Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Jaksa Agung Bongkar Modus Licik Benny Tjokro Amankan Harta agar Tak Tersentuh Lelang Negara

Jakarta – Jaksa Agung ST Burhanuddin mengungkap taktik canggih yang digunakan terpidana korupsi kasus PT Asuransi Jiwasraya dan PT Asabri, Benny Tjokrosaputro, dalam melindungi aset-asetnya dari si

Jul 06, 2026 - 13:53
0 0
Jaksa Agung Bongkar Modus Licik Benny Tjokro Amankan Harta agar Tak Tersentuh Lelang Negara

Jakarta – Jaksa Agung ST Burhanuddin mengungkap taktik canggih yang digunakan terpidana korupsi kasus PT Asuransi Jiwasraya dan PT Asabri, Benny Tjokrosaputro, dalam melindungi aset-asetnya dari sitaan dan lelang negara. Dalam pernyataannya, Burhanuddin menegaskan bahwa Benny Tjokro memiliki kemampuan luar biasa dalam menjaga hartanya tetap sulit dijangkau oleh aparat penegak hukum, salah satunya dengan membebani aset-aset tersebut dengan tanggungan utang bernilai sangat tinggi.

Pengakuan ini disampaikan Jaksa Agung saat meresmikan revitalisasi Gedung Adhyaksa Chambers di Jalan Patra Kuningan XI/2, Setiabudi, Jakarta Selatan. Gedung yang kini dialihfungsikan sebagai kantor pusat mediasi Kejaksaan itu ternyata memiliki sejarah panjang sebagai rumah milik Benny Tjokro yang sebelumnya disita oleh penyidik Kejaksaan Agung. Burhanuddin menjelaskan bahwa proses penyitaan dan upaya pelelangan terhadap properti tersebut tidak berjalan mulus karena terganjal berbagai kendala yang diduga sengaja diciptakan.

Rumah Mewah yang Jadi Pusat Mediasi

Menurut laporan yang dihimpun media kami, gedung yang kini menjadi Adhyaksa Chambers dulunya merupakan salah satu aset mewah Benny Tjokro yang berhasil disita oleh tim penyidik. Lokasinya yang strategis di kawasan elit Jakarta Selatan membuat properti ini memiliki nilai ekonomi tinggi, namun justru hal itulah yang menjadi salah satu faktor mengapa proses lelangnya selalu menemui jalan buntu. "Gedung ini sebenarnya adalah gedung sitaan. Ini adalah perkaranya Benny Tjokro. Kami sebenarnya juga sudah melakukan upaya untuk menjual, beberapa kali penjualan tapi tetap selalu gagal," ungkap Burhanuddin dalam sambutannya di lokasi, Rabu (24/6/2026).

Kegagalan berulang dalam proses lelang aset Benny Tjokro bukanlah tanpa sebab. Jaksa Agung menjelaskan bahwa terpidana tersebut diketahui sangat lihai mengamankan setiap asetnya dengan cara menjaminkan properti ke berbagai pihak, termasuk perbankan, sehingga nilai tanggungan utang yang melekat pada aset tersebut jauh melampaui nilai pasar properti itu sendiri. Akibatnya, ketika negara mencoba melelang aset tersebut, tidak ada pihak yang berminat karena beban utang yang harus ditanggung pembeli jauh lebih besar dibandingkan nilai aset yang akan diperoleh.

Taktik Cerdik Mengunci Aset

Model pengamanan aset yang diterapkan Benny Tjokro ini diakui oleh Kejaksaan Agung sebagai salah satu modus yang sangat menyulitkan upaya pemulihan kerugian negara. Strategi ini membuat penyidik nyaris tidak bisa mengeksekusi sepenuhnya harta-harta terpidana karena secara legal masih terikat perjanjian kredit dengan pihak ketiga. Burhanuddin menegaskan bahwa modus semacam ini menjadi tantangan besar bagi penegak hukum dalam menuntaskan kasus-kasus korupsi besar seperti yang melibatkan Benny Tjokro.

Alhasil, Kejaksaan Agung memutuskan untuk tidak melelang gedung tersebut dan justru merevitalisasinya menjadi fasilitas yang lebih bermanfaat bagi kepentingan negara. Transformasi rumah mewah Benny Tjokro menjadi kantor pusat mediasi Kejaksaan ini dianggap sebagai solusi optimal di tengah sulitnya proses lelang. Dengan demikian, meskipun tidak menghasilkan pemasukan langsung melalui penjualan, aset tersebut kini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi institusi hukum dan masyarakat.

Peresmian Adhyaksa Chambers ini sekaligus menjadi simbol keteguhan Kejaksaan Agung dalam memberantas korupsi dan mengoptimalkan segala aset sitaan untuk kepentingan publik, meskipun harus berhadapan dengan berbagai siasat pelaku yang dirancang sedemikian rupa untuk menghindari pengembalian kerugian negara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
galih-pratama

Editor Gaya Hidup. Editor tren, komunitas, dan gaya hidup.

Comments (0)

User