Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

[JAKARTA] — Ruben Onsu Harus Penuhi Tiga Syarat Rebut Hak Asuh

Di tengah sunyi ruang tamu kediamannya di kawasan Pondok Indah, Ruben Onsu menatap foto anaknya yang tersenyum lebar di bingkai meja. Matanya berkaca-kaca.

Jul 09, 2026 - 14:31
0 0
[JAKARTA] — Ruben Onsu Harus Penuhi Tiga Syarat Rebut Hak Asuh

Di tengah sunyi ruang tamu kediamannya di kawasan Pondok Indah, Ruben Onsu menatap foto anaknya yang tersenyum lebar di bingkai meja. Matanya berkaca-kaca. Sudah hampir sebulan ia hanya bisa melihat sang buah hati melalui panggilan video, dan itu pun harus melewati jadwal kaku yang ia sebut “mekanisme penuh sekat”.

Ini bukan pertarungan harta, bisnis, atau gengsi selebritas. Ini tentang hati seorang ayah yang ingin anaknya tumbuh dalam dekapannya. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) angkat bicara dan menekankan bahwa merebut hak asuh anak bukanlah perkara membalas sakit hati. Ia harus dibuktikan dengan fakta, bukan sekadar keinginan.

Kronologi Perjuangan Ruben Onsu

  1. Februari 2025: Ruben Onsu menggugat hak asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan setelah perceraiannya dengan Sarwendah dikabulkan pada akhir 2024. Anak mereka yang berusia 6 tahun secara otomatis berada dalam pengasuhan sang ibu, namun Ruben merasa ikatan emosionalnya dengan anak tak boleh terputus begitu saja.
  2. Maret 2025: Mediasi perdana gagal mencapai mufakat. Ruben menolak pola asuh “satu minggu di sini, satu minggu di sana” yang diusulkan karena ia khawatir anak akan bingung secara psikologis.
  3. April 2025: Pengadilan meminta pendapat KPAI sebagai pihak netral, menyusul dugaan ketidakstabilan lingkungan di rumah Sarwendah yang sempat ramai diberitakan—meskipun tanpa bukti hukum.
  4. Mei 2025: KPAI menyerahkan laporan dan menyampaikan tiga syarat wajib yang harus dipenuhi siapa pun yang ingin mengubah hak asuh anak, termasuk figur publik seperti Ruben.

Tiga Syarat Krusial dari KPAI yang Harus Dibuktikan

Dalam sesi wawancara dengan tim kami, Komisioner KPAI Dr. Retno Listyarti menjelaskan ketiga syarat itu dengan tegas, tanpa mengkaitkannya langsung pada kasus Ruben, melainkan sebagai prinsip universal perlindungan anak.

1. Lingkungan Tempat Tinggal Harus Teruji Aman dan Mendukung Perkembangan Anak

Ruben harus membuktikan bahwa rumahnya bukan sekadar bangunan fisik yang megah, melainkan ruang yang benar-benar ramah anak. “Kami tidak hanya melihat keindahan rumah. Kami mengecek apakah ada ruang bermain yang memicu kreativitas, tidak ada perokok di dalam rumah, tidak ada akses ke benda berbahaya, dan terutama—kehadiran pengasuh tetap yang memiliki latar pelatihan anak,” ujar Retno. Sahabat Ruben, Andi, mengungkapkan bahwa presenter kondang itu telah merombak satu lantai rumahnya menjadi area bermain dan belajar lengkap dengan pojok membaca dan alat musik mini. “Ruben bahkan sudah mengontrak seorang psikolog anak yang rutin datang seminggu dua kali,” bisik Andi.

2. Kemampuan Finansial dan Waktu yang Konsisten

KPAI menegaskan bahwa kemampuan membiayai anak saja tidak cukup. “Banyak orang tua kaya yang gagal dalam pengasuhan karena mereka tidak hadir secara fisik dan emosional. Ruben harus bisa menunjukkan jadwal harian selama satu tahun terakhir yang mencerminkan keterlibatan rutin dalam kehidupan anak—bukan hanya saat kasus ini mencuat,” jelas Retno. Tim kuasa hukum Ruben kini mengumpulkan rekam jejak digital: unggahan Instagram, percakapan WhatsApp dengan guru TK anak, hingga absensi acara sekolah yang selalu dihadiri Ruben meski syuting tengah malam.

3. Nol Kekerasan, Kedekatan Emosional, dan Keinginan Anak

Inilah syarat paling sensitif. KPAI meminta laporan psikolog independen yang menggambarkan bahwa anak memiliki kelekatan emosional yang sehat dengan ayahnya dan tidak menunjukkan tanda trauma karena dipisahkan dari ibu. “Jika anak masih sangat bergantung pada figur ibu, pengadilan biasanya tidak akan mengubah pengasuhan,” tambah Retno. Ruben pun sudah menyetujui sesi asesmen dengan psikolog forensik yang ditunjuk pengadilan. “Saya rela diobservasi 24 jam. Saya hanya ingin anak saya tidak tumbuh dalam konflik,” ucap Ruben lirih, seperti ditirukan Andi.

Pertarungan hak asuh ini belum usai. Namun yang kini menjadi sorotan bukanlah Ruben Onsu sang selebritas, melainkan Ruben sang ayah yang siap menyerahkan semua privasi demi satu hal: membuktikan bahwa pelukan seorang ayah adalah tempat paling aman bagi anaknya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User