunjuk keterlibatan institusi negara, bukan sekadar kelompok individu atau aktor non-negara.

Dalam pernyataan resminya, jaksa Jerman menegaskan bahwa tersangka bersama rekan-rekannya dari kalangan militer Ukraina bertindak berdasarkan instruksi langsung dari otoritas pemerintahan di Kyiv.

Serangan pada September 2022 itu menghancurkan tiga dari empat jalur pipa dasar laut Nord Stream 1 dan Nord Stream 2, yang merupakan infrastruktur energi vital yang menghubungkan Rusia dengan Jerman melintasi Laut Baltik. Ledakan tersebut melepaskan metana dalam jumlah sangat besar ke atmosfer dan memicu krisis energi di kawasan Eropa yang saat itu tengah bergulat dengan lonjakan harga gas akibat konflik Rusia-Ukraina.

Jerman selama ini menjadi pendukung utama Ukraina dalam hal bantuan militer dan finansial sejak invasi Rusia dimulai pada Februari 2022. Namun, tuduhan terbaru ini menempatkan Berlin dalam posisi diplomatik yang sulit, mengingat serangan terhadap infrastruktur energi di perairan internasional tersebut juga merugikan kepentingan strategis Jerman sendiri.

Pihak berwenang Jerman sebelumnya telah mengidentifikasi beberapa tersangka, termasuk seorang instruktur selam asal Ukraina yang diduga terlibat langsung dalam pemasangan bahan peledak. Penyelidikan internasional yang melibatkan beberapa negara, termasuk Swedia dan Denmark, sempat menemui jalan buntu sebelum akhirnya Jerman memutuskan untuk melanjutkan proses hukum secara independen.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Ukraina belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan tersebut, sementara Kremlin melalui juru bicaranya menyatakan bahwa pengungkapan ini "mengonfirmasi apa yang sudah lama mereka duga". Para analis hubungan internasional menilai bahwa perkembangan ini berpotensi mempengaruhi dinamika dukungan Barat terhadap Ukraina, khususnya di tengah meningkatnya kelelahan politik di beberapa negara Eropa terhadap konflik yang berkepanjangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
galih-pratama

Editor Gaya Hidup. Editor tren, komunitas, dan gaya hidup.

Comments (0)

User