Jakarta - KPK Pamerkan Barang Mewah Sitaan Kasus Suap Sertifikat K3, Siap Dilelang
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk pertama kalinya memamerkan secara terbuka sejumlah aset mewah bernilai tinggi yang disita dari tangan Noel, tersangka dalam pusaran kasus suap dan gratifikasi
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk pertama kalinya memamerkan secara terbuka sejumlah aset mewah bernilai tinggi yang disita dari tangan Noel, tersangka dalam pusaran kasus suap dan gratifikasi pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Pameran ini digelar sebagai langkah transparansi sekaligus menandai dimulainya proses lelang barang rampasan yang telah berkekuatan hukum tetap.
Dari pantauan Beritaseputar.com di lobi Gedung Merah Putih, Kamis siang, dua aset yang paling mencuri perhatian publik adalah sepeda motor Ducati Scrambler berkelir kuning khas serta satu set velg Porsche yang masih terbungkus rapi. Motor bergenre retro tersebut diketahui merupakan salah satu model premium dengan harga pasar di atas Rp400 juta, sementara velg Porsche tersebut diduga merupakan komponen aftermarket eksklusif yang kerap diburu kolektor otomotif.
"Ini adalah bentuk komitmen kami agar publik bisa melihat langsung wujud hasil tindak pidana korupsi yang selama ini dinikmati para tersangka. Semua aset yang dipamerkan hari ini akan segera kami lelang," ujar juru bicara KPK saat memberikan keterangan kepada media kami.
Selain Ducati Scrambler dan velg Porsche, dalam etalase kaca yang dijaga ketat petugas juga terpajang deretan barang mewah lain seperti jam tangan bermerek kelas atas, tas tangan dari rumah mode ternama, hingga beberapa unit telepon genggam keluaran terbaru. Seluruhnya merupakan bukti dari gaya hidup mewah yang dijalani Noel selama menjadi aktor utama di balik penerbitan ribuan sertifikat K3 yang sarat manipulasi.
Kasus ini sendiri mencuat setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap beberapa oknum pejabat di lingkungan Kemnaker serta sejumlah pihak swasta yang berlaku sebagai calo. Dalam konstruksi perkara, Noel diduga kuat menjadi penerima aliran dana suap yang nilainya ditaksir mencapai miliaran rupiah. Uang haram itu didapat dari perusahaan-perusahaan yang ingin memuluskan proses administrasi K3 tanpa melalui pemeriksaan teknis sesuai ketentuan undang-undang.
"Dari hasil audit forensik yang kami lakukan, sebagian besar uang suap tersebut dibelikan aset-aset konsumtif oleh tersangka. Kini saatnya barang-barang itu kembali ke negara," imbuh sumber internal KPK kepada Beritaseputar.com.
Direktorat Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi) KPK mengonfirmasi bahwa lelang akan dilakukan secara terbuka dan dapat diikuti oleh masyarakat umum melalui platform lelang resmi negara. Nilai akumulasi aset yang akan dilelang diperkirakan menembus angka puluhan miliar rupiah. Hasil lelang nantinya akan dimasukkan ke kas negara sebagai bagian dari pemulihan kerugian keuangan negara (asset recovery).
Pameran ini sekaligus menjadi pesan keras bahwa KPK tidak hanya memenjarakan para pelaku, tetapi juga terus menyasar aset hasil kejahatan agar tidak bisa lagi dinikmati setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan. Proses ini juga diharapkan bisa memberi efek jera bagi para pejabat lain yang tergoda untuk memperkaya diri di luar batas kepatutan saat menduduki jabatan strategis di kementerian dan lembaga.
Hingga berita ini diturunkan, antrean pengunjung yang ingin menyaksikan langsung barang mewah sitaan tersebut terus mengular. Banyak warga yang tak percaya bahwa sejumlah sertifikat K3 yang selama ini dikantongi perusahaan-perusahaan besar ternyata terbit dari tangan-tangan kotor yang haus materi. Beritaseputar.com akan terus mengawal perkembangan lelang dan pengusutan tuntas kasus ini.
Comments (0)