Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Jerhemy Owen Ubah Lahan Sawit Ilegal di Aceh Tamiang Kembali Jadi Hutan

Di tengah hamparan hijau yang dulu hanya tinggal kenangan, Jerhemy Owen berdiri memandangi ribuan bibit pohon yang baru ia tanam. Tangannya yang penuh tana

Jul 09, 2026 - 22:35
0 0

Di tengah hamparan hijau yang dulu hanya tinggal kenangan, Jerhemy Owen berdiri memandangi ribuan bibit pohon yang baru ia tanam. Tangannya yang penuh tanah seolah menulis ulang sejarah: mengembalikan hutan lindung yang sempat dijarah menjadi ladang sawit ilegal, kembali ke fitrahnya sebagai paru-paru Aceh. Pria 34 tahun ini bukan sekadar aktivis lingkungan. Ia adalah seorang pendidik yang percaya bahwa perubahan sejati dimulai dari hati manusia, bukan sekadar aturan di atas kertas.

Awal Mula: Kemarahan yang Disulap Menjadi Gerakan

Tahun 2019, Jerhemy—lulusan Magister Silvikultur Tropika dari sebuah universitas di Bogor—kembali ke kampung halamannya di Aceh Tamiang. Yang ia temukan justru luka: ratusan hektare hutan lindung di kawasan Leuser Ecosystem telah berubah menjadi kebun sawit monokultur. Bukan oleh korporasi besar, melainkan oleh warga setempat yang tergiur janji ekonomi sesaat. “Saya sempat marah, tapi marah saja tidak menyelesaikan apa-apa. Harus ada tawaran solusi yang manusiawi,” kenang Jerhemy, Senin (13/7).

Dari situlah lahir Gerakan Hutan Kembali, sebuah inisiatif restorasi berbasis masyarakat yang ia rintis bersama mantan para peladang liar itu sendiri. Alih-alih melapor ke polisi, Jerhemy memilih duduk bersama warga di balai desa. Dengan suara lembut namun tegas, ia menjelaskan bahwa hilangnya hutan berarti hilangnya sumber air bersih, rusaknya habitat satwa, dan ancaman banjir yang semakin nyata.

Pendidikan Sebagai Senjata Utama

Jerhemy tidak hanya mengandalkan latar belakang akademisnya. Ia meramu pendekatan personal yang hangat. Kepada Pak Ruslan, 52 tahun, mantan penebang yang kini menjadi koordinator lapangan, Jerhemy berkata,

“Dulu saya cuma ikut-ikutan buka lahan sawit. Tapi setelah Mas Jerhemy ajak kami lihat anak-anak kecil yang minum air keruh karena hutan hilang, saya sadar: ini bukan cuma soal uang, ini soal warisan.”

Perlahan, warga mulai mencabut bibit sawit ilegal mereka dan menggantinya dengan tanaman asli seperti meranti, damar, dan buah-buahan hutan. Jerhemy juga menggelar sekolah lapang tiap akhir pekan, mengajarkan teknik agroforestri—bertani di sela-sela pohon hutan—agar warga tetap memiliki sumber pangan tanpa mengorbankan ekosistem.

Yang membuat pendekatan ini unik adalah sentuhan manusianya. Jerhemy hafal nama setiap petani, hafal berapa anak mereka yang bersekolah, dan kerap menginap di rumah panggung warga untuk memperkuat ikatan. “Restorasi hutan bukan sekadar menanam pohon. Ini tentang memulihkan hubungan,” ucapnya.

Dampak yang Melampaui Statistik

Hingga pertengahan 2025, lebih dari 230 hektare lahan kritis berhasil direhabilitasi. Aliran air di Sungai Tamiang kembali jernih, dan warga melaporkan kemunculan kembali satwa seperti rusa dan beragam burung endemik. Namun yang lebih membanggakan bagi Jerhemy adalah perubahan pola pikir:

  • 87% mantan petani sawit ilegal kini terlibat aktif dalam program pemantauan hutan desa.
  • Didirikannya tiga unit usaha kecil berbasis hasil hutan bukan kayu—madu hutan, rotan, dan herbal—yang meningkatkan pendapatan warga rata-rata 40%.
  • Anak-anak muda Aceh Tamiang membentuk Kelompok Pecinta Alam yang secara sukarela menjaga kawasan rehabilitasi dari ancaman perambahan baru.

Seorang ibu rumah tangga, Fatimah, 41 tahun, berbagi kisah,

“Dulu suami saya sering keluar malam buat nebang, saya khawatir terus. Sekarang dia bangga jadi penjaga hutan. Kami bisa senyum lagi.”

Bagi Jerhemy, penghargaan terbesar bukanlah piagam atau pemberitaan media, melainkan saat ia melihat bibit pohon yang ditanam oleh tangan-tangan yang dulu merusak, kini tumbuh bersama harapan. Sebuah kisah yang membuktikan bahwa restorasi hutan sejati dimulai dengan restorasi hati.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User