Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Jalan Raya CBL Memprihatinkan, 4 Titik Longsor Dibiarkan Berbulan-bulan

Kabupaten Bekasi – Kondisi Jalan Raya CBL yang menghubungkan Cibitung, Babelan, dan sekitarnya semakin mengkhawatirkan. Laporan dari lapangan dan warga setempat mengonfirmasi sedikitnya empat titik

Jul 08, 2026 - 05:40
0 0
Jalan Raya CBL Memprihatinkan, 4 Titik Longsor Dibiarkan Berbulan-bulan

Kabupaten Bekasi – Kondisi Jalan Raya CBL yang menghubungkan Cibitung, Babelan, dan sekitarnya semakin mengkhawatirkan. Laporan dari lapangan dan warga setempat mengonfirmasi sedikitnya empat titik longsor di jalur vital tersebut telah dibiarkan tanpa perbaikan selama berbulan-bulan. Amblasnya badan jalan tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga secara nyata membahayakan keselamatan pengguna yang melintas setiap hari.

Berdasarkan penelusuran media kami di lokasi, titik-titik longsor tersebar di beberapa ruas strategis. Kedalaman amblas bervariasi, mulai dari puluhan sentimeter hingga yang paling parah mencapai lebih dari satu meter. Pada beberapa titik, separuh badan jalan praktis tidak bisa dilintasi, terutama oleh kendaraan berat. Di malam hari atau saat hujan deras, risiko kecelakaan meningkat tajam karena minimnya penerangan dan penanda yang memadai.

“Setiap hari saya lewat sini, sudah berbulan-bulan longsornya malah makin melebar. Pernah ada motor jatuh karena menghindari lubang, untung tidak sampai fatal. Kami cuma bisa pasang bambu dan karung seadanya tanda bahaya,” ujar Tarmizi, salah seorang pengendara rutin yang kerap melintasi Jalan Raya CBL.

Dampak dan Risiko yang Mengintai

Jalan Raya CBL merupakan salah satu urat nadi pergerakan ekonomi warga utara Kabupaten Bekasi. Jalur ini menjadi akses utama penghubung kawasan industri Cibitung dengan permukiman padat di Babelan dan sekitarnya. Kerusakan yang tidak kunjung ditangani memaksa pengendara mengurangi kecepatan secara ekstrem, saling bergantian antre di jalur yang masih aman, dan tak jarang memilih memutar lewat kampung—memperpanjang waktu tempuh sekaligus memicu kemacetan baru.

Kondisi ini diperparah pada musim penghujan. Air yang menggenangi lubang longsor membuatnya nyaris tidak terlihat, berubah menjadi perangkap mematikan terutama bagi sepeda motor. Warga setempat melaporkan sedikitnya beberapa insiden ringan hingga sedang terjadi setiap minggunya di ruas-ruas yang amblas. Namun hingga kini, belum tampak tanda-tanda perbaikan permanen dari instansi terkait.

“Kami sudah berulang kali menyampaikan keluhan, baik melalui surat maupun datang langsung. Jawabannya selalu akan ditindaklanjuti, tapi realisasi di lapangan nihil. Kalau menunggu korban jiwa dulu baru bergerak, sangat disayangkan,” keluh Lurah setempat yang namanya enggan dipublikasikan karena alasan protokoler.

Titik Longsor dan Upaya Darurat

Identifikasi media kami mencatat empat titik longsor utama berada di kilometer 3, kilometer 5, dekat simpang Telaga Murni, dan satu titik menjelang perbatasan Babelan. Pada titik terparah, konstruksi jalan tampak tergerus air dari saluran drainase samping yang juga tersumbat dan tidak terawat. Upaya warga sebatas menimbun potongan kayu, ban bekas, atau tanah urugan yang tentu tidak bertahan lama dan hanya menjadi tindakan darurat.

Ketiadaan penerangan jalan umum yang berfungsi di sepanjang ruas ini menambah daftar panjang keluhan. Saat malam, pengendara sepenuhnya mengandalkan lampu kendaraan yang terbatas, memaksa mereka meraba-raba bagian jalan mana yang masih padat dan mana yang menganga. Beberapa warga bahkan mengaku terpaksa bergotong-royong membuat penerangan swadaya berbahan bakar minyak tanah di titik-titik paling rawan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari dinas terkait mengenai jadwal perbaikan menyeluruh. Tim Beritaseputar.com masih berupaya meminta keterangan dari Dinas Bina Marga maupun instansi provinsi yang memiliki kewenangan atas ruas jalan tersebut. Warga berharap agar kondisi memprihatinkan ini segera diakhiri sebelum jatuh korban yang lebih besar, dan meminta pemerintah bertindak cepat mengingat Jalan Raya CBL merupakan akses publik yang vital bagi puluhan ribu pengguna setiap harinya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rina-wulandari

Editor Hiburan. Editor hiburan dan budaya populer.

Comments (0)

User